Bupati Sarkawi Antar Tugas Camat Syiah Utama - Pekan Inovasi Kampung Se-Aceh akan Digelar di Bener Meriah - Masyarakat dan Pemkab Bener Meriah Bersama Pawai Takbiran dengan Mobil Hias - Meriahkan Pawai Takbiran, Pemkab Bener Meriah Gelar Lomba Dekorasi Mobil Hias - Pemkab Bener Meriah Peringati Hari Lahir Pancasila - Bupati Bener Meriah Buka Pemilihan Calon Anggota MPU Tingkat Kabupaten - Rayakan Kelulusan Siswa Siswi SMA Negeri 1 Bandar Berbagi Takjil - Camat Bandar Serahkan Donasi Ratusan Juta untuk Palestina - Komunitas TBP Menyerahkan Donasi Untuk Palestina - Baitul Mal Bener Meriah Salurkan Bantuan Dana Pada 1500 Fakir Dan Miskin - Bupati dan Disperindag Bener Meriah Sidak Sejumlah Swalayan dan Toko Grosir - Harga Kopi Turun, Pemkab Bener Meriah Gelar Rapat Koordinasi - Peduli Palestina, Pemuda Karang Taruna Wih Pesam Bener Meriah Serahkan Bantuan - Tutup Kegiatan Pesantren Ramadhan, SDIT Asy-Syifa Bener Meriah Bagi-Bagi Takjil - Pada Minggu Ketiga Ramadhan, Pemkab Bener Meriah Santuni 2100 Anak Yatim Piatu -

Bupati Bener Meriah Buka Pemilihan Calon Anggota MPU Tingkat Kabupaten

24-05-2019 09:32:58

Redelong, InfoPublik- Bupati Bener Meriah, Aceh Tgk. H. Sarkawi hadiri dan membuka musyawarah daerah (musda) Majelis Permusyawaratan Ulama Bener Meriah tingkat kabupaten, yang diselenggarakan di Aula MPU Bener Meriah, Kamis (23/5/2019).

Dalam pembukaan, Bupati Bener Meriah Tgk. Sarkawi menyampaikan musda MPU yang dilaksanakan ini adalah momentum yang sangat penting untuk keberlangsungan kepengurusan pada periode selanjutnya.

MPU merupakan mitra pemerintah untuk membangun umat yang berakhlak lebih baik. MPU merupakan salah satu  lembaga yang ditempatkan strategis di Aceh. Karena keberadaan MPU, selain untuk membangun SDM masyarakat di bidang keagamaan, juga turut berperan untuk membangun daerah dengan konsep syariah.

Dalam pembukaan tersebut, orang nomor satu daerah penghasil kopi arabika itu bercerita bagaimana awal terbentuknya MPU Bener Meriah.

"Pada tahun 2013, kala Bener Meriah belum lahir menjadi kabupaten pemekaran dari kabupaten induk, Aceh Tengah, kami beberapa tengku membuat Perhimpunan Tengku Bener Meriah (PTBM). Saat itu kami masih enggan menamakan ulama," ulasnya.

Tahun Maret 2014, MPU Aceh Tengah menggagasi pendirian MPU Bener Meriah. Lalu pada Mei 2014, digelar musda pertama untuk pemilihan ketua serta anggota MPU Bener Meriah.

"Hasil musda pertama yang dihadiri ratusan ulama kala itu, saya terpilih untuk menakodai MPU Bener Meriah. Berselang lima tahun ke depannya, kembali digelar Musda ke-2 dan saya dipercaya lagi memimpin MPU Bener Meriah periode 2009-2014,"  cerita Tgk. Sarkawi.

Pada periode pertama gaji yang diterima ketua sebesar Rp300.000 dan masing-masing anggota hanya mendapatkan gaji Rp40.000, ungkapnya.

Karena itu, pada musda kali ini yang telah memiliki sistem yang moderen, semoga terpilih orang-orang yang memiliki wawasan yang luas bukan hanya di bidang agama, namun di bidang lain kiranya dapat dipahaminya.

Terlebih, untuk saat ini MPU sudah memiliki kantor dan aula yang cukup bagus bahkan yang terbagus di Aceh (selain kantor MPU Provinsi Aceh). Untuk itu hendaklah jadikan sarana ini untuk mujakarah kemaslahatan umat dan membina SDM masyarakat melalui pelatihan-pelatihan.

Kita berharap, kepengurusan MPU Bener Meriah selalu solid dan berkoordinasi dengan Dinas Syariat Islam serta instansi-instansi lainnya, pinta Tgk. Sarkawi.

Sementara itu, dalam laporannya Ketua MPU Bener Meriah, Tgk. Al Muzani menyampaikan, perkembangan MPU Bener Meriah terus kian menonjol pada beberapa poin. Seperti pergerakan tentang ukhuwah masyarakat, melaksanakan mujakarah ulama, pelatihan ilmu faraid dan beberapa poin lainnya.

Sejauh ini MPU Bener Meriah telah mensyahadatkan 140 non-muslim memeluk agama Islam. Juga pada tahun 2017, telah terbangun gedung Aula MPU Bener Meriah yang menjadi tempat pelaksanaan kegiatan MPU dan masyarakat.

Sebelumnya, MPU Bener Meriah telah melaksanakan musda MPU untuk memilih anggota perwakilan kecamatan sebanyak 10 orang yang mana tiap kecamatan diwakili satu orang. Pada hari ini dilaksanakan musda pemilihan calon anggota MPU perwakilan kabupaten.

"Untuk tingkat kabupaten, pihak panitia mengundang 74 peserta untuk mengikuti tes mampu baca kitab kuning. Namun yang bersedia untuk dites hanya 15 orang.  Hal ini sesuai dengan formulir yang diisi masing-masing peserta untuk menyatakan kesediaan untuk mengikuti tes," kata Tgk Al Muzani. *(diskominfo-bm/gn/fa).


 
 
 
 
Facebook Fans Page