Tim Gugus Tugas Covid-19 Bener Meriah Semprot Disinfektan di 9 Kecamatan - Bupati Bener Meriah Terima Bantuan Bank Aceh Bener Meriah - Antisipasi Covid-19 Kantor DPRK Bener Meriah Berlakukan Masuk Sistem Satu Pintu - Bupati Bener Meriah Turut Berduka Cita Atas Wafatnya Ibunda Presiden Jokowi - Direktur RSUD Munyang Kute Khawatirkan Penyebaran dan Penanganan Wabah Covid-19 di Bener Meriah - Sosialisasikan Social Distancing, Bupati Bener Meriah, Pertanian adalah Pilihan Utama - Cara Masyarakat Dataran Tinggi Gayo Terapkan Social Distancing - ODP di Bener Meriah Bertambah Jadi 15 Orang - Brimob Kompi 3 Batalyon B dan Sat Sabhara Polres Bener Meriah Lakukan Penyemprotan Disinfektan - DPRK Bener Meriah Bahas Penanganan Covid-19 - Sekalipun UN Dibatalkan, Kadis Pendidikan Imbau Siswa Tetap Fokus Belajar - Satu ODP dari Bener Meriah, Batal Dirujuk ke RSUD Cut Meutia - Antisipasi Dampak Covid-19, DPRK Bener Meriah Tinjau Ketersediaan Kebutuhan Bahan Pokok - Bupati Bener Meriah Hentikan Kegiatan Yang Menghimpun Keramaian - Penanganan Pencegahan Covid-19, Pemkab Bener Meriah Anggarkan 4 Milyar Lebih -

Tim Gugus Tugas Covid-19 Bener Meriah Semprot Disinfektan di 9 Kecamatan

26-03-2020 15:15:46

Redelong- Sebanyak 9 Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan virus corona (covid-19) Kabupaten Bener Meriah dikerahkan untuk melakukan Penyemprotan disinfektan di 9 kecamatan.

“Penyemprotan disinfektan ini semata-mata untuk mengurangi penularan virus corona. Namun, yang terpenting adalah bagaimana masyarakat Kabupaten Bener Meriah dalam menyikapi merebaknya penyebaran virus itu dengan pola hidup sehat terutama menyiapkan sabun dan mencuci tangan," kata   
Sekretaris Daerah Kabupaten Bener Meriah Drs Haili Yoga Msi, Kamis, (26/3/2020).

Kegiatan itu dilaksanakan selama tiga hari mulai 26-28 Maret 2020.  Melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan dan TNI/POLRI serta unsur lainya seperti masyarakat.

Haili Yoga menghimbau warga Bener Meriah untuk terus melakukan aktivitas seperti biasanya yakni dengan bercocok tanam di ladang guna memenuhi kebutuhan sehari-sehari.

Selain itu, ia juga mengharapkan partisipasi masyarakat daerah penghasil kopi itu untuk menghindari keramaian yang telah disosialisasikan sebelumnya oleh pemerintah daerah setempat guna mengantisipasi penyebaran virus mematikan tersebut. (red/fa/diskominfo-bm)