Konflik Gajah Dengan Manusia Tak Kunjung Selesai, Bupati Minta BKSDA Cari Solusi - Kesbangpol Aceh Gelar Forum Dialog Terakit Perkembangan Politik di Bener Meriah - BPBD Bener Meriah Ikuti Jambore Penanggulangan Bencana - Pemkab Dan Kejari Bener Meriah Jalin Kerjasama Bantuan Hukum Perdata dan TUN - Syech Muhammad Nasir Pimpin Zikir Akbar Peringati Maulid Nabi Muhamad - Ini Nama-Nama Juara Lomba Menulis Puisi Bahasa Gayo Tingkat Pelajar SMP Dan SMA - Pemkab Bener Meriah Gelar Zikir Akbar Peringati Maulid Nabi - LK Ara: Manfaatkan Open Stage Sebagai Wadah Mengembangkan Bakat Seni - Darwinsah Terpilih Secara Aklamasi Ketum KONI Bener Meriah - KONI Bener Meriah Laksanakan Musorkablub Pemilihan Ketua Umum Priode 2019-2023 - Puluhan Pelajar di Bener Meriah Ikuti Lomba Menulis Puisi Bahasa Gayo - Gajah Liar Kembali Rusak Rumah Warga di Pintu Rime Gayo - Pendaftaran CPNS Resmi Dibuka, Bupati Bener Meriah Himbau Masyarakat Tidak Percaya Calo - Bener Meriah Bangun Open Stage Terbesar Di Aceh - Pelantikan Sekda Bener Meriah Diwarnai Rasa Haru -

Konflik Gajah Dengan Manusia Tak Kunjung Selesai, Bupati Minta BKSDA Cari Solusi

21-11-2019 09:52:12

Redelong- Konflik Gajah liar dengan manusia di daerah Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh tak kunjung berakhir. Hal itu telah berlangsung sejak dari tahun 2011 hingga saat ini.

Akibat konflik tersebut, ratusan hektar kebun masyarakat telah dirusak kawanan gajah liar. Bukan hanya korban harta bahkan sejauh ini 5 korban nyawa telah melayang.


Beberapa hari ini, gajah liar kembali memporakporandakan pemukiman masyarakat di Kampung Rime Raya. Lebih dari 10 unit rumah warga menjadi sasaran amukan hewan bertubuh besar itu.

Menyikapi hal itu Bupati Bener Meriah Tgk. H. Sarkawi menegasakan, (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) BKSDA  Aceh proaktif cari solusi. Hal itu disampaikan orang nomor satu di Kabupaten penghasil kopi Arabika Gayo itu, Rabu, (20/19/2019).

Kata Bupati Bener Meriah, artinya kita mengharapkan pimpinan BKSDA itu turun kelapangan, bukan sebaliknya hanya petugas (Conservation Respon Unit) CRU yang tidak punya wewenang apapun.

Selama ini, Pemerintah Kabupaten Bener Meriah telah menghabiskan miliaran rupiah untuk menangani gajah ini, lanjut Bupati.

"Jangankan menangani, bertanya saja tidak ke Pemerintah Kabupaten," pungkas Tgk. Sarkawi

Sementara, Reje Kampung Rime Raya, Muklis , meminta pada pemerintah Aceh terutama pada BKSDA agar serius menangani persoalan gajah ini.

Sudah ratusan hektar kebun masyarakat dirusak, kalau penanganan gajah itu tidak secepatnya diatasi kita khawatir kalau bukan manusia yang menjadi korban maka gajah itu.

Lanjutnya, akibat teror gajah yang berturut-turut selama tiga malam ini masyarakat harus berjaga malam bahkan kakek-kakek turut berjaga malam, kata Muklis.* (gn/fa)