Kesbangpol Aceh Gelar Forum Dialog Terakit Perkembangan Politik di Bener Meriah - BPBD Bener Meriah Ikuti Jambore Penanggulangan Bencana - Pemkab Dan Kejari Bener Meriah Jalin Kerjasama Bantuan Hukum Perdata dan TUN - Syech Muhammad Nasir Pimpin Zikir Akbar Peringati Maulid Nabi Muhamad - Ini Nama-Nama Juara Lomba Menulis Puisi Bahasa Gayo Tingkat Pelajar SMP Dan SMA - Pemkab Bener Meriah Gelar Zikir Akbar Peringati Maulid Nabi - LK Ara: Manfaatkan Open Stage Sebagai Wadah Mengembangkan Bakat Seni - Darwinsah Terpilih Secara Aklamasi Ketum KONI Bener Meriah - KONI Bener Meriah Laksanakan Musorkablub Pemilihan Ketua Umum Priode 2019-2023 - Puluhan Pelajar di Bener Meriah Ikuti Lomba Menulis Puisi Bahasa Gayo - Gajah Liar Kembali Rusak Rumah Warga di Pintu Rime Gayo - Pendaftaran CPNS Resmi Dibuka, Bupati Bener Meriah Himbau Masyarakat Tidak Percaya Calo - Bener Meriah Bangun Open Stage Terbesar Di Aceh - Pelantikan Sekda Bener Meriah Diwarnai Rasa Haru - Kampung Pantan Sinaku Salah Satu Daerah Penerima Program KAT -

Kesbangpol Aceh Gelar Forum Dialog Terakit Perkembangan Politik di Bener Meriah

21-11-2019 09:49:14

Redelong- Badan Kesatuan bangsa dan politik (Kesbangpol) Aceh bekerjasama dengan Kesbangpol Bener Meriah gelar kegiatan forum dialog Pemerintah dengan masyarakat dan partai politik, Rabu, (20/11/2019) di Gedung Empu Beru, Bener Meriah.

Dialog yang diikuti beberapa perwakilan organisasi di Kabupaten Bener Meriah, mengambil tema "Dengan forum dialog ini kita cari solusi, masukan dan saran Kepada pemerintah tentang perkembangan politik dalam masyarakat".

Sudarman Kabid Politik Pemerintahan dan Keamanan pada Kesbangpol Bener Meriah, yang menjadi moderator berlangsungnya forum dialog tersebut memberikan kesempatan pada setiap peserta untuk menyampaikan ide dan saran yang kemudian akan disampaikan pada pemerintah.

Suasana dialog terlihat begitu cair, karena hampir setiap peserta menyampaikan fenomena politik yang berlangsung  pada Pileg maupun Pilkada yang berlalu.

Seperti yang disampaikan Tgk Pakamuddin, dari unsur MPU Bener Meriah, perhelatan Pemilihan legislatif sangat kentara dengan pemberian sesuatu pada masyarakat pemilih.

"Kalau dulu kita mengenal istilah money politik, kalau sekarang upuh jebel politik (selimut politik), karena yang diberikan pada pemilih selimut," ujar Tgk. Pakamuddin.

Hal senada juga disampaikan, Tgk. Abdul Rahman Lamno, money politik itu bukan hal yang langka lagi terjadi saat pemilu legislatif maupun pemilukada. Karena fungsi pengawasan, penindakan seperti Panwas dan Sentra Gakumdu tidak efektif, sebut Tgk. Lamno.

Peserta lainnya Riawan, juga menyebutkan penegakan hukum bagi pelanggaran pemilu tidak maksimal. Karena setelah adapun laporan namun tidak ada eksekusi terhadap kasus pelanggaran pemilu, ungkapnya.

Ia juga menyampaikan, dewasa ini bila tanpa adanya pemberian dari pelaku politik kepada warga pemilih tingkat partisipasi pemilih mungkin hanya 30-40 persen saja.

"Padahal tanpa harus memberikan sesuatu pada pemilih, toh juga pileg atau pilkada tetap berlangsung kendati memang partisipan pemilih minim. Namun yang terpilih tentunya orang-orang pilihan," ucap Riawan.

Mewakili Kepala Kesbangpol Aceh, Kabid Poldagri Drs. Arsy M. Si, saat dikonfirmasi mengatakan, tujuan dilaksanakan forum dialog ini untuk mengakomodir saran dan ide dari peserta terkait perkembangan perpolitikan di daerah ini.

Selain itu, lanjutnya, kita juga berharap pada partai politik untuk memberikan pencerdasan baik pada kader-kader maupun pada masyarakat untuk menghindari money politik, pinta Drs Arsy.*(gn/fa)