Lagi, Ratusan Sopir Dump Truk Datangi Kantor DPRK - Bener Meriah Kembali Masuk Dinas 5 Hari Kerja - Plt Bupati Bener Meriah Shalatkan Jenazah Rizki Saradiwa - Pesta Demokrasi AKBP Fahmi Irwan Ramli Meski Pilihan Berbeda, Tapi Tetap Bersaudara - Genab Setahun Plt Bupati Syarkawi Gelar Doa Bersama - Sekda Buka Pelatihan Kelembagaan Koperasi Dan UKM - Kuatkan Silaturrahim Plt Bupati Bener Meriah Kunjungi Ruslan Abdul Gani di Bandung - SITARJAN Hadir di Bener Meriah Apa Fungsinya - Plt Bupati Bener Meriah Serahkan Bantuan Masa Panik Korban Puting Beliung Pantan Sinaku - Plt Bupati Bener Meriah Jadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-72 - Sambut 17 Agustus 2018 Dinas Pariwisata Bener Meriah selenggarakan pembukaan Latihan Calon Paskibraka - Wabup Bener Meriah Konsultasi ke Kemendagri - Ini Harapan Wabup Bener Meriah Kedepannya - Masyarakat Padati Halaman Masjid Babussalam Simpang Tiga - Berminat, di Bener Meriah Ada Buku Ustad Abdul Somad -

Bener Meriah Diselimuti Debu

24-03-2018 14:38:45

REDELONG - Sejumlah kecamatan di Kabupaten Bener Meriah mulai diselimuti debu vulkanik letusan Gunung Sinabung, Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara. Para petani kopi atau juga sayur-sayuran mulai mengurangi aktivitas, seperti ke kebun, khususnya proses pengeringan kopi, dikhawatirkan dapat menurunkan kualitas.

Debu vulkanik yang terbawa angin telah memutihkan tanaman kopi, begitu juga atap rumah warga. Kabid Kedaruratan Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Bener Meriah, Agus Amvera, Rabu (21/2) kepada Serambi mengatakan dampak semburan letusan vulkanik Gunung Sinabung telah dirasakan warga Kecamatan Timang Gajah, Bandar, Bukit, dan Wih Pesam.

“Kita duga, ini debu vulkanik Gunung Sinabung, karena sudah terjadi sejak Selasa malam sampai Rabu dan banyak masyarakat mengeluhkan kebun kopi mereka , terutama daun dan buah kopi memutih tertutup debu halus. Kami sudah mengingatkan mereka untuk tidak panik,” kata Agus.

Dia berharap agar masyarakat Bener Meriah tetap berhati-hati bila melakukan perjalanan atau beraktivitas di luar ruangan, karena debu halus dapat membuat mata menjadi perih. “Masyarakat diharapkan menggunakan masker bila beraktivitas di luar ruangan, terutama pengendara sepeda motor,” sebutnya.

Sedangkan seorang warga Kecamatan Bandar, Win Syah, kepada Serambi mengatakan dirinya sempat panik, karena debu halus terus menyelimuti pemukiman warga. “Saya terpaksa menunda menjemur gabah kopi, karena dikhawatirkan dapat mengurangi kualitas dari kopi,” ujarnya.

Pengakuan yang sama juga sampaikan Zainuddin, warga Blang Rongka, Kecamatan Timang Gajah yang melihat debu halus dari Gunung Sinabung terlihat di beberapa kendaraan. “Secara kasat mata tidak nampak ada debu, namun mata terus perih. Selain itu, kita tahu ada debu, di kendaraan nampak jelas ada debu halus, padahal sebelumnya tidak ada,” tuturnya.

Dilansir sebelumnya, erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara (Sumut) berupa abu vulkanis terus meluas di wilayah Aceh. Jika pada tahap awal hanya kawasan Aceh Tenggara (Agara), Gayo Lues (Galus), dan Tamiang Hulu yang terdampak, abu vulkanis sempat pula mengganggu aktivitas masyarakat Lhokseumawe dan Bireuen.

Abu vulkanis Sinabung dilaporkan mulai mencemari wilayah Bireuen sejak Selasa (20/2). Anggota TNI Koramil Putri Betung Kodim 0113/Gayo Lues juga membagikan masker kepada warga dan pengguna jalan yang melintas di lintasan Blangkejeren-Kutacane, Selasa (20/2).

Bagi-bagi masker disebabkan wilayah Galus mulai dicemari abu vulkanis Gunung Sinabung. Kawasan terparah diselimuti abu vulkanik adalah Kecamatan Putri Betung yang berbatasan dengan Kutacane, Aceh Tenggara.(c51)



Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul Bener Meriah Diselimuti Debu, http://aceh.tribunnews.com/2018/02/22/bener-meriah-diselimuti-debu.

Editor: bakri


 
 
 
 
Facebook Fans Page