Bupati Bener Meriah Dukung Penuh Pembangunan Gedung Baru RRI Rimba Raya - Nota Perhitungan Anggaran 2018 Disetujui Seluruh Fraksi DPRK Bener Meriah - PNS Bener Meriah Dilarang Pakai LPG 3 Kg - Plt. Sekda Bener Meriah, Sambut Kedatangan SCAE dan SCAI - Lokakarya Evaluasi Pelaksanaan Peraturan Bupati Dan Penyusunan Model Pelayanan Kesehatan Ibu Dan Anak Serta Gizi - Pembangunan Jalan Samarkilang Lanjut - Bener Meriah Juara Stand PIPMG 2019 Terbaik se-Aceh - PIPMG Tahun 2019 Bener Meriah Berakhir dan Ditutup Plt. Gubernur Aceh - Rapat Koordinasi (Rakor) DPMG se-Aceh Digelar Di Bener Meriah - Diskominfo Aceh dan Bener Meriah Mengadakan Kegiatan Jaring Opini - Tim TP-PKK Aceh dan Bener Meriah Tinjau Pengobatan Gratis di Kecamatan Mesidah - Ketua TP-PKK Kabupaten Bener Meriah Buka Lomba Desain Fashion Berbasis Etnic Aceh - Peletakan Batu Pertama Pasar Rakyat di Tingkem, Bener Meriah - Alat Penarik Air Secara Manual Buatan Joko Dipamerkan di PIPMG Bener Meriah - Salmah, Si Pengembang Alat Recycle Sampah Jadi BBM dari Bener Meriah -

Deliniasi Batas Desa Kecamatan Mesidah

17-06-2019 15:01:55

Setelah beberapa hari yang lalu selesai mengerjakan 13 batas kampung di Kecamatan Permata dari 27 kampung yang ada. Selanjutnya Bappeda Bener Meriah melaksanakan deliniasi batas kampung Kecamatan Mesidah. Berdasarkan Dokumen DPA-SKPD Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Nomor 59/4.02.1.1/DPA-SKPD/2019 Tanggal 02 Januari 2019 salah satu program yang akan dilaksanakan adalah program perencanaan Tata Ruang dengan Kegiatan Survey Batas Desa. Kegiatan Survey Batas Desa pada Tahun Anggaran 2019 ini akan dilaksanakan untuk penyelesaian batas-batas desa indikatif di 3 (tiga) kecamatan yaitu Permata, Mesidah, dan Syiah Utama. 

Kegiatan yang sudah dilaksanakan pada hari Senin tanggal 16 Juni 2019 di Aula lantai dua Bappeda Bener Meriah. Untuk Kecamatan Mesidah terdapat 15 kampung namun yang baru terselesaikan 12 kampung diharapkan nantinya dapat digunakan sebagai gambaran dan acuan data sementara. Bagi empat  kampung yang belum, seperti Hakim Peteri Pintu, Wih Resap, Amor, dan Simpang Renggali,  diharapkan dapat segera berhadir agar ketersedian data batas desa di kecamatan terpenuhi dan dapat digunakan sebagaimana tersebut di atas.

Permasalahan yang didapati adalah adanya persepsi batas antara Kampung Jamur Atu dan Pantan Kuli. Masalah yang dipetakan adalah masalah kepemilikan lahan masyarakat. Mereka ingin lahan yang mereka miliki sekarang masuk ke wilayah di mana mereka berdomisili. Padahal kepemilikan lahan tak harus menjadi patokan bahwa lahan yang dimiliki harus menjadi milik kampung dimana pemilik berdomisili. Akhirnya ini semua bermuara pada Pendapatan Kampung. Pemilik tak ingin membayar retribusi ke kampung tetangga walah secara wilayah, lahan pemilik berada di kampung tetangga.

writen and photo by Abdul Basith

editing by editor