Bupati Bener Meriah: Santri Berkontribusi Rawat Perdamaian Dunia - BKMT Bener Meriah Pengajian Akbar ke-4 di Kecamatan Permata - Sesuai SE Mendagri RI, Bupati Himbau Masyarakat Bener Meriah Doa Bersama - Air Terjun Tansaran Bidin Bener Meriah Masuk Nominasi Surga Tersembunyi Terpopuler API 2019 - Pemkab dan DPRK Bener Meriah Siap Susun Rancangan Qanun Perlindungan Kopi Arabika Gayo - Sekda Aceh Kunjungan Kerja Ke Bener Meriah: ASN Jangan Mengeluh - Bupati Bener Meriah Lantik Pejabat Eselon II, III, dan IV - Menangkal Isu Negatif Terhadap Kopi Arabika Gayo, DPRK Bener Meriah Ngopi Bersama - Bupati Bener Meriah: Tak Ada Masalah Dengan Ekspor Kopi dari Bener Meriah - Kelompok Tani Genap Sepakat Panen Perdana Kentang G-0, Bupati Bener Meriah Ikut Hadir - Isu Kopi Gayo Mengandung Zat Kimia, Pemkab Bener Meriah Gelar Pertemuan - CPNS dan PPPK Tahun 2019 Kabupaten Bener Meriah Diusulkan Sebanyak 287 Orang - Dinas PUPKP Bener Meriah Gelar Konsultasi Publik Tentang KLHS dan RDTR - Pondok Gajah Jadi Pilot Project Taman Desa - Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Bener Meriah Mencapai 507 Jiwa -

Bupati Bener Meriah: Santri Berkontribusi Rawat Perdamaian Dunia

22-10-2019 16:35:22

Redelong- Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Ke-V tahun 2019 di Kabupaten Bener Meriah yang dipusatkan di Lapangan Babussalam, Simpang Tiga-Redelong, Selasa (22/10/2019) diwarnai dengan pertunjukan seni dan bela diri dari para santri.

Para santri dari beberapa dayah (pesantren) se-Kabupaten Bener Meriah menampilkan seni di antaranya didong, saman, pidato bahasa Jepang, atraksi Pencak Silat. 

Selain itu, HSN di Bener Meriah juga disemarakkan dengan pemberian hadiah pada santri yang dapat menjawab pertanyaan yang diberikan Bupati Bener Meriah, Ketua MPU, Wakil Ketua DPRK Bener Meriah, dan Pltm Sekda Bener Meriah.

HSN di Bener Meriah diawali dengan pelaksanaan upacara. Dalam amanat upacara, Bupati Bener Meriah menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo melalui Kepres No 22 Tahun 2015 telah menetapkan tiap 22 Oktober sebagi Hari Santri Nasional.

Peringatan Hari Santri pada tahun 2019 ini mengusung tema "Santri Indonesia Untuk Perdamaian Indonesia".  Isu perdamaian diangkat berdasarkan fakta bahwa sejatinya pesantren adalah laboratorium perdamaian; pesantren merupakan tempat menyemai ajaran Islam rahmatanlil 'allamin; Islam ramah dan moderat dalam beragama. 

Tambah Sarkawi, moderat dalam beragama sangat penting bagi masyarakat yang plural dan multikultural. Dengan cara seperti inilah keragaman dapat disikapi dengan bijak serta toleransi dan keadilan dapat terwujud.

"Semangat ajaran inilah yang dapat menginspirasi santri untuk berkontribusi merawat perdamaian dunia," jelas Sarkawi.

Sarkawi memaparkan bahwa setidaknya ada 9 dasar kenapa pesantren layak disebut sebagai laboratorium perdamaian. Karena kesadaran harmoni beragama dan berbangsa, metode mengaji dan mengkaji, para santri biasa diajarkan khidmah (pengabdian), pendidikan kemandirian, gerakan komunitas seperti kesenian dan sastra tubuh, lahirnya beragam kelompok, merawat khazanah kearifan lokal, prinsip maslahat, dan penanaman spiritual.

Pada peringatan HSN ke-V di Bener Meriah, para peserta laki-laki mengenakan kain sarung dan baju putih, sedangkan para perempuan mengenakan baju muslimah. Sarung dan baju putih itu tidak hanya dikenakan oleh kalangan santri, juga dikenakan forkopimda-forkopimda plus di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Bener Meriah.* (gn/fa)