Bener Meriah Gelar Forum SKPK - Majelis Zikrullah Bener Meriah Beri Santunan Kepada 1500 Anak Yatim - Plt. Bupati Sambut Kepulangan Sanggar Bener Meriah dari India - Diseminasi Posyandu Terintegrasi Untuk Tim Penggerak PKK Kampung Tahun 2019 di Bener Meriah - BPBD Bener Meriah Berikan Edukasi Kebencanaan Kepada Anak Usia Dini - Plt Bupati Bener Meriah Serahkan Bantuan Pinjam Pakai Mesin Pengolah Kopi - Jelang Technical Metting, Masih Sempat Latihan - Plt. Bupati Bupati Bener Meriah: Tanah Gayo Akan Selalu Merindukan Ustadz Abdul Somad - Sempat Diguyur Hujan, Jamaah Tabligh Akbar Ustadz Abdul Somad Tetap Shalat Ashar Berjamaah - Musrenbang Tingkat Kecamatan Permata, Jalan dan Perkebunan Mendominasi Skala Prioritas Pembangunan - Peserta ABU International Dance Festival Diberangkatkan ke India - Hoax Itu Haram: Fatwa Ulama Aceh - 10 Penari Gayo ke India - Festival Durian di Bener Meriah, Seribu Durian Ledes - Plt Bupati Bener Meriah: Wisata Tidak Identik dengan Maksiat -

Bener Meriah Diselimuti Debu

24-03-2018 14:38:45

REDELONG - Sejumlah kecamatan di Kabupaten Bener Meriah mulai diselimuti debu vulkanik letusan Gunung Sinabung, Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara. Para petani kopi atau juga sayur-sayuran mulai mengurangi aktivitas, seperti ke kebun, khususnya proses pengeringan kopi, dikhawatirkan dapat menurunkan kualitas.

Debu vulkanik yang terbawa angin telah memutihkan tanaman kopi, begitu juga atap rumah warga. Kabid Kedaruratan Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Bener Meriah, Agus Amvera, Rabu (21/2) kepada Serambi mengatakan dampak semburan letusan vulkanik Gunung Sinabung telah dirasakan warga Kecamatan Timang Gajah, Bandar, Bukit, dan Wih Pesam.

“Kita duga, ini debu vulkanik Gunung Sinabung, karena sudah terjadi sejak Selasa malam sampai Rabu dan banyak masyarakat mengeluhkan kebun kopi mereka , terutama daun dan buah kopi memutih tertutup debu halus. Kami sudah mengingatkan mereka untuk tidak panik,” kata Agus.

Dia berharap agar masyarakat Bener Meriah tetap berhati-hati bila melakukan perjalanan atau beraktivitas di luar ruangan, karena debu halus dapat membuat mata menjadi perih. “Masyarakat diharapkan menggunakan masker bila beraktivitas di luar ruangan, terutama pengendara sepeda motor,” sebutnya.

Sedangkan seorang warga Kecamatan Bandar, Win Syah, kepada Serambi mengatakan dirinya sempat panik, karena debu halus terus menyelimuti pemukiman warga. “Saya terpaksa menunda menjemur gabah kopi, karena dikhawatirkan dapat mengurangi kualitas dari kopi,” ujarnya.

Pengakuan yang sama juga sampaikan Zainuddin, warga Blang Rongka, Kecamatan Timang Gajah yang melihat debu halus dari Gunung Sinabung terlihat di beberapa kendaraan. “Secara kasat mata tidak nampak ada debu, namun mata terus perih. Selain itu, kita tahu ada debu, di kendaraan nampak jelas ada debu halus, padahal sebelumnya tidak ada,” tuturnya.

Dilansir sebelumnya, erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara (Sumut) berupa abu vulkanis terus meluas di wilayah Aceh. Jika pada tahap awal hanya kawasan Aceh Tenggara (Agara), Gayo Lues (Galus), dan Tamiang Hulu yang terdampak, abu vulkanis sempat pula mengganggu aktivitas masyarakat Lhokseumawe dan Bireuen.

Abu vulkanis Sinabung dilaporkan mulai mencemari wilayah Bireuen sejak Selasa (20/2). Anggota TNI Koramil Putri Betung Kodim 0113/Gayo Lues juga membagikan masker kepada warga dan pengguna jalan yang melintas di lintasan Blangkejeren-Kutacane, Selasa (20/2).

Bagi-bagi masker disebabkan wilayah Galus mulai dicemari abu vulkanis Gunung Sinabung. Kawasan terparah diselimuti abu vulkanik adalah Kecamatan Putri Betung yang berbatasan dengan Kutacane, Aceh Tenggara.(c51)



Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul Bener Meriah Diselimuti Debu, http://aceh.tribunnews.com/2018/02/22/bener-meriah-diselimuti-debu.

Editor: bakri


 
 
 
 
Facebook Fans Page