Hari Idul Fitri Pemkab Bener Meriah Terus Berbenah Diri - Di Bener Meriah, Tgk Mahadir MA Isi Khutbah Idul Fitri 1439 H - Pawai Akbar di Bener Meriah Berjalan Sukses - Bupati Ahmadi Akan Hadiri Pawai Takbir di Masjid Agung Babussalam - Bupati Bener Meriah Pantau Pos Pengamanan Angkutan Lebaran Terpadu 2018. - Bupati Ahmadi Berikan Bonus Kepada Pemenang Mendali POPDA 2018 - Pemda Bener Meriah Kembali Salurkan Santunan Yatim untuk Tiga Kecamatan - Bupati Ahmadi Bener Meriah Siap Dukung Reforestasi Hutan - Direktur Pengusaha Kapal Api Akan Bangun Industri Kopi di Bener Meriah dan Gayo Lues - Sekda Bener Meriah Hadiri Video Conference Dengan Kapolri - Bupati Launching Instalasi Endoscopy RSU Munyang Kute Redelong - Pemda Bener Meriah Salurkan Santunan Untuk Yatim - Pemkab Bener Meriah Buka Pelatihan Al-Hafidz Imam Masjid dan Kampung Se-Bener Meriah - Bupati Ahmadi Hadiri Pelantikan Pengurus Daerah Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Bener Meriah - Pemkab Bener Meriah Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila Ke73 -

Tujuh Orang Pelaku Khalwat, Maisir dan Khamar di Cambuk di Masjid Nur Nabawi

28-02-2018 18:36:18

REDELONG-Sebanyak 7 orang terdakwa di hukum cambuk (eksekusi Uqubat) dalam menjalankan  Qanun Jinayah dihukum cambuk di Masjid Nur Nabawi Pemkab Bener Meriah pada Rabu, 28 Februari 2018 yang dimulai pukul 14.20 Wib.


Ketujuh orang terdakwa tersebut adalah Mulyadi dengan dengan hukuman 100 kali, Ruhmi Rezeki binti Karimudin 35 kali, Ahmad Marhaban bin Makdin 35 kali, Suwarno bin Supardi 35 kali, Wijaya bin Sarifin 35 kali dan Basri alias Rambo serta Zakaria (Zek) masing-masing 3 kali cambuk.


"Masing-masing kasus dari mereka telah melakukan Khalwat, Maisir dan Khamar. Setelah proses ini, mereka tidak lagi ditahan namun langsung kita lepaskan," kata Kajari Simpang Tiga Redelong Rahmad Azhar SH MH saat ditemui setelah selesai pelaksanaan Uqubat tersebut.


Selain itu, untuk kasus-kasus lainnya pada tahun 2018 ini, Azhar mengatakan saat ini sedang menjalankan proses penyelidikan dan persidangan.


Berkaitan dengan hal tersebut, sesuai Visi dan Misi Pemerintahan Kabupaten Bener Meriah menjalankan syariat Islam secara Kaffah, Plh Dinas Syariat Islam Drs Aldiyan AR menyampaikan dalam sambutannya bahwa pelaksanaan hukum Jinayah di Bener Meriah telah dilaksanakan selama tiga kali berturut-turut.


"Pertama di Masjid Al Falaq Pondok Baru, Kedua di Lampahan dan ketiga di Masjid Nur Nabawi komplek Pemerintah Kabupaten Bener Meriah," kata Aldiyan.


Aldiyan mengharapkan kepada hadirin yang menyaksikan prosesi hukuman cambuk (Uqubat) tersebut dapat mengambil hikmah (itibar) kedepannya dalam kehidupan pribadi masing-masing


Lain hal dari sambutan Bupati Bener Meriah yang disampaikan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Bener Meriah Drs Mukhlis menyampaikan, pelaksanaan hukum Jinayat tersebut merupakan amanah Qanun Aceh No 6 tahun 2014 tentang hukum Jinayat sehingga diharapkan masyarakat Bener Meriah dapat menjalankan Syariat Islam secara Kaffah.


"Mudah-mudahan apa yang kita disaksikan ini dapat menjadi pelajaran, terutama kepada pelaku dan kita bahwa melanggar agama itu di dunia juga sudah diberi ganjaran," tegasnya.


Pelaksanaan Hukum Cambuk tersebut selain disaksikan oleh Kajari Simpang Tiga Redelong jajaran SKPK, juga turut dihadiri oleh Perwakilan TNI-POLRI Ketua Adat Gayo Bener Meriah Jafaruddin B, serta masyarakat yang berhadir.


Kasat Satpol PP-WH Abdul Ghani SP melalui Kabid Peraturan Perundang-Perundangan Syariat Islam M Aminsyah S.Ag mengucapkan rasa syukur atas terlaksananya proses tersebut.


"Sehingga kedepan tidak ada lagi perbuatan yang tidak kita inginkan tersebut. Disamping itu dari pihak keluarga pelaku hukum cambuk semoga tidak menuai protes," harapnya.


Ketujuh orang ini adalah pelaku pada tahun 2017 lalu, yang kemudian eksekusinya pada hari ini Rabu (28/02/2017).[]


 
 
 
 
Facebook Fans Page