Bupati Bener Meriah ikuti Pembekalan Kepemimpinan Kemendagri - Kajari Simpang Tiga Redelong Bagikan Stiker Anti Korupsi Kepada Bupati - Club Tragong Salurkan Bantuan Bencana - Bupati Ahmadi Menghadiri Pelantikan Panwaslu Kecamatan Tahun 2017 - Bupati Ahmadi : 2018 Seluruh Masjid dan Menasah Diisi Imam Hafis - Peringatan HUT KORPRI dan PGRI Serta Hari Guru Nasional Berjalan Hikmat - Dua Kampung KB Diremikan Di Kecamatan Permata - Gubernur Aceh drh. Irwandi Yusuf KunKer Ke Bener Meriah - Bupati Ahmadi, SE Ikuti Raker Bupati dan Walikota Se Aceh - Ketua TP-PKK Kabupaten Bener Meriah Resmikan Tiga Kampung KB - Karang Taruna Sidodadi Terbaik Se Aceh - Wakil Bupati Meminta Camat Hati-Hati Mengeluarkan Surat Izin Pembukaan Lahan - Bupati Ahmadi Lepas Seratusan Peserta Jalan Sehat - Sekda Bener Meriah Gelar Rapat Dengan Sekdes Tiga Kecamatan. - Gubernur Aceh dan 4 Bupati Wilayah Tengah Aceh di Undang Kemenko PMK. -

Anak ini Lari dari Rumah Demi Ikut Saman Massal 12277 Penari

22-08-2017 10:03:46

Kifkram Auliya Ahad

Pagelaran Saman Massal 12277 penari yang digelar di Stadion 1000 Bukit, Gayo Lues memang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu tepatnya, Minggu 13 Agustus 2017.

Pagelaran yang semua direncanakan diikuti 10001 penari, pada hari H pelaksanaan bertambah jumlahnya menjadi 12277 penari. Hal ini membuktikan bahwa Saman telah mendarah daging di masyarakat Gayo, khususnya Gayo Lues.

Tak perlu latihan intens, semua masyarakat Gayo Lues khususnya laki-laki bisa memainkan Saman, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa bahkan orang yang tua sekalipun. Semuanya bersatu dalam rangkaian gerak yang sama. Cukup sulit dilakukan untuk gerakan tarian lainnya yang dimainkan oleh banyak orang.

Saman telah membuktikan sebagai warisan budaya Gayo yang telah diakui dunia lewat UNESCO sebagai warisan budaya tak benda di dunia Internasional. Sukses untuk masyarakat Gayo Lues yang telah menyungguhkan tontonan berkelas dunia, yang menjadikan ini sebagai branding destination bagi daerah berjuluk Negeri Seribu Bukit ini.

Dibalik kisah kesuksesan tari Saman 12277 penari tersebut, ada satu cerita yang layak dituliskan. Adalah seroang anak di daerah tersebut yang lari dari rumah untuk menggapai keinginannya menjadi satu dari belasan ribu orang yang mencacat sejarah baru bagi Gayo itu.

Anak itu bernama Kifkram Auliya Ahad. Awalnya Kifkram yang merupakan anak dari salah seorang Kabid di Dinas Pariwisata Gayo Lues.

Dari informasi yang digali LintasGAYO.co, Kifkram meninggalkan rumah karena semula tak diizinkan oleh keluarga untuk mengikuti Saman Massal. Ia pun berontak dan kemudia pergi meninggalkan rumah.

Kifkram tak berputus asa, keinginan kuat menjadi salah satu penari membuat akal bocah ini mulai bermain. Kifkram pun mendatangi sekretariat panitia Saman di Pendopo Bupati Gayo Lues.

Ayah Kifkram yang juga menjadi panitia, saat iu tidak berada ditempat. Dengan kecerdasannya, Kifkram pun menokohi orang-orang yang berada di Sekretariat. Dengan meminta seragam Kerawang Gayo yang dijadikan kostum pada saat pagelaran.

Menariknya, karena mengetahui ayahnya sebagai salah seorang panitia, Kifkram pun mengatakan kepada orang-orang di sekretariat itu bahwa dirinya ingin mengambil kustum Saman dan disuruh oleh ayahnya. Padahal, ayahnya tak mengizinkan Kifkram untuk ikut.

Berkat kecerdikannya itu, Kifkram pun akhirnya bisa menjadi salah seorang penari dari 12277 penari yang telah didata mengikuti pagelaran tari kolosal teraebut.

Kifkram akhirnya terpantau kamera tengah duduk di antara belasan ribu penari tersebut. Salut buat kegigihan anak ini, keinginan ber-Samannya patut diacungi jempol. Dan ia merupakan salah satu generasi Saman di dataran tinggi Gayo.

Semoga apa yang dilakukan anak ini bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak lainnya yang belum berkesempatan menjadi salah satu penari di Saman 12277 tahun 2017, semoga di pagelaran lainnya bisa terwujud.

[Darmawan Masri]