Hari Idul Fitri Pemkab Bener Meriah Terus Berbenah Diri - Di Bener Meriah, Tgk Mahadir MA Isi Khutbah Idul Fitri 1439 H - Pawai Akbar di Bener Meriah Berjalan Sukses - Bupati Ahmadi Akan Hadiri Pawai Takbir di Masjid Agung Babussalam - Bupati Bener Meriah Pantau Pos Pengamanan Angkutan Lebaran Terpadu 2018. - Bupati Ahmadi Berikan Bonus Kepada Pemenang Mendali POPDA 2018 - Pemda Bener Meriah Kembali Salurkan Santunan Yatim untuk Tiga Kecamatan - Bupati Ahmadi Bener Meriah Siap Dukung Reforestasi Hutan - Direktur Pengusaha Kapal Api Akan Bangun Industri Kopi di Bener Meriah dan Gayo Lues - Sekda Bener Meriah Hadiri Video Conference Dengan Kapolri - Bupati Launching Instalasi Endoscopy RSU Munyang Kute Redelong - Pemda Bener Meriah Salurkan Santunan Untuk Yatim - Pemkab Bener Meriah Buka Pelatihan Al-Hafidz Imam Masjid dan Kampung Se-Bener Meriah - Bupati Ahmadi Hadiri Pelantikan Pengurus Daerah Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Bener Meriah - Pemkab Bener Meriah Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila Ke73 -

MENKES: PENGUATAN LAYANAN KESEHATAN JADI PERHATIAN

10-03-2018 10:45:39

MENKES: PENGUATAN LAYANAN KESEHATAN JADI PERHATIAN

DIPUBLIKASIKAN PADA : KAMIS, 31 MARET 2016 00:00:00, DIBACA : 14.607 KALIJakarta, 31 Maret 2016

Program prioritas kesehatan serta implementasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dan Program Keluarga Sehat melalui pendekatan keluarga menuntut adanya penguatan terhadap pelayanan kesehatan di seluruh wilayah Indonesia. Selain ketersediaan fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes), aksesibilitas dan kualitas pelayanan kesehatan juga menjadi perhatian utama.

Sesuai dengan arahan Bapak Presiden agar pembangunan nasional dari pinggir ke tengah, Kemenkes memberi perhatian lebih kepada wilayah-wilayah tertinggal, perbatasan dan kepulauan terluar melalui pembangunan 22 rumah sakit pratama pada tahun 2015 di wilayah tersebut. Melalui pendekatan ini, diharapkan dapat meningkatkan akses masyarakat kepada fasilitas pelayanan kesehatan

Selain meningkatkan akses fasilitas pelayanan kesehatan, Kementerian Kesehatan juga berkomitmen dalam peningkatan kualitas fasilitas pelayanan kesehatan melalui akreditasi Puskesmas dan Rumah Sakit., ujar Menteri Kesehatan RI, Prof. dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M(K) pada pembukaan Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) tahun 2016 di Jakarta, Senin (31/3).

Untuk akreditasi Puskesmas, dengan indikator jumlah kecamatan yang memiliki minimal satu Puskesmas yang tersertifikasi akreditasi, pada tahun 2015 baru tercapai 93 kecamatan dari target sebanyak 350 kecamatan. Sedangkan target 2016 sebanyak 700 kecamatan, tercapai 106 kecamatan. 

Adapun untuk akreditasi Rumah Sakit pada tahun 2015 dari target 94 Kabupaten/Kota yang memiliki minimal satu RSUD terakreditasi, realisasinya baru sebanyak 50 Kabupaten/Kota. Sementara pada tahun 2016, dari target sebanyak 190 Kabupaten/Kota telah tercapai  sebanyak 59 Kabupaten/Kota.

Indikator akreditasi Rumah Sakit dan Puskesmas merupakan target RPJMN, saya mengharapkan komitmen penuh dari kita semua agar target tersebut dapat tercapai, tutur Menkes.

Selain itu, guna terkait permasalahan distribusi, jumlah, jenis dan mutu tenaga kesehatan. Kementerian Kesehatan telah melaksanakan Nusantara Sehat sejak tahun 2015, yang bertujuan mewujudkan layanan kesehatan primer di wilayah-wilayah terpencil. Nusantara Sehat merupakan upaya penguatan promotif, preventif pada pelayanan kesehatan primer dengan berbasis tim.

Tahun 2015 telah ditempatkan 950 tenaga kesehatan di 120 Puskesmas, dan tahun 2016 ini direncanakan sebanyak 1.990 tenaga kesehatan ditempatkan pada 250 Puskesmas, kata Menkes.

Pada kesempatan yang sama, Menkes mengingatkan bahwa implementasi ASEAN Economic Community atau Pasar Tunggal ASEAN telah dimulai pada 1 Januari 2016. Terkait dengan hal tersebut, Menkes menyebutkan ada 2 hal penting di bidang kesehatan yang harus diperhatikan, yaitu: Peningkatkan kualitas pelayanan kesehatan pembenahan fasilitas seluruh fasilitas pelayanan kesehatan yang ada, baik dari segi SDM, peralatan, sarana dan prasarana, serta pentingnya law enforcement atau penegakan hukum dalam bentuk peningkatan pengawasan Tenaga Kesehatan Warga Negara Asing (TK-WNA).

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline 1 500-567; SMS 081281562620, faksimili (021) 52921669, website www.depkes.go.id dan email kontak[at]depkes[dot]go[dot]id.

 
 
 
 
Facebook Fans Page