Pasca Idul Fitri Puluhan Pekerja Luar Masuk Bener Meriah - Demi Hindari Konflik Penyaluran BLT-DD, Ujung Gele Adakan Musyawarah Tingkat Desa - Salah Paham Soal Bantuan Pemerintah, Dua Kantor Reje Kampung di Kecamatan Bukit Dirusak Warga - Satu Unit Rumah Terbakar di Kecamatan Permata Bener Meriah - Dinamika Pengunduran Diri Bupati Bener Meriah Masih Mempertimbangkan Rekomendasi Medis - Bupati Pertimbangkan Nasihat Para Guru dan Senior Untuk Cuti Berobat - Terkait Wacana Bupati Mundur, Ketua Pemuda Pancasila Bener Meriah Imbau Semua Pihak Tidak Terprovokasi - Cuti Berobat, Rekomendasi Hasil Medis Jadi Pertimbangan Bupati Bener Meriah Mundur Atau Tidak - Batal Mundur, Bupati Segera Ambil Cuti - Forum Reje Kampung, Aktivis dan Tokoh Masyarakat Timang Gajah Tolak Pengunduran Diri Bupati - Para Tokoh yang Ada di Kabupaten Bener Meriah Tolak Pengunduran Bupati - Tgk.Husnul Ilmi Minta Bupati Sarkawi Tidak Mundur - Shabela Abubakar Bupati Bener Meriah Tidak Ada Kata Mundur, Saya Pun Diserang Tidak Mundur - Rencana Sarkawi Mundur dari Jabatan Bupati, Organisasi Agama Nyatakan Sikap Menolak - Bener Meriah Kini Tak Ada ODP, PDP, dan Pasien Covid-19 -

Pasca Idul Fitri Puluhan Pekerja Luar Masuk Bener Meriah

01-06-2020 12:34:14
 

Redelong- Setelah  lebaran Idul Fitri 1441 H/2020 M,  Bener Meriah “diserbu” pekerja dari luar daerah. Kedatangan pekerja dari luar itu telah mengundang keresahan masyarakat saat negeri ini dilanda corona virus.

 

Dikabarnya pekerja dari luar itu jumlahnya mencapai ratusan.  Tidak tertutup kemungkinan angka pekerja dari luar daerah itu akan meningkat. Para pekerja itu langsung melakukan aktifitasnya, tanpa terlebih dahulu melakukan isolasi mandiri.

 

Banyaknya pekerja dari luar ini dan belum melakukan isolasi mandiri, dibenarkan Zulkilfli Burhanuddin, public safety center (PSC) 119 Bener Meriah. Menurutnya, tanpa mendahului kebijakan pimpinan daerah, Kadis Kesehatan, atau jubir Covid-19, para pekerja ini harus melakukan isolasi mandiri.

 

Menurut informasi yang berhasil dihimpun, para pekerja yang datang dari Sumatera Utara ini, 38 orang mengerjakan proyek pembangunan RSUD Muyang Kute. 20 orang pekerja yang membangun jembatan Ali-Ali Pintu Rime Gayo, jalan Takengon- Biruen.

 

Menurutnya,  seharusnya pekerja tersebut belum boleh  langsung berintraksi atau bekerja. Mereka seharusnya terlebih dahulu melakukan isolasi mandiri selama 14 hari sesuai protokol kesehatan.

 

“Para pekerja ini ada yang membawa surat keterangan sehat dari klinik Pratama Anugrah, alamat Jln.Gumba No 6 Kelurahan Cengkeh Turi Binjai Utara yang ditanda tangani oleh dr. juliana sebagai Dokter yang memeriksa,” jelasnya.

 

Namun, kata Zulkifli,  surat keterangan tersebut bukan hasil rapid test. Apakah surat ini sudah cukup sehingga tidak ada lagi isolasi secara mandiri.

 

Tim PSC 119 ini bersama tim satgas tugas gugus Covid-19 Bener Meriah melakukan pengecekan, Sabtu (30/05/2020) terhadap tenaga kerja yang baru datang dari Sumatra Utara ini. Saat dicek ke RSU Muyang Kute, di sana didapati 38 pekerja dari luar ini.

 

Pihaknya melakukan pengecekan suhu terhadap para pekerja ini. Hasil pengecekan suhu tubuhnya normal. Namun walau suhu tubuhnya normal, sesuai dengan SOP kesehatan Covid-19, mereka harus melakukan isolasi mandiri selama 14.

 

“Isolasi mandiri dilakukan untuk menjaga dan mewaspadai menyebarnya wabah. Aturan memang demikian. Siapapun yang datang dari luar harus dilakukan isolasi mandiri. Ini demi keselamatan semuanya,” sebut Zulkifli. (Pm)