Pokdarwis Tingkem Pasang Pamplet Larangan Berburu di Puncak Oregon - Pemkab Bener Meriah Sosialisasikan Pencegahan Saber Pungli Kepada ASN - Ratusan Calon Peserta Jemaah Haji Bener Meriah Ikuti Pemeriksaan Kesehatan - Pemangkasan Kopi Guna Meningkatkan Produksi Buah Kopi - Disperindag Aceh Gelar Pasar Murah Di Bener Meriah - 8885 Petani Bener Meriah Terima Bantuan Program RKR - Mhd Saleh Resmi Jadi Ketua DPRK Bener Meriah Periode 2019-2024 - Cepat Tanggap BPBD Bener Meriah, Jalan Eks KKA Sempat Lumpuh Total Kembali Normal - Bupati Bener Meriah Launcing Kampung Damaran Baru Sebagai Eco Village - Istri Plt. Gubernur Aceh Ikut Memeriahkan Fiesta Lomba Panen Kopi di Bener Meriah - Puluhan Mobil Hias Ikuti Karnaval Feista Panen Kopi Gamifest 2019 di Bener Meriah - Piala Juara 1 API Awards untuk Air Terjun Tansaran Bidin Diserahkan Kepada Bupati Bener Meriah - Bupati Bener Meriah Buka Secara Resmi Festival Guel Gamifest 2019 - TP-PKK Kecamatan Dihimbau Berperan Aktif Dampingi Program-Program Pemerintah - 21 Sanggar Se-Aceh Ikut Festival Tari Guel di Bener Meriah -

Pokdarwis Tingkem Pasang Pamplet Larangan Berburu di Puncak Oregon

04-12-2019 10:44:09
 
Redelong- Guna untuk melindungi flora dan fauna di Puncak Oregon yang berada di Kampung Tingkem Kecamatan Bukit, Bener Meriah, Aceh, kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Tingkem pasang pamplet larangan berburu dikawasan tersebut.
 
Pemasangan pamplet larangan tersebut,  karena kekhawatiran flora dan fauna yang dilindungi terancam punah di kawasan Oregon itu.
 
Keprihatinan Pokdarwis Tingkem lantaran maraknya pengambilan bunga dan pemburuan  burung beberapa bulan ini di Oregon. Untuk itu beberapa pemuda yang tergabung dalam Pokdarwis Tingkem melakukan pemasangan pamplet larangan berburu flora dan fauan yang dilindungi di Oregon itu.
 
Pamplet-pamplet yang bertuliskan larangan tersebut dipasang di beberapa sisi, seperti di areal hamparan bunga dan pintu gerbang yang memasuki sisa-sisa hutan yang masih tersisa. Hal itu disampaikan Ketua Pokdarwis Tingkem, Novriandi, Rabu ( 4/12/2019 ).
 
Menurut Novriandi, pemasangan pamplet itu bertujuan untuk menekan aksi perburuan burung-burung yang mulai langka di sekitaran Puncak Oregon. Bukan hanya pamplet bertuliskan pelarangan pemburungan burung, pihaknya juga memasang pamplet larangan mengambil tumbuh-tumbuhan dilindungi seperti, anggrek tanah, edelweiss, kantong semar dan lain-laninya yang saat ini mulai langka.
 
Ia menambahkan, berbeda dengan anggrek tanah maupun edelweiss yang masih sering dijumpai. Sementara kantong semar keberadaannya sudah sangat susah ditemui.
 
"Sejak akses menuju Oregon dipermudah, beberapa kali kami naik menyisiri kawasan Oregon belum pernah menjumpai kantong semar," ujar Novri.
 
Kata Novri, kalau melihat beberapa arsip atau dokumentasi kawan-kawan pecinta lingkungan yang dulu pernah tracking ke Oregon, mereka masih mendapati kantong semar tumbuh di pinggir-pinggir jalan.
 
"Itu alasan kekhawatiran pihak kami jika aktivitas pemburuan dan penjarahan tidak dihentikan maka keberadaan flora dan fauan di Oregon akan punah,"  ujar Novri.
 
Novri juga menuturkan, pihaknya sering menjumpai dan  menegur  aktivitas pemburuan burung di kawasan. Aktivitas perburuan tersebut sangat bertentangan dengan konsep eko wisata dan konservasi yang sedang kami perjuangkan di bebetapa kawasan Bur Oregon ini, timpal Ketua Pokdaris Tingkem itu.
 
Pokdarwis Tingkem itu berharap, adanya perhatian dari pihak-pihak terkait untuk bersama-sama menjaga kelestarian flora dan fauna yang dilindungi di puncak Oregon. 
 
" Juga bertambahnya kesadaran seluruh elemen  masyarakat tentang pentingnya keberadaan flora dan fauna dilindungi di sekitar masyarakat, mengingat hutan Oregon memiliki keanekaragaman flora dan fauna yang melimpah merupakan warisan tidak ternilai harganya bagi anak cucu kita dimasa yang akan datang," tegas Novri.* (sam/fa)