Bupati Bener Meriah Launcing Kampung Damaran Baru Sebagai Eco Village - Istri Plt. Gubernur Aceh Ikut Memeriahkan Fiesta Lomba Panen Kopi di Bener Meriah - Puluhan Mobil Hias Ikuti Karnaval Feista Panen Kopi Gamifest 2019 di Bener Meriah - Piala Juara 1 API Awards untuk Air Terjun Tansaran Bidin Diserahkan Kepada Bupati Bener Meriah - Bupati Bener Meriah Buka Secara Resmi Festival Guel Gamifest 2019 - TP-PKK Kecamatan Dihimbau Berperan Aktif Dampingi Program-Program Pemerintah - 21 Sanggar Se-Aceh Ikut Festival Tari Guel di Bener Meriah - Konflik Gajah Dengan Manusia Tak Kunjung Selesai, Bupati Minta BKSDA Cari Solusi - Kesbangpol Aceh Gelar Forum Dialog Terakit Perkembangan Politik di Bener Meriah - BPBD Bener Meriah Ikuti Jambore Penanggulangan Bencana - Pemkab Dan Kejari Bener Meriah Jalin Kerjasama Bantuan Hukum Perdata dan TUN - Syech Muhammad Nasir Pimpin Zikir Akbar Peringati Maulid Nabi Muhamad - Ini Nama-Nama Juara Lomba Menulis Puisi Bahasa Gayo Tingkat Pelajar SMP Dan SMA - Pemkab Bener Meriah Gelar Zikir Akbar Peringati Maulid Nabi - LK Ara: Manfaatkan Open Stage Sebagai Wadah Mengembangkan Bakat Seni -

Bupati Bener Meriah Launcing Kampung Damaran Baru Sebagai Eco Village

25-11-2019 12:00:39

Redelong- Kampung Damaran Baru yang berada di Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah merupakan daerah kedua di Indonesia mengembangkan Kampung wisata alam (Eco Village).

Damaran Baru menjadi sebagai Eco Village dalam rangka peningkatan ekonomi masyarakat kampung tersebut. Melalui pengembangan kampung wisata alam (eco village) berbasis perlindungan kawasan hutan lindung dengan skema hutan desa yang telah diberi izin Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan nomor SK- 9343/MenLHK/PSKL/PKPS/PSLO/11/2019 seluas 251 hektar.

Bupati Bener Meriah dalam sambutannya pada Launching Eco Village Kampung Damaran Baru, Minggu (24/11/2019 ) mengatakan, Kampung Damaran Baru yang terletak di bawah kaki gunung Burni Telong merupakan salah satu kawasan rawan bencana alam.

"Beberapa tahun lalu, kampung ini diterjang banjir bandang akibat perambahan hutan ".

Untuk itu, dengan dijadikan Kampung Damaran Baru sebagai Eco Village (kampung wisata alam), pemerintah  kampung harus menjaga dan merawaz kawasan ini.

"Tidak cukup hanya sekedar seremoni, tetapi lebih dari itu harus melestarikan dan menjaga ekosistem kawasan hutan lindung ini dengan tidak menebang pohon," tegas Sarkawi.

Dalam kesempatan itu, orang nomor satu di Bener Meriah itu meminta Pemerintah Kampung Damaran Baru untuk mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk menunjang Eco Village termasuk kebutuhan modal usaha guna kesejahteraan masyarakat.

"Mumpung ibu Dyah Erti Idawati, istri Plt telah menyatakan kesediaannya dalam membatu baik modal maupun  menata kampung ini menjadi lebih indah dan baik," tutur Sarkawi.


Sebelumya, Istri Plt Gubernur Aceh Dyah Erti Idawati mengatakan kekagumannya dengan Kampung Damaran Baru. Pasalnya kampung tersebut sangat potensial dijadikan desa wisata.

Dyah juga menyampaikan kesediaanya untuk memberikan modal kepada masyarakat pelaku usaha di Kampung tersebut. Bahkan Dosen Arsitektur itu menyatakan kesediaannya untuk mengarsiteki dan menata Damaran Baru agar semakin tertata dan indah. 

Sementara itu, Abdulah, Reje (Kepala) Kampung Damaran Baru, mengatakan terwujudnya Kampung Damaran Baru sebagai Eco Village merupakan kerja keras masyarakat Damaran Baru dan Yayasan Hutan, Alam dan Lingkungan Aceh (Haka), sebutnya, Minggu (24/11/2019 ).

Ia juga menuturkan, masyarakat Damaran Baru tergolong masyarakat yang pekerja keras dan gigih. Karena ketika masyarakat di daerah lainnya masih tidur, warga Damaran Daru sudah bekerja mengolah tahu untuk didistribusikan ke pasar baik di Bener Meriah maupun ke Kabupaten Aceh Tengah. *(gn/fa).