Tutup Kegiatan Pesantren Ramadhan, SDIT Asy-Syifa Bener Meriah Bagi-Bagi Takjil - Pada Minggu Ketiga Ramadhan, Pemkab Bener Meriah Santuni 2100 Anak Yatim Piatu - Produktif Meningkatkan Panen, Kelompok Tani GG TANI Bale Purnama, Dapat Bantuan Becak Barang - Calon Anggota MPU Bener Meriah Dites Kemampuan Baca dan Paham Kitab Kuning - SDIT Asy- Syifa Bener Meriah Gelar Pesantren Ramadhan - SMA Negeri 1 Permata dan MAN 1 Bener Meriah Akan Ikut Lomba Sekolah Adiwiyata Tingkat Aceh - Terpilih Sebagai Kampung Terbaik, Kampung Sumber Jaya Wakili Bener Meriah ke Tingkat Provinsi Aceh - Pemkab Bener Meriah Safari Ramadhan Tiap Masjid Kecamatan - Mengapa Faul LIDA 2019 Diberi Umrah Gratis Oleh Pemkab Bener Meriah? - Camat Bandar Turun Ke Jalan Untuk Galang Dana Bantu Palestina - Pelajar Bener Meriah Dihimbau Jangan Rayakan Kelulusan Dengan Aksi Coret-Coret dan Konvoi - Dinas Pendidikan Kabupaten Bener Meriah Bakal Gelar Pasantren Kilat - Bupati Bener Meriah Nobatkan Faul Sebagai Duta Budaya - Wakil Dubes Australia Tatap Muka dengan Kampung Binaan Kompak di Bener Meriah - Wakil Dubes Australia Kunjungi Kabupaten Bener Meriah -

Dokumen Rekaman Radio Rimba Raya Masih Tersimpan di Arsip Nasional India

01-04-2019 09:41:58

JAKARTA - Dokumen rekaman siaran Radio Rimba Raya yang  dipancarluaskan dari hutan belantara Desa Rime Raya (Rimba Raya), Bener Meriah, tahun 1948 ternyata masih tersimpan rapi di Arsip Nasional India. Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Bener Meriah, Irmansyah menginformasikan hal itu di Jakarta, Sabtu (30/3/2019).

Informasi kepastian keberadaan rekaman suara Radio Rimba Raya itu disampaikan Director General All India Radio, Fayyaz Sheheyar, saat bertemu dengan Perwakilan Radio Republik Indonesia (RRI), Agus Sukoyo dan Agung Prasetya Umar di acara International Dance Festival 2019 di India yang diikuti lembaga penyiaran Asia Pasific.

Ketika itu, Indonesia diwakili Sanggar Meriah Jaya dari Kabupaten Bener Meriah. "Kami gembira sekali mendengar kepastian keberadaan rekaman siaran Radio Rimba Raya tersebut. Ini merupakan jejak sejarah yang sangat penting bagi Indonesia," ujar Irmansyah. Disebutkan, pada Agresi Militer Belanda II Tahun 1948, seluruh radio milik Indonesia sudah dikuasai oleh Belanda, dan mengumumkan bahwa Indonesia sudah tak ada.

"Tapi klaim Belanda itu dibantah oleh satu siaran rahasia yang berasal dari pedalaman Rime Raya Tanah Gayo, Bener Meriah. Radio yang membantah klaim Belanda itu menamakan diri Radio Rimba Raya, Radio Divisi X," ujar Irmansyah. Siaran Radio Rimba Raya itu disiarakan dalam lima bahasa dunia, dan siarannya dapat ditangkap sampai India, Australia, Singapura, dan beberapa negara lainnya. 

"All India Radio kemudian menyiarkan suara dari Radio Rimba Raya itu, yang berisi penegasan bahwa Indonesia masih ada," ujar Irmansyah yang didampingi Anggota Tim Pengembangan Kaqasan Dataran Tinggi Gayo Alas, Yusradi Usman Al Gayoni.(*)

 

Sumber : aceh.tribunnews.com

 


 
 
 
 
Facebook Fans Page