Puluhan Pelajar di Bener Meriah Ikuti Lomba Menulis Puisi Bahasa Gayo - Gajah Liar Kembali Rusak Rumah Warga di Pintu Rime Gayo - Pendaftaran CPNS Resmi Dibuka, Bupati Bener Meriah Himbau Masyarakat Tidak Percaya Calo - Bener Meriah Bangun Open Stage Terbesar Di Aceh - Pelantikan Sekda Bener Meriah Diwarnai Rasa Haru - Kampung Pantan Sinaku Salah Satu Daerah Penerima Program KAT - MPU Bener Meriah Muzakarah Tentang Hukum Hibah dan Wasiat - SMK Negeri 5 Bener Meriah Kembangkan Inovasi Cascara Kopi - Bukit Oregon Tingkem Siap Dikembangkan Jadi Destinasi Wisata - Ribuaan Jamaah Hadiri Zikir Akbar Rateb Seribe Di Pondok Baru - Pemkab Bener Meriah Kerja Sama Pengolahan Sampah Jadi Pupuk - Kunjungi Puncak Oregon Tingkem, Bupati dan Anggota DPRK Bener Meriah Takjub - Silaturrahmi Eksekutif dan Legislatif Bener Meriah Diskusi Bahas Pembangunan - Bupati Bener Meriah: Membangun Tanpa Data Bagai Berjalan Tanpa Tujuan - Milenial Bener Meriah Ditingkatkan Kesadaran Bela Negara -

Puluhan Pelajar di Bener Meriah Ikuti Lomba Menulis Puisi Bahasa Gayo

16-11-2019 06:25:00

Redelong- Puluhan peserta tingkat pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP)  sederajat dan Sekolah Menengah  Atas (SM)  sederajat mengikuti lomba menulis puisi bahasa Gayo yang diadakan Dinas Syari'at Islam Kabupaten Bener Meriah di Aula Sekdakab, Kamis, (14/11/2019).

Pj Kepala Dinas Syari'at Islam Bener Meriah,  Taslim,  S.  Ag. M. Sos dalam laporannya menyampaikan,  lomba menulis puisi bahas gayo yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW diikuti sebanyak 35 peserta yang mewakili sekolah masing-masing baik tingkat pelajar  SMP maupun SMA sederajat. 

Menurut Taslim,  dewasa ini bahasa Gayo itu hampir punah,  sebagai contoh "Saya orang Gayo tulen dan istri saya juga orang Gayo tulen  tetapi dengan anak saya berbahasa Indonesia  ketika berbahasa Gayo anak anak tidak paham" 

Kalau  ini kita biarkan, bahasa Gayo akan punah. Padahal saat ini Gayo itu lagi mendunia lewat tari Guel,  Kopi Gayo, Upuh Ulen-Ulen, Kerawang,  Didong dan lainnya. Nah jangan setelah itu semua mendunia bahasa di negeri ini, pinta Taslim.

Untuk itu,  Kata Taslim,  kami membuat perlombaan menulis puisi berbahasa Gayo dan tidak mengunakan bahasa asing sedikitpun di dalamnya. Hal itu bertujuan untuk menjaga kelestarian bahasa Gayo sampai kelak. 

Sementara itu,  dalam sambutannya Sekda Kabupaten Bener Meriah Drs. Haili Yoga,  M. Si menyampaikan, kami mendukung dan mengapresiasi kegiatan seperti ini. 

"Untuk itu kita wajib bersyukur dan berterimakasih pada tokoh-tokoh yang telah mewarisi kita budaya dan kesenian. 
Di samping itu,  kita juga harus banggan dengan bahasa kita yakni bahasa Gayo kalau perlu setiap hari kita biasakan berbahasa Gayo. 

Menurut Haili Yoga,  "Hidup itu harus dengan ilmu, hidup itu harus dengan agama,  hidup itu harus dengan adat istiadat. Tapi jangan lupa dibarengi dengan seni,  karena seni itu bila diramu maka akan  indah yang disebut seni keindahan."

Melalui kesempatan itu,  Sekda Bener Meriah  juga menyampaikan, dalam waktu dekat akan dilaksanakan penutupan GamiFest dengan bermacam kegiatan salah satunya festival guel. 

"Festival guel itu ada perlombaan  tari guel yang diikuti seluruh daerah di Aceh. Jangan sampai kita menjadi penonton di daerah kita," pinta Haili Yoga. 

Lanjutnya,  dengan adanya kegiatan seperti yang dilaksanakan Dinas Syari'at Islam itu, agar kita tidak menjadi penonton di daerah kita apalagi tari guel adalah merupakan tari yang berasal dari Gayo, pungkas Drs. Haili Yoga.* (gn/fa).