DPRK Bener Meriah Bahas Penanganan Covid-19 - Sekalipun UN Dibatalkan, Kadis Pendidikan Imbau Siswa Tetap Fokus Belajar - Satu ODP dari Bener Meriah, Batal Dirujuk ke RSUD Cut Meutia - Antisipasi Dampak Covid-19, DPRK Bener Meriah Tinjau Ketersediaan Kebutuhan Bahan Pokok - Bupati Bener Meriah Hentikan Kegiatan Yang Menghimpun Keramaian - Penanganan Pencegahan Covid-19, Pemkab Bener Meriah Anggarkan 4 Milyar Lebih - Antisipasi Penyebaran Covid 19 Pemkab Bener Meriah Tutup Pemandian Umum Air Panas - MPU Bener Meriah Imbau Tunda Kegiatan Keagamaan - Anggaran di Bener Meriah Akan Direvisi untuk Penanganan Covid-19 - Polres Bener Meriah Patroli Imbau Masyarakat Tetap Waspada Covid-19 - Di Bener Meriah 6 Orang ODP, 1 Orang Telah Dirujuk Ke RSUD Cut Mutia - Terkait Wabah Covid 19, Masuk ke Bener Meriah Kini dilakukan Pemeriksaan - Guru dan Siswa SMAN Unggul Binaan Bener Meriah Ikuti Pelatihan Literasi - Anggota DPRK Bener Meriah Minta Pelaku Eksportir Kopi Jujur Terhadap Petani Menyangkut Harga - Masyarakat Bener Meriah Laksanakan Shalat Jumat Seperti Biasanya -

DPRK Bener Meriah Bahas Penanganan Covid-19

24-03-2020 20:00:00


Redelong, InfoPublik- Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Bener Meriah  rapat perdana bahas pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19) di wilayah Bener Meriah, Selasa (24/3/2020) 

Rapat tersebut berlangsung di ruang offrum DPRK Bener Meriah yang dipimpin Wakil I DPRK Bener Meriah Tgk Husnul Ilmi dan Wakil II Anwar dan dihadiri anggota DPRK Bener Meriah di antaranya, Andi Sastra, Edy Julkifli, Sofyan, Yuzmuha, Baitul Hakim, Muhammad, Herman Ramli, Salwani, Sapri Gumara, Darussalam dan Wen Kusumandana Mimija. 

Rapat dihadiri juga Kabag Hukum DPRK Bener Meriah Rais Abidin SH, Kasubag Keuangan DPRK Bener Meriah dan beberapa staf lainnya.   

Dalam rapat itu, para anggota DPRK Bener Meriah mengusulkan beberapa pertimbangan dan masukan kepada pimpinan terkait langkah-langkah yang akan ditempuh lembaga kehormatan itu untuk mengantisipasi pencegahan penyebaran wabah virus corona (Covid-19).

Salah satunya seperti disampaikan anggota DPRK Andi Sastra, pihak eksekutif dan legislatif perlu mengambil langkah-langkah yang konkrit mengantisipasi pencegahan virus corona. 

Andi Sastra mengusulkan agar rapat efesien alangkah baiknya menghadirkan dinas-dinas terkait penanganan covid-19 ini. Seperti menyangkut anggaran, maka kita harus memangil Dinas Keuangan. Menyangkut APD kita harus panggil Dinas Kesehatan dan Pihak RSUD Munyang Kute. 

Selain itu, dalam penanggulangan bencana,  perlu menghadirkan BPBD dan Dinas Sosial. Hal itu agar langkah dan kebijakan yang akan ditempuh selaras antara eksekutif dan legislatif, kata Ketua Partai Hanura Bener Meriah itu. 

Sedangkan Yuzmuha menyampaikan, secara resmi lembaga kehormatan ini belum melakukan langkah untuk mengantisipasi Covid 19. Jadi melalui rapat yang dilaksanakan hari ini paling tidak dasar awalnya sudah tergambarkan. 

 Menurut Yuzmuha, DPRK Bener Meriah sejauh ini agak terlambat turut serta melakukan tindakan secara lembaga pencegahan covid 19. Secara lembaga, belum pernah melakukan pembahasan penanganan covid 19.

Karena, sambung Politisi Partai Aceh (PA) itu, yang menjadi perhatian serius bukan hanya wabah covid 19, namun juga dampak ekonomi masyarakat perlu diantisipasi. 

“Seperti kemarin, kita DPRK telah turun ke gudang Bulog untuk memantau ketersedian beras. Lain itu, kita juga harus memastikan kebutuhan-kebutuhan lain tersedia di pasar," ujar Yuzmuha. 

Yuzmuha meluruskan apa yang disampaikan oleh Wakil II DPRK Bener Meriah Anwar. Yuzmuha mengatakan selama ini bersama forkopimda plus sudah beberapa kali turun ke lapangan, termasuk keliling ke Cemparam, Kecamatan Mesidah. Keliling ke Samar Kilang, Kecamatan Syiah Utama untuk mensosialisasikan terkait antisipasi  pencegahan virus corona. 

"Memang kita mengakui ada suatu kekurangan Pemerintah daerah, di mana kita mensosialisasikan tapi kita tidak memberikan sesuatu seperti memberikan masker, sabun pencuci tangan. Mungkin itu yang terlambat kita lakukan. Tetapi kalau sosialisasi saya rasa kita sudah memulainya beberapa hari yang lalu," kata Yuzmuha.

Yuzmuha melanjutkan apa yang telah disosialisasikan, memang secara resmi dari lembaga legislatif itu, belum dilaksanakan. 

Dalam Kesempatan itu Ketua Partai Gerindara Bener Meriah Anwar juga menawarkan  solusi pada anggota DPRK, apabila perlu anggota DPRK Bener Meriah turun ke daerah pilihan (Dapil) masing-masing untuk mensosialisasikan pencegahan Covid 19. 

Anggota DPRK lainnya Edy Julkifli juga mengharapkan, DPRK Bener Meriah juga harus punya keputusan bersama. Jadi dasar keputusan bersama itu, nantinya yang dilaksanakan ke masyarakat walaupun kita hanya sekedar mensosialisasikan, kata ketua PNA Bener Meriah.

Ketua PNA Bener Meriah itu menambahkan, dalam penanganan covid-19, perlu melibatkan instansi terkait seperti Dinas Kesehatan, Keuangan agar apa yang dibahas dalam rapat tidak mengambang. 

Lain halnya, Sapri Gumara mengatakan, ketika turun ke masyarakat, banyak hal yang dititipkan masyarakat kepada anggota dewan selaku wakil rakyat. Seperti kebutuhan mereka, di mana Pemerintah telah melarang beraktifitas di luar rumah, namun solusi kebutuhan pokok sejauh ini belum diberikan.

Seperti diketahui, di Bener Meriah sebahagian masyarakat kerjanya untuk kebutuhan sehari-hari. Kalau mereka tidak bekerja, lantas apa yang akan meraka makan. Untuk itu perlu bersama-sama juga memikirkan solusi tersebut, papar Ketua Partai Demokrat Bener Meriah itu. (gn/fa/diskominfo-bm).