Bupati Bener Meriah Sambangi Negeri Paman Sam - Kadis Kominfo dan Persendian Aceh, Arahkan Kominfo Harus Terbuka Informasi - Pembukaan Sosialisasi Hasil Rakernas VIII Bahas Program PPKPembukaan Sosialisasi Hasil Rakernas VIII Bahas Program PPK - Sekda Buka Pelepasan Siswa Olimpiade ke Banda Aceh - Asisten Ekonomi Pembangunan Buka Bimtek Promo Even Parawisata Daerah - Sekda Tegaskan Untuk Tertib dan  Tingkatkan Pelaksanaan Apel - Wabup Buka Sidang KA AMDAL PT PLTA Peusangan Sentosa Jaya - Sekda Bener Meriah Arahkan 6 Bulan Tidak Bagus Kinerja Akan di Tarik - Asisten Administrasi Umum Buka Bimtek Admin dan Penghubung Layanan Pengaduan LAPOR! - SP4N - Bupati Ahmadi, SE Melantik dan Mengambil Sumpah 174 Pejabat Dilingkungan Pemkab Bener Meriah - Bupati Ahmadi, SE Tinjau Pelaksanaan UN Tingkat SMA Sederajat - Sekda Bener Meriah Himbau ASN Kerja Ikhlas  - Bunda PAUD Bener Meriah Harapkan Adanya Kelas Parenting - Kasi PLS, Lepas Perpisahan Wisuda TK Se-Kecamatan Permata - Sejumlah Kementerian akan Bicarakan Gayo Alas Mountain Internasional Festival di Bener Meriah -

Bener Meriah Diselimuti Debu

24-03-2018 14:38:45

REDELONG - Sejumlah kecamatan di Kabupaten Bener Meriah mulai diselimuti debu vulkanik letusan Gunung Sinabung, Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara. Para petani kopi atau juga sayur-sayuran mulai mengurangi aktivitas, seperti ke kebun, khususnya proses pengeringan kopi, dikhawatirkan dapat menurunkan kualitas.

Debu vulkanik yang terbawa angin telah memutihkan tanaman kopi, begitu juga atap rumah warga. Kabid Kedaruratan Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Bener Meriah, Agus Amvera, Rabu (21/2) kepada Serambi mengatakan dampak semburan letusan vulkanik Gunung Sinabung telah dirasakan warga Kecamatan Timang Gajah, Bandar, Bukit, dan Wih Pesam.

“Kita duga, ini debu vulkanik Gunung Sinabung, karena sudah terjadi sejak Selasa malam sampai Rabu dan banyak masyarakat mengeluhkan kebun kopi mereka , terutama daun dan buah kopi memutih tertutup debu halus. Kami sudah mengingatkan mereka untuk tidak panik,” kata Agus.

Dia berharap agar masyarakat Bener Meriah tetap berhati-hati bila melakukan perjalanan atau beraktivitas di luar ruangan, karena debu halus dapat membuat mata menjadi perih. “Masyarakat diharapkan menggunakan masker bila beraktivitas di luar ruangan, terutama pengendara sepeda motor,” sebutnya.

Sedangkan seorang warga Kecamatan Bandar, Win Syah, kepada Serambi mengatakan dirinya sempat panik, karena debu halus terus menyelimuti pemukiman warga. “Saya terpaksa menunda menjemur gabah kopi, karena dikhawatirkan dapat mengurangi kualitas dari kopi,” ujarnya.

Pengakuan yang sama juga sampaikan Zainuddin, warga Blang Rongka, Kecamatan Timang Gajah yang melihat debu halus dari Gunung Sinabung terlihat di beberapa kendaraan. “Secara kasat mata tidak nampak ada debu, namun mata terus perih. Selain itu, kita tahu ada debu, di kendaraan nampak jelas ada debu halus, padahal sebelumnya tidak ada,” tuturnya.

Dilansir sebelumnya, erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara (Sumut) berupa abu vulkanis terus meluas di wilayah Aceh. Jika pada tahap awal hanya kawasan Aceh Tenggara (Agara), Gayo Lues (Galus), dan Tamiang Hulu yang terdampak, abu vulkanis sempat pula mengganggu aktivitas masyarakat Lhokseumawe dan Bireuen.

Abu vulkanis Sinabung dilaporkan mulai mencemari wilayah Bireuen sejak Selasa (20/2). Anggota TNI Koramil Putri Betung Kodim 0113/Gayo Lues juga membagikan masker kepada warga dan pengguna jalan yang melintas di lintasan Blangkejeren-Kutacane, Selasa (20/2).

Bagi-bagi masker disebabkan wilayah Galus mulai dicemari abu vulkanis Gunung Sinabung. Kawasan terparah diselimuti abu vulkanik adalah Kecamatan Putri Betung yang berbatasan dengan Kutacane, Aceh Tenggara.(c51)



Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul Bener Meriah Diselimuti Debu, http://aceh.tribunnews.com/2018/02/22/bener-meriah-diselimuti-debu.

Editor: bakri


 
 
 
 
Facebook Fans Page