Tutup Kegiatan Pesantren Ramadhan, SDIT Asy-Syifa Bener Meriah Bagi-Bagi Takjil - Pada Minggu Ketiga Ramadhan, Pemkab Bener Meriah Santuni 2100 Anak Yatim Piatu - Produktif Meningkatkan Panen, Kelompok Tani GG TANI Bale Purnama, Dapat Bantuan Becak Barang - Calon Anggota MPU Bener Meriah Dites Kemampuan Baca dan Paham Kitab Kuning - SDIT Asy- Syifa Bener Meriah Gelar Pesantren Ramadhan - SMA Negeri 1 Permata dan MAN 1 Bener Meriah Akan Ikut Lomba Sekolah Adiwiyata Tingkat Aceh - Terpilih Sebagai Kampung Terbaik, Kampung Sumber Jaya Wakili Bener Meriah ke Tingkat Provinsi Aceh - Pemkab Bener Meriah Safari Ramadhan Tiap Masjid Kecamatan - Mengapa Faul LIDA 2019 Diberi Umrah Gratis Oleh Pemkab Bener Meriah? - Camat Bandar Turun Ke Jalan Untuk Galang Dana Bantu Palestina - Pelajar Bener Meriah Dihimbau Jangan Rayakan Kelulusan Dengan Aksi Coret-Coret dan Konvoi - Dinas Pendidikan Kabupaten Bener Meriah Bakal Gelar Pasantren Kilat - Bupati Bener Meriah Nobatkan Faul Sebagai Duta Budaya - Wakil Dubes Australia Tatap Muka dengan Kampung Binaan Kompak di Bener Meriah - Wakil Dubes Australia Kunjungi Kabupaten Bener Meriah -

Pelajar Bener Meriah Dihimbau Jangan Rayakan Kelulusan Dengan Aksi Coret-Coret dan Konvoi

11-05-2019 18:06:52

Redelong- Bagi setiap pelajar, kelulusan adalah suatu penantian dan impian selama 3 tahun dalam mengikuti proses belajar mengajar untuk menuju pendidikan yang lebih tinggi.

Banyak pelajar, merayakan kelulusan dengan konvoi mengunakan sepeda motor di jalan raya atau aksi coret-mencoret baju, bahkan ada yang sampai mengecat dan mencukur rambut. Hal demikian, tidak seharusnya dilakukan, kata Kepala Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bener Meriah, Saidi, B., S.Ag. saat dikonfirmasi pada Jum'at (10/5/19) di ruang kerjanya.

Karena itu, Saidi menghimbau setelah pengumuman kelulusan, baik pelajar MAN, SMA, maupun SMK tidak melakukan aksi balap-balapan di jalan (konvoi) dan aksi coret-mencoret baju seragam sekolah.

"Kami tidak membedakan anak-anak dari jajaran SMA, MAN, atau SMK sederajat. Kalau sempat terjadi satu kejadian saja, yang tercoret itu adalah daerah kita, Bener Meriah," kata Saidi.

"Oleh karena itu, saya ingatkan betul ke masing-masing kita agar jangan membuat aksi yang negatif untuk merayakan kelulusan," tegasnya.

Saidi melanjutkan, karena aksi coret-coretan itu bukanlah budaya atau tradisi kita. Begitu juga dengan arak-arakan di jalan karena itu dapat memicu terjadinya perselisihan antara sekolah yang satu dengan yang lain, bahkan bisa berujung tauran antarpelajar. Kita tidak pernah bosan mengingatkan setiap tahunnya dalam mengekspresikan kelulusan hendaknya dimaknai dengan hal-hal yang positif.

"Kita mengumpamakan seperti pelaksanaan sholat berjamaah yang dilaksanakan 5 kali satu hari satu malam, di mana imam sholat selalu mengintruksikan kepada jamaah sholat untuk  luruskan shaf. Analoginya seperti itu," tutur Saidi.

Ia menambahkan, terkadang sudah diingatkan pun sempat terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Konon lagi, kalau tidak diingatkan. Untuk itulah demi menjaga kerukunan kita semua yang sesuai dengan visi misi daerah kita, yaitu menjadikan Bener Meriah yang islami kita tidak bosan mengingatkan tangung jawab kita semua.

Kepala Kanwil Kemenag Bener Meriah itu berharap, semua pelajar yang lulus hendaknya melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi. "Lanjutkan pendidikan ke universitas pilihan masing-masing," pinta Saidi.

Pada tahun lalu menjelang pengumuman kelulusan UN, Bupati Bener Meriah, Tgk. H. Sarkawi juga telah menghimbau kepada pihak sekolah se-Bener Meriah agar menjaga dan memantau peserta didik setelah pengumuman kelulusan UN agar tidak konvoi dan coret-coret baju yang tidak ada manfaatnya. 

Alangkah baiknya, kata Bupati Bener Meriah, baju-baju dikumpulkan dan disumbangkan kepada yang membutuhkan. Cara itu lebih baik dan membantu masyarakat kurang mampu.* (diskominfo-bm/gn&fa).


 
 
 
 
Facebook Fans Page