Kelompok Tani Genap Sepakat Panen Perdana Kentang G-0, Bupati Bener Meriah Ikut Hadir - Isu Kopi Gayo Mengandung Zat Kimia, Pemkab Bener Meriah Gelar Pertemuan - CPNS dan PPPK Tahun 2019 Kabupaten Bener Meriah Diusulkan Sebanyak 287 Orang - Dinas PUPKP Bener Meriah Gelar Konsultasi Publik Tentang KLHS dan RDTR - Pondok Gajah Jadi Pilot Project Taman Desa - Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Bener Meriah Mencapai 507 Jiwa - Mahasiswa Bener Meriah Adakan Temu Ramah Dengan Sesama Mahasiswa Perantau di Sumatera Utara - Pelajar SMA di Bener Meriah Diedukasi Pencegahan Paham Radikal - Disdukcapil Bener Meriah Kekurangan Blangko E-KTP dan Tinta Cetak KIA - Diguyur Hujan, Masyarakat Tetap Antusias Saksikan Pertunjukan Rakyat Bahaya Narkoba - Bersama Diskominsa Aceh, Diskominfo Bener Meriah Gelar Pertunjukan Rakyat Bahaya Narkoba - Melalui Seni, Jauhi Narkoba - Kesbangpol Kabupaten Bener Meriah Gelar Sosialisasi Bahaya Narkoba Bagi Pelajar SMA - Mahasiswa Kedokteran Gigi Universitas Syiah Kuala Adakan Pengobatan Gratis Bagi Masyarakat Bener Meriah - Jalin Kerjasama dengan Bank Bantuan Program Kartu Petani Mulia (KPM) Tahap II Akan Segera Disalurkan -

Kelompok Tani Genap Sepakat Panen Perdana Kentang G-0, Bupati Bener Meriah Ikut Hadir

13-10-2019 17:35:01


Redelong- Bupati Bener Meriah, Tgk. H. Sarkawi didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Kadis DPUPKP,  Kabag Humas dan Perwakilan MPU Kabupaten Bener Meriah, hadiri panen perdana kentang G-0 Kelompok Tani Genap Sepakat Kampung Delung, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah.

Kampung Delung, salah satu wilayah di Kabupaten Bener Meriah sebagai penghasil komoditi kentang. Sebelumnya, penghasil komoditi kentang di daerah Kampung Rebol, Linung, Kecamatan Permata.

Pasca panen padi, masyarakat kampung Delung selalu menanam kentang. Hal itu berlangsung sudah  sejak zaman dahulu sampai saat ini. Demikian disampaikan Hamdani, anggota Kelompok Tani Genap Sepakat.

Kelompok Tani Genap Sepakat menanam bibit kentang G-0 menghasilkan kentang G-2. Kentang G-0 ditanam dilahan seluas 5000 meter persegi, dengan perkiraan mencapai 18000 kg. Hal itu disampaikan Hamdani anggota Kelompok Tani Genap Sepakat, Minggu, 13 Oktober 2019.

Menurut Hamdani, dengan luas 5000 m persegi dan bibit mencapai 18000 kg menghabiskan modal mencapai 100 juta rupiah. 

"Modal tersebut dihitung mulai dari pengolahan lahan, bibit sampai perawatan dan biaya ongkos panen," jelas Hamdani.

Ia berharap, harga kentang dapat meningkat dari harga sekarang yang hanya berkisar antara 4500 sampai 5000 karena harga pupuk dan obat-obatnya sangat mahal, " pintanya.

Pada kesempatan itu, Bupati Bener Meriah Tgk. H. Sarkawi menyampaikan, tahun 2020 Pemerintah daerah insya Allah akan menganggarkan untuk screen house (penangkaran bibit) kentang. Hal itu agar petani bisa mendapatkan bibit unggul dengan biaya yang tidak terlalu besar, kata Sarkawi.

"Selama ini kita membeli bibit dari luar seperti dari Bandung yang secara hitung-hitungan pasti kostnya sangat besar karena di samping harga bibit mahal petani juga harus mengeluarkan ongkos kirim," sampai Abuya Sarkawi.

Orang nomor satu di Kabupaten di Atas Awan itu, langsung melakukan panen perdana kentang yang didampingi Kepala dinas pertanian, Ir. Abadi dan masyarakat kampung Delung.

"Hasilnya sangat luar biasa perbatang menghasilkan 2,5 sampai 3,5 kilogram".

Kentang yang dipanen tersebut langsung ditimbang. Luas lahan 5000 meter persegi bisa ditanam 18.000 buah bibit dengan rata-rata hasil 2,5 kg perbatang maka akan menghasilkan 45.000 kg .

Tentunya, hasil tersebut merupakan hasil yang maksimal dan ini adalah karunia yang harus kita syukuri. Untuk itu perlu pengerjaan dengan managemen yang baik dan keseriusan serta keyakinan agar hasil yang diperoleh juga maksimal, ungkap Bupati.

Dalam kesempatan itu, Bupati Sarkawi, juga turut mengingatkan tentang kopi. Yang menurutnya jangan terpengaruh dengan isu negatif. Kita berkeyakinan kopi Gayo adalah yang terbaik didunia bahkan eksportir tidak ada masalah, tegasnya.*(gn/fa).