Kapusdiklat Kemenkominfo RI Temu Wicara Bersama Diskominfo Bener Meriah - Kakan Kemenag Bener Meriah Hadiri Peringatan Isra’ Mi’raj 1440 H Di Masjid Agung Babussalam - Kominfo Bener Meriah Koordinasi ke kemenlu RI Tentang Rekaman Radio Rimba Raya - Dokumen Rekaman Radio Rimba Raya Masih Tersimpan di Arsip Nasional India - Pemkab Bener Meriah Minta Kemenlu RI Telusuri Dokumen Rekaman Siaran Radio Rimba Raya di India - Perangkat Radio Rimba Raya Saat Ini Ada Di Museum TNI AD Yogyakarta, Radio Penyelamat Indonesia - Begini Kisah Pemancar Radio Rimba Raya Yang Diselundupkan Dari Malaya - Perangkat Radio Rimba Raya Pernah Dibawa ke Cot Gue Sebelum Akhirnya Dikirim ke Gayo - Bener Meriah Gelar Forum SKPK - Majelis Zikrullah Bener Meriah Beri Santunan Kepada 1500 Anak Yatim - Plt. Bupati Sambut Kepulangan Sanggar Bener Meriah dari India - Diseminasi Posyandu Terintegrasi Untuk Tim Penggerak PKK Kampung Tahun 2019 di Bener Meriah - BPBD Bener Meriah Berikan Edukasi Kebencanaan Kepada Anak Usia Dini - Plt Bupati Bener Meriah Serahkan Bantuan Pinjam Pakai Mesin Pengolah Kopi - Jelang Technical Metting, Masih Sempat Latihan -

Hiburan Tampil di Anjungan Bener Meriah Grup Didong ARITA Bawa Tema Sejarah Radio Rimba Raya

10-08-2018 10:39:03

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Klub didong yang dipadukan dengan teaterikal dibawah binaan seniman gayo M Isa Arita menjadi pusat perhatian pengujung saat tampil di PKA ke 7 di Anjungan Bener Meriah, Kamis (9/8/2018) malam.

Grup didong dan teatrikal, yang beranggotakan 15 orang tersebut berkisah tentang sejarah Radio Rimba Raya yang didirikan di hutan rimba serta memiliki peran penting dalam sejarah kemerdekaan Republik Indonesia.

M Isa Arita, selaku ketua mengatakan mereka memainkan lagu-lagu kemerdekaan dan perjuangan dalam mengenang cikal bakal RRI itu.

Itu diambil dari kisah nyata dan disusun menjadi sebuah lagu didong yang dipadukan dengan teatrikal pada masa pimpinan Sukarno ditahan sehingga tidak memiliki peran.

Ia manambahakan, pada saat itu Pemerintah Darurat terus didirikan dan Syafrudin  selaku perwira negara wilayah Aceh yang tergolong aman perlu diadakan siaran berita.

“Divisi 10 mengatur puasi melawan kompeni dan segala cara Kolonel Husin Yusuf gagah berani memasang RRI di Hutan Rimba,” katanya.

Disebutkanya, dalam lirik lagu tersebut juga disampaikan Radio Rimba Raya mengumandangkan negara kesatuan masih ada dan berdaulat pada pada tangal 10 Maret 1949.

Adapun tujuan tampil di Ajungang, katanya, Radio Rimba Raya adalah aset negara, milik semua dan bukan hanya milik kabupaten sehingga ia menilai perlu menceritakan dalam PKA ini agar sejarah itu didengar oleh orang banyak dan tidak hilang serta semakin dikenal secara luas.

“Kita juga berharap, kedepanya radio rimba raya bukan hanya sekadar sejarah biasa namun harus adanya legitimasi atau pengakuan negara serta mamasukan RRI dalam kurikulum di sekolah,” harapnya. (*)

 

Sumber : acehsatu.com

 


 
 
 
 
Facebook Fans Page