MPU Kabupaten Bener Meriah Gelar Kegiatan Muzakarah Keagamaan HUKUM NIKAH DI QADHI LIAR DALAM PERSPEKTIF ISLAM DAN PERUNDANG-UNDANGAN - Pemkab Bener Meriah Salurkan 36 Ribu Masker Dari Pemerintah Aceh - Pemerintah Aceh Mulai Gebrak Masker di Bener Meriah - Meski Covid-19, Peringatan Hardikda Ke 61 Di Bener Meriah Berjalan Khitmat - Petugas Sensus Penduduk Tahun 2020 Harus Beri Edukasi Pada Masyarakat - Bener Meriah Dapat Bantuan Damkar Dari Mendagri - Kabupaten Bener Meriah Konfirmasi Penambahan 2 Kasus Positif Covid-19 - Petugas Gabungan Kabupaten Bener Meriah Sosialisasi Penggunaan Masker Di Pante Raya - Asisten II Abdul Muis, SE. MT Buka Konsultasi Publik I dan II Menggali Isu Strategis Lingkungan Hidup Dan Muatan RDTR, KLHS RDTR Perkotaan Bener Meriah - Satpol PP dan WH Bener Meriah Kembali Mensosialisasikan Penggunaan Masker - Hasil Test SWAB Tanggal 2 hingga 4 Agustus 2020, 6 Warga Bener Meriah Positif Covid-19 - Disdik Kabupaten Bener Meriah Rakor Dengan Kepsek SD, MIN Terkait Uji Coba KBM Tatap Muka - Forkopimda Kabupaten Bener Meriah Ikuti Rakor Dengan Presiden RI Tentang Penanganan Covid-19 - Satpol PP Bener Meriah Sosialisasi Penggunaan Masker - TP PKK Kabupaten Gelar Rapat Evaluasi Dengan TP-PKK Kecamatan Terkait Pembagian Masker Di Kabupaten Bener Meriah -

MPU Kabupaten Bener Meriah Gelar Kegiatan Muzakarah Keagamaan HUKUM NIKAH DI QADHI LIAR DALAM PERSPEKTIF ISLAM DAN PERUNDANG-UNDANGAN

07-09-2020 14:04:30

Redelong - Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupeten Bener Meriah menggelar kegiatan Muzakarah Keagamaan dengan tema: Hukum Islam Nikah Di Qadhi Liar Dalam Perspektif Islam Dan Perundang-Undangan yang dibuka secara resmi oleh Bupati Tgk. H. Sarkawi di aula Sekretariat MPU Komplek Perkantoran Pemkab setempat, Senin, 7/9/2020.



Ketua MPU Tgk. Almuzani dalam khutbah Iftitahnya menyampaikan, berkenaan dengan tema tentang kegiatan kita pada hari ini dan apa yang tersirat, salah satu kejadian-kejadian laporan dari masyarakat terutama dibidang Syar’iyah ataupun agama yang lebih akhir-akhir ini mungkin dibeberapa titik di Kbaupaten Bener Meriah telah terjadi apakan itu suatu aturan yang telah dilanggar baik disegi Aqidah, Fur’iyah tentang pengamalannya dalam agama kita Islam sesuai dengan perintah Allah dan RasulNya, kata Tgk. Almuzani.



“Para Tgk. Guru Wabhil khusus MPU Kabupaten Bener Meriah dan kita semua serasa berkewajiban memberikan susluh terang kepada umat dan masyarakat supaya dalam mengamalkan sesuatu bidang Khurbiah dan Aqidah dapat kita samakan persepsi,” ajak Ketua MPU.



Kata Ketua MPU, sedikit kita bertolak pikir  untuk mengadu sebagai Muzakarah, bagaimana langkah-langkah kedepan, bagaimana alur arul yang kita tempuh, supaya kejadian ini minimalnya berkurang, kalau kita stop mungkin memakan waktu dan sekali lagi kamimmengharapkan dalam kalaf Iftitah ini, inilah yang terjadi dikalangan masyarakat, mungkin secara nafsu atau mungkin ada efek-efek yang lain. Terjadi suautu hal yang melenceng tentang pengamalan mereka yang mereka anggap itu benar, tetapi kalau kita kikis secara Syar’I dan Agama, disutu timbul perjudian, tumbuh koperasi yang basisinya penuh dengan riba, disitu amailah-amaliah mereka yang melenceng dari koridor Ahli Sunnah Waljama’ah, jelas Tgk. Almuzani.



“Kami berharap kepada Tgk. Guru, mungkin secara tingkat komando ada di Bapak Kapolres, Bapak Dandim, secara hykum yang akurat ada di Bapak Bupati untuk menerapkan dalam hal ini, tapi kita tidak pernah kendor,” pungka Ketua MPU.



Sementara Kepala Sekretariat MPU Anwar, S.Pd dalam laporannya menyampaikan, pelaksanaan kegiatan ini sesuai dengan SK Kepala Sekretariat MPU Kabupaten Bener Meriah tentang penetapan Panitia, Narasumber dan peserta kegiatan ini, katanya.



Adapun tujuan dari pada pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk menjalin silaturrahmi antara Ulama dengan Ulama, Ulama dengan Umarah dan Ulama dengan masyarakat, jelasnya.



Sambung Anwar, S.Pd selain dari pada itu juga mengkaji masalah keagamaan yang muncul dan berkembang dalam kehidupan masyarakat, dalam bidang muamalah dan Syariat Islam dan mencari solusi atas pandangan yang berbeda didalam kehidupan masyarakat, tambah Anwar.



Kegiatan tersebut diikuti oleh 100 peserta yang terdiri dari unsur Imam Kampung, Mukim Kampung, dan Tokoh masyarakat dengan narasumber Kapolres Bener Meriah yang diwakili oleh Wakapolres, Ketua Mahkamah Syar’iyah yang diwakili oleh Wakil Ketua Mahkamah Syar’iyah, Kepala Kementerian Agama dan Ketua MPU Kabupaten Bener Meriah.



Tampak hadir dalam pembukaan tersebut, Wakil Ketua I DPRK Tgk. Husnul Ilmi, Wakapolres Kompol Maryono, Wakil Ketua Mahkamah Syar’iyah Yunanti, S.HI, MH, Dandim 0119/BM yang diwakili oleh Kapt. Sutrimo, Kasatpol PP dan WH Ir. Mahmuddin, Kadis Syariat Islam Taslim, S.Ag.M.Sos, Danyonif RK 114/SM yang diwakili oleh Pasilok Letda  Sumono, KBU Reskrim Ipda Suci, SH dan tokoh masyarakat lainnya. (Ikas/humas).