Pansel Serahkan Berkas 15 Calon Anggota KIP Bener Meriah - TMMD Ke 103, Kodim 0106 Aceh Tengah Bener Meriah Buka Jalan Sepanjang 5.500 Meter - KORPRI Bener Meriah Gelar Porda ASN 2018 - Danrem dan Plt Bupati Bener Meriah Tinjau Lokasi TMMD 103 - Plt Bupati Bener Meriah Wisuda 1140 Santri - Pemuda Pancasila Bandar Serahkan Bantuan Tsunami Palu Donggala - Pemkab Bener Meriah Ikuti Sidang APBK Perubahan Dengan DPRK - Sebanyak 256 Orang Ikuti MTQ Ke-7 Bener Meriah - Sebanyak 11 Juta lebih Pemkab Kumpulkan Dana Korban Untuk Palu - Abuya Syarqawi Akan Buka MTQ Ke-7, Ini Jadwalnya - Peringatan Milad Dayah Terpadu Bustanil Arifin Ke 18 - Kemenag Bener Meriah Gelar Bimbingan Perkawinan Pra Nikah - Pemkab Bener Meriah Fasilitasi Roadshow KPK, Gerak Aceh Dan Gerak Gayo - Sistem Informasi Desa (SID) Penunjang Potensi Desa - Pelayanan Adminduk di Bener Meriah Kembali Normal -

Hari Kebangkitan Nasional Energi untuk Kejayaan Bangsa

22-05-2018 12:09:19

JAKARTA - Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada 21 Mei, adalah momentum bersejarah bagi bangsa Indonesia. Sebab di tanggal itu geliat persatuan dan juga angin nasionalisme mulai berhembus. Itu yang kemudian jadi bahan bakar kemerdekaan Indonesia.

Demikian disampaikan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo saat membacakan pesan hari Kebangkitan Nasional dari Menteri Komunikasi dan informasi Rudiantara di acara peringatan Hari Kebangkitan Nasional di Jakarta, Senin (21/5). Menurut Tjahjo, salah satu kata kunci dalam Hari Kebangkitan Nasional adalah persatuan serta kesadaran akan nasionalisme.  Itu pula yang kemudian jadi modal atau bahan bakar bagi bangsa Indonesia bahu membahu memerdekakan diri dari penjajahan.

"Ada poin -poin yang ingin saya sampaikan bahwa bersatu adalah kata kunci ketika ingin mencapai sebuah cita-cita yang sangat mulia. Lalu pada saat yang sama tantangan yang menghadang di depan kita pada saat itu. Budi utomo dan kawan-kawan memberi contoh bagaimana berkumpul dan terorganisasi menggerakkan mengkoordinasikan dan pemulihan asal usul akhirnya bisa mendorong tumbuhnya semangat nasionalisme yang menjadi bahan bakar utama kemerdekaan kita," tutur Tjahjo.

Saat ini setelah kemerdekaan diraih, kata dia, bangsa Indonesia telah menjadi bangsa yang mandiri, yang merdeka mengelola sumberdaya yang dimilikinya. Bangsa Indonesia, punya sumber daya alam. Juga sumber daya manusia yang melimpah. Pun berbagai inovasi telah lahir. Percepatan pembangunan juga telah dilakukan, bersama dengan pemangkasan birokrasi. Namun ia tetap melihat, spirit yang dulu dicetuskan pada 21 Mei seabad yang lalu tetap dirawat. Dijadikan inspirasi, agar bangsa ini lebih maju lagi. Semangat kebangkitan adalah energi yang dahsyat untuk membawa sebuah kejayaan bagi negara.

"Apalagi kini ketika kita jauh dan lebih siap tidak berkekurangan SDA, SDM yang melimpah," katanya.

Pemerintah Jokowi dan Jusuf Kalla  sendiri dengan Nawacitanya, lanjut Tjahjo punya visi untuk meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia. Salah satunya  melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan. Visi itu yang selalu ditekan Presiden Jokowi. "  Melalui membangun manusia yang terampil dan terdidik pemerintah ingin meningkatkan daya saing ekonomi secara simultan dalam upaya peningkatan kapasitas SDM," katanya.

Oleh karena itu kata Tjahjo, tema Harkitnas (Hari Kebangkitan Nasional) tahun ini mengambil tema  pembangunan SDM dalam  memperkuat pondasi Indonesia di era digital. Ia minta  peringatan Kebangkitan Nasional yang jatuh pada 20 Mei mesti dimaknai dengan baik oleh semua elemen bangsa. Semua elemen bangsa harus menjadikan hari Kebangkitan Nasional sebagai momentum untuk mengembangkan diri dan peluang kapasitas yang dibuka oleh berbagai pihak, baik pemerintah, badan usaha maupun kelompok masyarakat itu sendiri.

"Pengembangan SDM juga harus diletakkan dalam konteks pemerataan dalam pengeertian kewilayahan agar bangsa ini bangkit secara bersama -sama dalam rangka kebangsaan Indonesia," katanya.

Karena itu Presiden Jokowi dalam berbagai kesempatan, kata Tjahjo selalu mendorong khususnya dunia pendidikan harus bekerja sama dengan dunia industri dan bisnis. Sehingga dunia pendidikan bisa membuat  terobosan baru. Terutama dalam pendidikan vokasi.

"Mari kita bersama-sama kita jauhkan dunia ini dari para pemecah belah dari konten- konten yang negatif agar anak-anak kita, masyarakat kita bebas untuk selalu berekspresi dan mendapatkan manfaat dari berbagai perkembangan zaman yang ada," katanya.

Tjahjo pun kemudian mengutip pepatah Aceh. Katanya, pepatah Aceh mengatakan pikulan satu dipikul berdua rapat- rapat seperti biji timun suri. "  Artinya kita harus menjaga persatuan dalam memecahkan masalah, harus berbagi beban yang sama,  jangan sampe terpecah pecah," ujarnya.

Demikian juga dalam konteks menghadapi era sekarang ini, lanjut Tjahjo, semua elemen. Mengedepankan  gotong royong dalam kerangka persatuan dan kesatuan. "Selamat Hari Kebangkitan Nasional yang ke 110. Bangkit indonesia," katanya.

Sumber : Humas Kemendagri