Bertambah, Total 17 OPD Covid-19 di Bener Meriah - Bupati Cemaskan Arus Balik ke Bener Meriah - Tim Gugus Tugas Covid-19 Bener Meriah Semprot Disinfektan di 9 Kecamatan - Bupati Bener Meriah Terima Bantuan Bank Aceh Bener Meriah - Antisipasi Covid-19 Kantor DPRK Bener Meriah Berlakukan Masuk Sistem Satu Pintu - Bupati Bener Meriah Turut Berduka Cita Atas Wafatnya Ibunda Presiden Jokowi - Direktur RSUD Munyang Kute Khawatirkan Penyebaran dan Penanganan Wabah Covid-19 di Bener Meriah - Sosialisasikan Social Distancing, Bupati Bener Meriah, Pertanian adalah Pilihan Utama - Cara Masyarakat Dataran Tinggi Gayo Terapkan Social Distancing - ODP di Bener Meriah Bertambah Jadi 15 Orang - Brimob Kompi 3 Batalyon B dan Sat Sabhara Polres Bener Meriah Lakukan Penyemprotan Disinfektan - DPRK Bener Meriah Bahas Penanganan Covid-19 - Sekalipun UN Dibatalkan, Kadis Pendidikan Imbau Siswa Tetap Fokus Belajar - Satu ODP dari Bener Meriah, Batal Dirujuk ke RSUD Cut Meutia - Antisipasi Dampak Covid-19, DPRK Bener Meriah Tinjau Ketersediaan Kebutuhan Bahan Pokok -

Bertambah, Total 17 OPD Covid-19 di Bener Meriah

26-03-2020 19:20:56


Redelong- Bupati Bener Meriah, Aceh, Tgk. H. Sarkawi, didampingi Dandim 0106 Aceh Tengah/Bener Meriah, Ketua MPU Bener Meriah, dan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 mengumumkan Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Bener Meriah bertambah 2 orang. 
 
Hal itu disampaikan Tgk. H. Sarkawi pada usai melakukan penyemprotan disinfektan ke sarana-sarana ibadah, Kamis (26/3/2020) di Posko Siaga Covid-19 BPBD Bener Meriah.

“Sebelumnya ODP di Bener Meriah berjumlah 15 orang. Hari ini bertambah 2 orang sehingga jumlah ODP di Bener Meriah mencapai 17 orang,“ kata Tgk. H. Sarkawi.

“Keseluruhan ODP yang berjumlah 17 orang yang baru datang dari luar daerah adalah warga Bener Meriah. Mereka ada yang datang dari Jakarta, Surabaya, Bandung dan beberapa kota besar lainnya. Mereka sudah dideteksi memiliki gejala-gejala awal yang mengarah ke Covid-19," imbuh Bupati Bener Meriah.

Bupati menambahkan keluhan ODP tersebut rata-rata mengeluhkan gejala demam, panas, batuk. "Terhadap mereka, kita melakukan pendampingan di kampung masing-masing," ujar Bupati. 

Bupati Bener Meriah  juga mengabarkan bahwa salah seorang ODP yang sempat dirawat di RSUD Munyang kute, hari ini telah dipulangkan ke keluarga tetapi masih diisolasi mandiri di rumahnya.

Pemerintah bekerjasama dengan semua pihak, baik dengan Forkompinda plus, baik dari unsur TNI, Polri, unsur ulama, Satpol PP dan seluruh Tim Gugus Tugas sudah bekerja melakukan beberapa hal. Di antaranya sudah melakukan sosialisasi secara masif kepada publik  (masyarakat), juga telah melakukan penyemprotan disinfektan secara umum seperti sarana ibadah dan fasilitas umum lainnya, kata Sarkawi.

"Kita juga telah mengalokasi anggaran sebesar 4 milyar untuk mencukupi APD (Alat Pelindung Diri) para petugas di lapangan. Kita juga membentuk posko di lapangan, seperti di Km 35, Permata, dan di Bandara Rembele. Semuanya itu untuk mendeteksi arus masuk ke Bener Meriah yang berasal dari daerah terpapar," terang Sarkawi.

Bupati Bener Meriah sempat ditanya apakah setiap warga yang baru masuk ke Bener meriah akan diisolasi. Sarkawi menerangkan bahwa tujuan pemeriksaan di Pos Perbatasan Bener Meriah adalah untuk melihat yang memiliki gejala awal. Artinya untuk gejala awal saja yang dilakukan pemantauan khusus. (gn/fa/diskominfo-bm)