KTNA Bener Meriah Gelar Musda Periode 2019-2024 - Kampung Pantan Sinaku Salah Satu Daerah Penerima Program KAT - MPU Bener Meriah Muzakarah Tentang Hukum Hibah dan Wasiat - SMK Negeri 5 Bener Meriah Kembangkan Inovasi Cascara Kopi - Bukit Oregon Tingkem Siap Dikembangkan Jadi Destinasi Wisata - Ribuaan Jamaah Hadiri Zikir Akbar Rateb Seribe Di Pondok Baru - Pemkab Bener Meriah Kerja Sama Pengolahan Sampah Jadi Pupuk - Kunjungi Puncak Oregon Tingkem, Bupati dan Anggota DPRK Bener Meriah Takjub - Silaturrahmi Eksekutif dan Legislatif Bener Meriah Diskusi Bahas Pembangunan - Bupati Bener Meriah: Membangun Tanpa Data Bagai Berjalan Tanpa Tujuan - Milenial Bener Meriah Ditingkatkan Kesadaran Bela Negara - Inovasi PRK Kampung Pondok Gajah Hendak Diadopsi Disdukcapil Pidie Jaya dan Gayo Lues - Bupati Bener Meriah: Santri Berkontribusi Rawat Perdamaian Dunia - BKMT Bener Meriah Pengajian Akbar ke-4 di Kecamatan Permata - Sesuai SE Mendagri RI, Bupati Himbau Masyarakat Bener Meriah Doa Bersama -

KTNA Bener Meriah Gelar Musda Periode 2019-2024

06-11-2019 11:31:04

Redelong- Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Bener Meriah gelar Musyawarah daerah (Musda), untuk pemilihan ketua  KTNA periode 2019-2024, Senin, (4/10/2019) di Aula Sekdakab Bener Meriah.

Proses pemilihan ketua KTNA Bener Meriah dengan sistem voting. Sugeng mewakili dapil II yang meliputi Kecamatan Wih Pesam, Bukit dan Bandar berhasil memproleh 12 suara dari 24 suara hak pemilih.

Sementara di urutan ke dua diraih Wan Jasmani dengan 7 suara dari perwakilan dapl III yang meliputi Kecamatan Bener Kelipah, Permata, Mesidah, dan Syiah Utama. Sedangkan urutan ketiga diraih Aldi Sultan dengan 4 Suara mewakili dapil I meliputi Kecamatan Pintu Rime Gayo, Gajah Putih, dan Timang Gajah. 

Dengan perolehan suara terbanyak, Sugeng di tetapkan sebagai Ketua KTNA Bener Meriah periode 2019-2024. Sementara Wan Jasmani dipercayakan menjadi Bendahara, dan Aldi Sultan sebagai Sekretaris. Selain itu, Buharhanuddin, SP  ditunjuk sebagai wakil ketua I, dan wakil ketua II Jum Khiri. 

Pengurus KTNA Bener Meriah yang baru tersebut, dilantik perwakilan KTNA Aceh Junaidi, SP yang turut dihadiri Bupati Bener Meriah Tgk. H. Sarkawi, Ketua DPRK  Sementara Darwinsah, Asisten I Drs. Muklis, Asisten II Abdul Muis, Kepala Dinas Pertanian Ir. Abadi Kepala Dinas Koperasi Sayutiman, Kepala Dinas Perdagangan Miharbi Metro, dan beberpa Camat serta para penyuluh pertanian.

Masa pengurusan KTNA Bener Meriah, sebenarnya sudah berakhir pada 2017 yang lalu. Namun kendati tak berpegang SK terbaru para pengurus KTNA Bener Meriah tetap berjalan sehingga acara Musda KTNA dapat terlaksana hari ini, ungkap Ir Abadi saat menyampaikan laporannya.

Lanjutnya, KTNA adalah merupakan suatu organisasi independen yang berorientasi pada pengembangan bidang nelayan dan pertanian, kata Abadi.

Sementara itu mewakili ketua KTNA Aceh, Junaidi dalam sambutanya menyampaikan, keberadaan KTNA adalah merupakan mitra pemerintahan khususnya disektor nelayan dan pertanian. 

Kita berharap, tambahnya, dengan terpilihnya pengurus KTNA Bener Meriah yang telah dilaksanakan melalui Musda tadi pagi, dapat meningkatkan komoditi andalan sehingga Bener Meriah menjadi barometer  ke depan dalam sektor pertanian yang handal baik tingkat Provinsi maupun tingkat Nasional.

Sementara, dalam arahannya Bupati Bener Meriah, Tgk. H. Sarkawi menyampaikan, kita sangat mengapresiasi Musda KTNA Bener Meriah dan terpilihnya pengurus yang baru, kita juga mengucapkan terima kasih pada pengurus KTNA sebelumnya. 

Sarkawi menambahkan, keberadaan KTNA Bener Meriah nantinya dapat menjadi energi baru meningkatkan sektor pertanian di daerah ini yang juga akan berkolaborasi dengan para penyuluh. 

Orang nomor satu di Kabupaten Bener Meriah itu menerangkan, untuk saat ini ada dua persoalan klasik yang kita hadapi yaitu Kualitas barang kita dan kontinuitas.

"Jadi tidak ada artinya kita dihargai secara nasional kalau tanpa kualitas dan kontinuitas barang kita, karena ketika barang kita diminati namun kita tidak dapat memenuhinya juga tidak ada artinya, begitu juga kalau tanpa kualitas orang lain tidak akan menerima barang kita," tutur Abuya Sarkawi.

Oleh karena itu, yang perlu di pikirkan adalah kualitas barang, pemasaran, dan juga petaninya. Segitiga tersebut yang selalu harus berkolaborasi. Tugas kita yaitu untuk mensingkronkaketiganya, sebut Tgk. Sarkawi.* (gn).