Kapusdiklat Kemenkominfo RI Temu Wicara Bersama Diskominfo Bener Meriah - Kakan Kemenag Bener Meriah Hadiri Peringatan Isra’ Mi’raj 1440 H Di Masjid Agung Babussalam - Kominfo Bener Meriah Koordinasi ke kemenlu RI Tentang Rekaman Radio Rimba Raya - Dokumen Rekaman Radio Rimba Raya Masih Tersimpan di Arsip Nasional India - Pemkab Bener Meriah Minta Kemenlu RI Telusuri Dokumen Rekaman Siaran Radio Rimba Raya di India - Perangkat Radio Rimba Raya Saat Ini Ada Di Museum TNI AD Yogyakarta, Radio Penyelamat Indonesia - Begini Kisah Pemancar Radio Rimba Raya Yang Diselundupkan Dari Malaya - Perangkat Radio Rimba Raya Pernah Dibawa ke Cot Gue Sebelum Akhirnya Dikirim ke Gayo - Bener Meriah Gelar Forum SKPK - Majelis Zikrullah Bener Meriah Beri Santunan Kepada 1500 Anak Yatim - Plt. Bupati Sambut Kepulangan Sanggar Bener Meriah dari India - Diseminasi Posyandu Terintegrasi Untuk Tim Penggerak PKK Kampung Tahun 2019 di Bener Meriah - BPBD Bener Meriah Berikan Edukasi Kebencanaan Kepada Anak Usia Dini - Plt Bupati Bener Meriah Serahkan Bantuan Pinjam Pakai Mesin Pengolah Kopi - Jelang Technical Metting, Masih Sempat Latihan -

MPU Bener Meriah Himbau Penyuntikan Vaksin Rubella Ditunda

08-08-2018 11:56:31

Rubernews.com | Majelis Permusyawaratan Ulama Kabupaten Bener Meriah menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat dan Dinas Kesehatan di Kabupaten itu untuk menunda penyuntikan vaksin Measles Rubella (MR) yang dicanangkan pemerintah, karena zat yang terkandung didalamnya masih diragukan kehalalan.

“Selama Majelis Ulama Indonesi (MUI) Pusat belum mengeluarkan fatwa tentang halal dan haramnya, vaksin Measles Rubella (MR) kami minta kampanye penyuntikan di Bener Meriah ditunda sementara waktu,”  ungkap Ketua MPU setempat Tgk Al-Muzani kepada Rubernews.com, Minggu (05/08/2018) di Redelong.

Ia menambahkan, untuk mengobati keresahan masyarakat mengenai halal dan haramnya vaksin Measles Rubella (MR), Pemerintah Daerah dalam hal ini Plt Bupati supaya dapat menyurati dinas terkait untuk dilakukan penundaan penyuntikan.

“Hingga saat ini MUI pusat belum mengeluarkan keputusan secara resmi, maka kami himbau kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bener Meriah dalam kampanye penyuntikan Vaksin Measles Rubella (MR) ditunda sementara, ini dilakukan supaya dapat mengobati keresahan ditengah-tengah masayarakat akan masalah halal dan haramnya,” terang Tgk Al-Muzani.

Hingga saat ini pihaknya belum melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Bener Meriah, “Sama pak Bupati kami telah menyarankan, kami bukan tidak setuju mengenai penyuntikan vaksin MR itu diilakukan, namun kami juga harus tunduk kepada fatwa MUI pusat,” timpal Tgk Al-Muzani

Ia mengaku, Sebelumnya dinas kesehatan telah menyuntik beberapa siswa yang ada di Kabupaten Bener Meriah itu dikarenakan secara faktor kedinasan, “mungkin faktor secara kedinasan mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah, ada sebahagian sudah ditunda dan ada sebahagian sedang berjalan,” jelasnya.

Faktor disegi hukum, latar belakang dari unsur  yang tidak dibenarkan dalam Syari’at, MPU Bener Meriah secara tegas menolak, jika vaksin Measles Rubella (MR) itu kandunganya sudah dilakukan penelitian lebih dalam oleh MUI pusat pihaknya akan merasa legowo.

“Surat MUI Nomor:B-904/DP-MUI/VII/2018, perihal Vaksin MR, yang ditujukan kepada Menteri Kesehatan RI, memang benar, namun apapun keputusan akhirnya nanti kami akan legowo,” tutup.

 

Sumber : http://benermeriahkab.go.id/index.php?page=detail&ei=T1RrNA==http://benermeriahkab.go.id/index.php?page=detail&ei=T1RrNA==



 
 
 
 
Facebook Fans Page