Sistem Informasi Desa (SID) Penunjang Potensi Desa - Pelayanan Adminduk di Bener Meriah Kembali Normal - Sebagian Wilayah Aceh Tengah dan Bener Meriah Akan Adanya Pemadaman Listrik Terencana - Ribuan Pelajar Bener Meriah Meriahkan Karnaval 1 Muharram 1440 H - Masjid Nabawi Start Karnaval Peringati 1 Muharram 1440 H - Tgk.Sarkawi Bersilaturahmi Dengan Masyarakat Gayo Di Kota Madinah - Lomba Melengkan Tingkat Pelajar SD Dan SMP Se-kabupaten Bener Meriah - Launching Perdana RRI Rimba Raya Kabupaten Bener Meriah Dilaksanakan Di Kantor RRI Pusat - Sambut GAMIFest, Unit Penyelenggara Bandara Rembele Gelar Gotong Royong - Drs. Suarman, MM; Kita Ingin Radio Rimba Raya Dikenal Dunia - Kajari Redelong Lantik Dua Anggota Seksi Intelijen dan Tindak Pidana - Brewing Road To School, Kunjungi Sekolah Di Bener Meriah - Dinas Pertanian Dan Perkebunan Aceh Gelar Sosialisasikan LEM Di Bener Meriah - Radio Rimba Raya Sejarah Kemerdekaan RI - Kadis Kominfo Bener Meriah Sambangi Kemenlu Terkait Adanya Rekaman Radio Rimba Raya All India Radio -

Bener Meriah Diselimuti Debu

24-03-2018 14:38:45

REDELONG - Sejumlah kecamatan di Kabupaten Bener Meriah mulai diselimuti debu vulkanik letusan Gunung Sinabung, Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara. Para petani kopi atau juga sayur-sayuran mulai mengurangi aktivitas, seperti ke kebun, khususnya proses pengeringan kopi, dikhawatirkan dapat menurunkan kualitas.

Debu vulkanik yang terbawa angin telah memutihkan tanaman kopi, begitu juga atap rumah warga. Kabid Kedaruratan Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Bener Meriah, Agus Amvera, Rabu (21/2) kepada Serambi mengatakan dampak semburan letusan vulkanik Gunung Sinabung telah dirasakan warga Kecamatan Timang Gajah, Bandar, Bukit, dan Wih Pesam.

“Kita duga, ini debu vulkanik Gunung Sinabung, karena sudah terjadi sejak Selasa malam sampai Rabu dan banyak masyarakat mengeluhkan kebun kopi mereka , terutama daun dan buah kopi memutih tertutup debu halus. Kami sudah mengingatkan mereka untuk tidak panik,” kata Agus.

Dia berharap agar masyarakat Bener Meriah tetap berhati-hati bila melakukan perjalanan atau beraktivitas di luar ruangan, karena debu halus dapat membuat mata menjadi perih. “Masyarakat diharapkan menggunakan masker bila beraktivitas di luar ruangan, terutama pengendara sepeda motor,” sebutnya.

Sedangkan seorang warga Kecamatan Bandar, Win Syah, kepada Serambi mengatakan dirinya sempat panik, karena debu halus terus menyelimuti pemukiman warga. “Saya terpaksa menunda menjemur gabah kopi, karena dikhawatirkan dapat mengurangi kualitas dari kopi,” ujarnya.

Pengakuan yang sama juga sampaikan Zainuddin, warga Blang Rongka, Kecamatan Timang Gajah yang melihat debu halus dari Gunung Sinabung terlihat di beberapa kendaraan. “Secara kasat mata tidak nampak ada debu, namun mata terus perih. Selain itu, kita tahu ada debu, di kendaraan nampak jelas ada debu halus, padahal sebelumnya tidak ada,” tuturnya.

Dilansir sebelumnya, erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara (Sumut) berupa abu vulkanis terus meluas di wilayah Aceh. Jika pada tahap awal hanya kawasan Aceh Tenggara (Agara), Gayo Lues (Galus), dan Tamiang Hulu yang terdampak, abu vulkanis sempat pula mengganggu aktivitas masyarakat Lhokseumawe dan Bireuen.

Abu vulkanis Sinabung dilaporkan mulai mencemari wilayah Bireuen sejak Selasa (20/2). Anggota TNI Koramil Putri Betung Kodim 0113/Gayo Lues juga membagikan masker kepada warga dan pengguna jalan yang melintas di lintasan Blangkejeren-Kutacane, Selasa (20/2).

Bagi-bagi masker disebabkan wilayah Galus mulai dicemari abu vulkanis Gunung Sinabung. Kawasan terparah diselimuti abu vulkanik adalah Kecamatan Putri Betung yang berbatasan dengan Kutacane, Aceh Tenggara.(c51)



Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul Bener Meriah Diselimuti Debu, http://aceh.tribunnews.com/2018/02/22/bener-meriah-diselimuti-debu.

Editor: bakri


 
 
 
 
Facebook Fans Page