Tgk.Sarkawi Bersilaturahmi Dengan Masyarakat Gayo Di Kota Madinah - Lomba Melengkan Tingkat Pelajar SD Dan SMP Se-kabupaten Bener Meriah - Launching Perdana RRI Rimba Raya Kabupaten Bener Meriah Dilaksanakan Di Kantor RRI Pusat - Sambut GAMIFest, Unit Penyelenggara Bandara Rembele Gelar Gotong Royong - Drs. Suarman, MM; Kita Ingin Radio Rimba Raya Dikenal Dunia - Kajari Redelong Lantik Dua Anggota Seksi Intelijen dan Tindak Pidana - Brewing Road To School, Kunjungi Sekolah Di Bener Meriah - Dinas Pertanian Dan Perkebunan Aceh Gelar Sosialisasikan LEM Di Bener Meriah - Radio Rimba Raya Sejarah Kemerdekaan RI - Kadis Kominfo Bener Meriah Sambangi Kemenlu Terkait Adanya Rekaman Radio Rimba Raya All India Radio - Plh Bupati Bener Meriah Besuk Rangga Syahputra Penderita Kelenjar limpoma - Air Terjun Bintang Musara, Terapi Relaksasi yang Tepat untuk Dikunjungi - Bener Meriah Wakili Aceh MTQ KORPRI Nasional Di Jakarta - Catatan Sejarah, RSPD Rimba Raya Off, Akankah Kembali Mengudara? - Begini Cara Duta Wisata Bener Meriah Galang Dana untuk Korban Gempa Lombok -

Tujuh Orang Pelaku Khalwat, Maisir dan Khamar di Cambuk di Masjid Nur Nabawi

28-02-2018 18:36:18

REDELONG-Sebanyak 7 orang terdakwa di hukum cambuk (eksekusi Uqubat) dalam menjalankan  Qanun Jinayah dihukum cambuk di Masjid Nur Nabawi Pemkab Bener Meriah pada Rabu, 28 Februari 2018 yang dimulai pukul 14.20 Wib.


Ketujuh orang terdakwa tersebut adalah Mulyadi dengan dengan hukuman 100 kali, Ruhmi Rezeki binti Karimudin 35 kali, Ahmad Marhaban bin Makdin 35 kali, Suwarno bin Supardi 35 kali, Wijaya bin Sarifin 35 kali dan Basri alias Rambo serta Zakaria (Zek) masing-masing 3 kali cambuk.


"Masing-masing kasus dari mereka telah melakukan Khalwat, Maisir dan Khamar. Setelah proses ini, mereka tidak lagi ditahan namun langsung kita lepaskan," kata Kajari Simpang Tiga Redelong Rahmad Azhar SH MH saat ditemui setelah selesai pelaksanaan Uqubat tersebut.


Selain itu, untuk kasus-kasus lainnya pada tahun 2018 ini, Azhar mengatakan saat ini sedang menjalankan proses penyelidikan dan persidangan.


Berkaitan dengan hal tersebut, sesuai Visi dan Misi Pemerintahan Kabupaten Bener Meriah menjalankan syariat Islam secara Kaffah, Plh Dinas Syariat Islam Drs Aldiyan AR menyampaikan dalam sambutannya bahwa pelaksanaan hukum Jinayah di Bener Meriah telah dilaksanakan selama tiga kali berturut-turut.


"Pertama di Masjid Al Falaq Pondok Baru, Kedua di Lampahan dan ketiga di Masjid Nur Nabawi komplek Pemerintah Kabupaten Bener Meriah," kata Aldiyan.


Aldiyan mengharapkan kepada hadirin yang menyaksikan prosesi hukuman cambuk (Uqubat) tersebut dapat mengambil hikmah (itibar) kedepannya dalam kehidupan pribadi masing-masing


Lain hal dari sambutan Bupati Bener Meriah yang disampaikan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Bener Meriah Drs Mukhlis menyampaikan, pelaksanaan hukum Jinayat tersebut merupakan amanah Qanun Aceh No 6 tahun 2014 tentang hukum Jinayat sehingga diharapkan masyarakat Bener Meriah dapat menjalankan Syariat Islam secara Kaffah.


"Mudah-mudahan apa yang kita disaksikan ini dapat menjadi pelajaran, terutama kepada pelaku dan kita bahwa melanggar agama itu di dunia juga sudah diberi ganjaran," tegasnya.


Pelaksanaan Hukum Cambuk tersebut selain disaksikan oleh Kajari Simpang Tiga Redelong jajaran SKPK, juga turut dihadiri oleh Perwakilan TNI-POLRI Ketua Adat Gayo Bener Meriah Jafaruddin B, serta masyarakat yang berhadir.


Kasat Satpol PP-WH Abdul Ghani SP melalui Kabid Peraturan Perundang-Perundangan Syariat Islam M Aminsyah S.Ag mengucapkan rasa syukur atas terlaksananya proses tersebut.


"Sehingga kedepan tidak ada lagi perbuatan yang tidak kita inginkan tersebut. Disamping itu dari pihak keluarga pelaku hukum cambuk semoga tidak menuai protes," harapnya.


Ketujuh orang ini adalah pelaku pada tahun 2017 lalu, yang kemudian eksekusinya pada hari ini Rabu (28/02/2017).[]


 
 
 
 
Facebook Fans Page