Bupati Bener Meriah Dukung Penuh Pembangunan Gedung Baru RRI Rimba Raya - Nota Perhitungan Anggaran 2018 Disetujui Seluruh Fraksi DPRK Bener Meriah - PNS Bener Meriah Dilarang Pakai LPG 3 Kg - Plt. Sekda Bener Meriah, Sambut Kedatangan SCAE dan SCAI - Lokakarya Evaluasi Pelaksanaan Peraturan Bupati Dan Penyusunan Model Pelayanan Kesehatan Ibu Dan Anak Serta Gizi - Pembangunan Jalan Samarkilang Lanjut - Bener Meriah Juara Stand PIPMG 2019 Terbaik se-Aceh - PIPMG Tahun 2019 Bener Meriah Berakhir dan Ditutup Plt. Gubernur Aceh - Rapat Koordinasi (Rakor) DPMG se-Aceh Digelar Di Bener Meriah - Diskominfo Aceh dan Bener Meriah Mengadakan Kegiatan Jaring Opini - Tim TP-PKK Aceh dan Bener Meriah Tinjau Pengobatan Gratis di Kecamatan Mesidah - Ketua TP-PKK Kabupaten Bener Meriah Buka Lomba Desain Fashion Berbasis Etnic Aceh - Peletakan Batu Pertama Pasar Rakyat di Tingkem, Bener Meriah - Alat Penarik Air Secara Manual Buatan Joko Dipamerkan di PIPMG Bener Meriah - Salmah, Si Pengembang Alat Recycle Sampah Jadi BBM dari Bener Meriah -

Dokumen Rekaman Radio Rimba Raya Masih Tersimpan di Arsip Nasional India

01-04-2019 09:41:58

JAKARTA - Dokumen rekaman siaran Radio Rimba Raya yang  dipancarluaskan dari hutan belantara Desa Rime Raya (Rimba Raya), Bener Meriah, tahun 1948 ternyata masih tersimpan rapi di Arsip Nasional India. Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Bener Meriah, Irmansyah menginformasikan hal itu di Jakarta, Sabtu (30/3/2019).

Informasi kepastian keberadaan rekaman suara Radio Rimba Raya itu disampaikan Director General All India Radio, Fayyaz Sheheyar, saat bertemu dengan Perwakilan Radio Republik Indonesia (RRI), Agus Sukoyo dan Agung Prasetya Umar di acara International Dance Festival 2019 di India yang diikuti lembaga penyiaran Asia Pasific.

Ketika itu, Indonesia diwakili Sanggar Meriah Jaya dari Kabupaten Bener Meriah. "Kami gembira sekali mendengar kepastian keberadaan rekaman siaran Radio Rimba Raya tersebut. Ini merupakan jejak sejarah yang sangat penting bagi Indonesia," ujar Irmansyah. Disebutkan, pada Agresi Militer Belanda II Tahun 1948, seluruh radio milik Indonesia sudah dikuasai oleh Belanda, dan mengumumkan bahwa Indonesia sudah tak ada.

"Tapi klaim Belanda itu dibantah oleh satu siaran rahasia yang berasal dari pedalaman Rime Raya Tanah Gayo, Bener Meriah. Radio yang membantah klaim Belanda itu menamakan diri Radio Rimba Raya, Radio Divisi X," ujar Irmansyah. Siaran Radio Rimba Raya itu disiarakan dalam lima bahasa dunia, dan siarannya dapat ditangkap sampai India, Australia, Singapura, dan beberapa negara lainnya. 

"All India Radio kemudian menyiarkan suara dari Radio Rimba Raya itu, yang berisi penegasan bahwa Indonesia masih ada," ujar Irmansyah yang didampingi Anggota Tim Pengembangan Kaqasan Dataran Tinggi Gayo Alas, Yusradi Usman Al Gayoni.(*)

 

Sumber : aceh.tribunnews.com