Isu Kopi Gayo Mengandung Zat Kimia, Pemkab Bener Meriah Gelar Pertemuan - CPNS dan PPPK Tahun 2019 Kabupaten Bener Meriah Diusulkan Sebanyak 287 Orang - Dinas PUPKP Bener Meriah Gelar Konsultasi Publik Tentang KLHS dan RDTR - Pondok Gajah Jadi Pilot Project Taman Desa - Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Bener Meriah Mencapai 507 Jiwa - Mahasiswa Bener Meriah Adakan Temu Ramah Dengan Sesama Mahasiswa Perantau di Sumatera Utara - Pelajar SMA di Bener Meriah Diedukasi Pencegahan Paham Radikal - Disdukcapil Bener Meriah Kekurangan Blangko E-KTP dan Tinta Cetak KIA - Diguyur Hujan, Masyarakat Tetap Antusias Saksikan Pertunjukan Rakyat Bahaya Narkoba - Bersama Diskominsa Aceh, Diskominfo Bener Meriah Gelar Pertunjukan Rakyat Bahaya Narkoba - Melalui Seni, Jauhi Narkoba - Kesbangpol Kabupaten Bener Meriah Gelar Sosialisasi Bahaya Narkoba Bagi Pelajar SMA - Mahasiswa Kedokteran Gigi Universitas Syiah Kuala Adakan Pengobatan Gratis Bagi Masyarakat Bener Meriah - Jalin Kerjasama dengan Bank Bantuan Program Kartu Petani Mulia (KPM) Tahap II Akan Segera Disalurkan - Aparatur Kampung di Bener Meriah Diikutsertakan Sebagai Peserta BPJS Ketenagakerjaan -

Isu Kopi Gayo Mengandung Zat Kimia, Pemkab Bener Meriah Gelar Pertemuan

13-10-2019 17:33:22

Redelong- Isu Kopi Gayo mengandung zat kimia glyphosate berakibat penolakan beberapa buyer Eropa. Hal itu diketahui setelah Rahmah, Ketua Koperasi Ketiara menyampaikan pada publik  yang  dimuat di beberapa media di Aceh.

Isu tersebut menjadi perhatian serius kalangan di Dataran Tinggi Gayo. Baik dari kalangan aktivis, legislatif, eksekutif, maupun masyarakat Bener Meriah.

DPRK Bener Meriah telah menyurati Bupati Bener Meriah agar menangani masalah kopi Gayo yang ditandatangani Ketua DPRK sementara Darwinsah.  Dalam poin surat tersebut, agar pemerintah Kabupaten Bener Meriah  mengambil langkah-langkah konkrit dalam penangan kopi Gayo. Hal itu mengingat kopi adalah merupakan produk andalan kabupaten Bener Meriah dan merupakan salah satu komoditi ekspor nasional. Perlu penangan yang ekstra cepat untuk mengantisipasi turunnya harga jual di tingkat masyarakat. 

Menangapi hal tersebut, Bupati Bener Meriah Tgk. H. Sarkawi, Sabtu, (12/10/2019) menyampaikan telah memerintahkan Kepala Dinas Pertanian Bener Meriah untuk mengumpulkan stakeholder termasuk semua koperasi yang bergerak di eksportir bidang kopi yang ada di Bener Meriah. 

"Kemungkinan hari Senin kita akan membahas hal ini dengan semua stakeholder dan para koperasi yang ada di daerah ini."

Pertemuan itu berujuan untuk menyamakan persepsi dan kegiatan menangani isu yang berkembang ini antara pelaku kopi dan pemerintah, kata Tgk. H. Sarkawi.

Sebelumnya, Bupati Bener Meriah  melalui Kabag Humas Wahidi menyampaikan  beberapa hal , di antaranya:  1. Bupati Bener Meriah pastikan tidak ada masalah dengan kopi gayo;  2. Satu koperasi tidak bisa dianggap mewakili keadaan kopi gayo Bener ameriah; 3. Sampai saat ini tidak  ada masalah dengan ekspor kopi gayo; 4. Pernyataan salah satu koperasi adalah menjadi evaluasi bagi kita untuk terus memberdayakan penyuluh kita di lapangan, agar mensosialisasikan secara terus menerus kepada masyarakat guna terus meningkatkan kwalitas kopi; 5. Menghimbau kepada  semua pihak agar tidak menyebarkan info negatif tentang kopi yang dapat meresahkan masyarakat; 6.  Pemerintah akan terus berkoordinasi dengan semua pihak terkait dengan  kopi gayo.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Bener Meriah, Ir. Abadi saat dikonfirmasi menyampaikan, untuk saat ini dia telah menghubungi koperasi untuk membahas menyakut persolan isu yang  menerpa kopi Gayo.

"Kita telah menghubungi saudara Jumhur, pemilik salah satu koperasi di Bener Meriah untuk mengkonfirmasi pada semua koperasi di Bener Meriah yang bergerak di bidang eksportir kopi menyangkut waktu dan kesiapan mereka," kata Abadi.

Kata Abadi, setelah komunikasi yang kita lakukan maka hari Senin, 14 Oktober akan dilaksanakan diskusi membahas persoalan yang menyangkut Kopi Gayo. 

"Tadi mereka sudah menyampaikan bahwa ada 6 koperasi di Bener Meriah akan hadir dan juga dua koperasi dari Aceh Tengah yakni Baburayan dan Ketiara," ujar Abadi.*(gn/fa).