BKMT Bener Meriah Gelar Seminar Guna Penguatan Kapasitas Organisasi - 655 Kelompok Tani BM Menerima Bantuan Untuk Rehabilitasi Kebun Rakyat - Rakor Pembinaan Petue Kampung di Bener Meriah, Ini Pesan Penting Plt Bupati - Kapolres Bener Meriah Meninjau Lokasi Pembungan Tower Dan Shelter Yang Berada Di Polsek Pintu Rime Gayo - Menjelang Pembacaan Vonis , Ahmadi Berpesan Ke Plt Bupati Bener Meriah Tgk Sarkawi , Ini Harapannya - Perdana, Akreditasi Untuk TPA-TPQ di Bener Meriah - Sebelum di vonis Hukuman, Bupati Nonaktif Ahmadi dan Plt Bupati Abuya Sarkawi Berpose Bersama - Jalan Lintas Reje Guru-Simpang Tiga Sudah Dilakukan Pengaspalan - PORA XIII Aceh 2018, Jumlah Perolehan Medali Bener Meriah - Longsor Timbun Badan Jalan KM 92. - HUT Ke-19, DWP Bener Meriah Gelar Lomba Asma’ul Husna. - GOW Bener Meriah Gelar Khitan Masal - Prabowo Subianto Memposting Pengrajin Cangkir Dari Batang Kopi Asal Bener Meriah - DPMK Bener Meriah Laksanakan Sosialisasi P2KTD dan Rakor TIK Program Inovasi Desa (PID) - Pemda Bener Meriah Sudah Turunkan Alat Berat ke Kampung Arul Cincin -

Bener Meriah Diselimuti Debu

24-03-2018 14:38:45

REDELONG - Sejumlah kecamatan di Kabupaten Bener Meriah mulai diselimuti debu vulkanik letusan Gunung Sinabung, Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara. Para petani kopi atau juga sayur-sayuran mulai mengurangi aktivitas, seperti ke kebun, khususnya proses pengeringan kopi, dikhawatirkan dapat menurunkan kualitas.

Debu vulkanik yang terbawa angin telah memutihkan tanaman kopi, begitu juga atap rumah warga. Kabid Kedaruratan Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Bener Meriah, Agus Amvera, Rabu (21/2) kepada Serambi mengatakan dampak semburan letusan vulkanik Gunung Sinabung telah dirasakan warga Kecamatan Timang Gajah, Bandar, Bukit, dan Wih Pesam.

“Kita duga, ini debu vulkanik Gunung Sinabung, karena sudah terjadi sejak Selasa malam sampai Rabu dan banyak masyarakat mengeluhkan kebun kopi mereka , terutama daun dan buah kopi memutih tertutup debu halus. Kami sudah mengingatkan mereka untuk tidak panik,” kata Agus.

Dia berharap agar masyarakat Bener Meriah tetap berhati-hati bila melakukan perjalanan atau beraktivitas di luar ruangan, karena debu halus dapat membuat mata menjadi perih. “Masyarakat diharapkan menggunakan masker bila beraktivitas di luar ruangan, terutama pengendara sepeda motor,” sebutnya.

Sedangkan seorang warga Kecamatan Bandar, Win Syah, kepada Serambi mengatakan dirinya sempat panik, karena debu halus terus menyelimuti pemukiman warga. “Saya terpaksa menunda menjemur gabah kopi, karena dikhawatirkan dapat mengurangi kualitas dari kopi,” ujarnya.

Pengakuan yang sama juga sampaikan Zainuddin, warga Blang Rongka, Kecamatan Timang Gajah yang melihat debu halus dari Gunung Sinabung terlihat di beberapa kendaraan. “Secara kasat mata tidak nampak ada debu, namun mata terus perih. Selain itu, kita tahu ada debu, di kendaraan nampak jelas ada debu halus, padahal sebelumnya tidak ada,” tuturnya.

Dilansir sebelumnya, erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara (Sumut) berupa abu vulkanis terus meluas di wilayah Aceh. Jika pada tahap awal hanya kawasan Aceh Tenggara (Agara), Gayo Lues (Galus), dan Tamiang Hulu yang terdampak, abu vulkanis sempat pula mengganggu aktivitas masyarakat Lhokseumawe dan Bireuen.

Abu vulkanis Sinabung dilaporkan mulai mencemari wilayah Bireuen sejak Selasa (20/2). Anggota TNI Koramil Putri Betung Kodim 0113/Gayo Lues juga membagikan masker kepada warga dan pengguna jalan yang melintas di lintasan Blangkejeren-Kutacane, Selasa (20/2).

Bagi-bagi masker disebabkan wilayah Galus mulai dicemari abu vulkanis Gunung Sinabung. Kawasan terparah diselimuti abu vulkanik adalah Kecamatan Putri Betung yang berbatasan dengan Kutacane, Aceh Tenggara.(c51)



Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul Bener Meriah Diselimuti Debu, http://aceh.tribunnews.com/2018/02/22/bener-meriah-diselimuti-debu.

Editor: bakri


 
 
 
 
Facebook Fans Page