DPRK Bener Meriah Gelar Rapat Penetapan AKD - Pamplet Larangan Berburu di Bukit Origon Dirusak - Pokdarwis Tingkem Pasang Pamplet Larangan Berburu di Puncak Oregon - Pemkab Bener Meriah Sosialisasikan Pencegahan Saber Pungli Kepada ASN - Ratusan Calon Peserta Jemaah Haji Bener Meriah Ikuti Pemeriksaan Kesehatan - Pemangkasan Kopi Guna Meningkatkan Produksi Buah Kopi - Disperindag Aceh Gelar Pasar Murah Di Bener Meriah - 8885 Petani Bener Meriah Terima Bantuan Program RKR - Mhd Saleh Resmi Jadi Ketua DPRK Bener Meriah Periode 2019-2024 - Cepat Tanggap BPBD Bener Meriah, Jalan Eks KKA Sempat Lumpuh Total Kembali Normal - Bupati Bener Meriah Launcing Kampung Damaran Baru Sebagai Eco Village - Istri Plt. Gubernur Aceh Ikut Memeriahkan Fiesta Lomba Panen Kopi di Bener Meriah - Puluhan Mobil Hias Ikuti Karnaval Feista Panen Kopi Gamifest 2019 di Bener Meriah - Piala Juara 1 API Awards untuk Air Terjun Tansaran Bidin Diserahkan Kepada Bupati Bener Meriah - Bupati Bener Meriah Buka Secara Resmi Festival Guel Gamifest 2019 -

Pamplet Larangan Berburu di Bukit Origon Dirusak

06-12-2019 15:10:12


Redelong- Pamplet yang dipasang Pokdarwis (kelompok sadar wisata) Tingkem, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah dirusak orang tidak dikenal. Pamplet larangan tersebut ditemukan dalam keadaaan rusak oleh beberapa anggota pokdarwis Tingkem yang melakukan kegiatan gotong royong rutin mingguan, Kamis, (05/12/19). 

Pamplet yang dipasang beberapa minggu lalu tersebut merupakan bentuk ungkapan kekhawatiran Pokdarwis Tingkem atas maraknya perburuan flora dan fauna dilindungi di sekitar hutan Bukit Origon yang akhir-akhir ini semakin meningkat. 

Novriandi ketua pokdarwis Tingkem mengaku cukup terkejut dan kecewa dengan pengrusakan pamplet tersebut. 

Anggota Pokdarwis, Sabiri mengatakan pamplet dipasang itu memang sederhana dan ala kadarnya. Namun, isinya penting diperhatikan. Pengrusakan ini tentu menjadi salah satu kekhawatiran, "Karena yang melakukan pengrusakan tersebut sudah pasti oknum-oknum yang mempunyai prinsip bertentangan dengan konsep konservasi yang kami gagas di sana," ungkap Sabirin.

"Bagi teman-teman yang berkunjung ke Origon Tingkem, kami mohon untuk menjaga tempat ini dengan baik, jangan membuang sampah sembarangan, mari kita menjaga tempat ini bersama, tanpa dukungan dari teman-teman pengunjung tempat ini tidak akan menjadi tempat yang indah dan nyaman untuk dikunjungi, salam lestari" tutup sabirin.

Bukit Origon saat ini menjadi salah satu destinasi wisata yang cukup banyak menarik minat masyarakat untuk berkunjung. Namun, hal tersebut juga membuka kran potensi perusakan kelestarian alam di sana. Pokdarwis Tingkem mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan itu dengan membuat  larangan-larangan atau peraturan kepada pengunjung.*(andi/fa)