Satu Pasien Probable Covid-19 Dirujuk Ke RSU Zainal Abidin Banda Aceh - Bupati Bener Meriah Berikan Penghargaan Umroh Gratis kepada Relawan Covid-19 Asal Tanah Gayo Terima - Gempa berkekuatan 4.2 SR Guncang Aceh Tengah dan Bener Meriah - Camat Bukit Pimpin Tim Gabungan Tertipkan Pedagang Yang Berjualan di Badan Jalan - MPD Lakukan Monitoring Protokol Kesehatan Sekolah Minggu Kedua Berlangsung - Penyerahan Bantuan Ketahanan Pangan di Siner Jaya Paya Ringkel - Mhd Saleh, Program Diperuntukkan untuk Masyarakat Dipergunakan Secara Maksimal - Sekda Bener Meriah Hadiri Rapat Banggar Pertanggung Jawaban Pelaksanaan APBD 2019 - Dukungan untuk Kemenangan Radio Rimba Raya dalam Penghargaan API Terus Mengalir - Operasi Patuh Rencong 2020 Akan Digelar Juli dan Agustus di Bener Meriah - Relawan Medis Covid-19 Asal Tanah Gayo Pulang Ke Bener Meriah - Pemerintah Daerah Hadiri Sinte Khitanan Massal Di Kecamatan Bener Kelipah. - Pemerintah Daerah Adakan Diskusi Dengan Ketua APSBM - Bupati Bener Meriah Ajak Cek Arah Kiblat - MPD Bener Meriah Monitoring Penerapan Protokol Kesehatan di Sekolah -

Satu Pasien Probable Covid-19 Dirujuk Ke RSU Zainal Abidin Banda Aceh

22-07-2020 17:44:02



Redelong- Salah seorang warga dari Kabupaten Bener Meriah terkotaminasi Probable Covid-19 berinisial BS (24) jenis kelamin laki-laki di rujuk ke Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh, Pukul 10.30 Wib, Rabu 22/07/2020.



Dalam hal ini Direktur RSUD Munyang Kute, dr. Sri Tabah Hati Rabu (22/7/2020) menyampaikan, pasien berinisial BS 24 Tahun ini masuk ke RSUD Munyang Kute tadi malam, lalu pihak Rumah Sakit melakukan pemeriksaan labolatorium, setelah itu dilakukan foto torak, selanjutnya baru dilakukan Rapid Test.



Lebih lanjut lagi kata Sri Tabah Hat, bahwa hasil Rapid Test itu, untuk pasien BS ini hasilnya reaktif Covid-19, kemudian kita telusuri lagi ternyata kita temukan cerita bahwa BS selama ini tinggal dengan bibinya yang kebetulan bibinya itu baru saja meninggal di Rumah Sakit Datu Beru, Tekengon, Aceh Tengah.



"Secara jujur dari pengakuan (BS) dirinya tidak pernah keluar kota, dan juga tidak ada kontak dengan pasien kasus yang terkontaminasi Covid-19," 



Kemudian setelah kita telusuri ternyata (BS) pernah tinggal dengan bibinya yang sudah Almarhumah 5 hari yang lalu, dan ada keluarganya yang tiba dari pulau Jawa, maka dari itu, (BS) bisa kita ambil kesimpulan bahwa pasien tersebut probable, kalau pasien probable itu urutanya harus di rawat di rumah sakit rujukan. jelas Sri Tabah Hati.



"Maka dari itulah (BS) langsung kita rujuk ke RSUZA Banda Aceh sebagai rumah sakit rujukan agar bisa di lakukan tes Swab."



Berdasarkan info terkait dengan Bibinya BS itu meninggal dunia beberapa hari yang lalu di Rumah Sakit Datu Beru Takengon, Aceh Tengah, dengan indikasi dari tim medis Diabetes Melitus (DM).



Keterangan resmi juga kita terima dari Sri Tabah Hati, dimana pedoman terbaru tentang Covid-19, sekarang ini pihaknya sudah mengacu kepada protokol Revisi 5. Protokol Revisi 5 itu, kata Sritabahhati, pasien tidak ada lagi yang namanya ODP, PDP, atau Positif.



Sekarang ini istilahnya lain adalah Suspek, Probable dan Kasus Konfirmasi. Kami sekarang ini lebih mengedepankan kepada gejala Klinis, pasien atas nama (BS) termasuk pasien dengan gejala klinis yang mendukung," sebutnya.



Perlu kami sampaikan hasil Update Covid-19 Kabupaten Bener Meriah untuk jumlah seluruh kasus Susfec sebanyak 88 orang dan yang sudah selesai pemantauan sebanyak 88 orang.



Sejauh ini kasus pasien Probable Covid-19 sebanyak 5 orang dan pasien Probable Covid-19 selesai pemantauan sebanyak 4 orang. Sedangkan yang masih dirawat untuk pasien Probable sebanyak 1 orang. tutup Sri Tabah Hati.(pm)