Buka Bersama, Bupati Bener Meriah Undang OKP dan ORMAS Se-Bener Meriah - Pesan Menpar Arief Yahya Untuk Aceh Gaet Wisatawan Saat Launching CoE 2018 - Pemerintah Aceh Akan Rilis Calendar Of Event 2018 - Ramadhan 1439 H, Pemkab Bener Meriah Santuni Seluruh Anak Yatim - Di Bener Meriah Harga Sembako Naik, Harga Daging Rp 160.000 Perkilo - Bupati Ahmadi Serahkan SK Pengembangan Pemukiman Penduduk dan Lahan Pertanian - Bupati Bener Meriah Telusuri Sungai Samar Kilang - Asisten II Pemkab, Buka Launching Balkondes di Kecamatan Bandar - Antisipasi Berita Hoax, Kepala MPU Bener Meriah Himbau Untuk Teliti - PPK Bener Meriah Gelar Sosialisasi Parenting - Bulan Ramadhan, Bupati Arahkan ASN Tetap Berikan Pelayanan Tebaik Bagi Masyarakat - Wabup Bener Meriah Buka Rakor Survei Penyusunan Disagregasi PMTB Tahun 2018 - Wabup Bener Meriah Buka Acara Sosialisasi Pembuatan Akta Masal - Tingkatkan Pendidikan TK, Ini Yang Disampaikan Ny Hasanah Ahmadi - Guru Berprestasi Akan Di Umrahkan Secara Gratis -

ASN Naik Pangkat Luar Biasa, Ini Tahapannya

14-02-2018 04:59:59

Jakarta – Humas BKN, Pada Selasa (13/02/2018), sejumlah  Aparatur Sipil Negara (ASN) dari instansi Pemerintah Pusat dan Daerah mempresentasikan inovasi kerja di bidangnya kepada Kepala BKN dan sejumlah jajaran pimpinan BKN sebagai tim penilai Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB).

Berbagai terobosan kerja disampaikan oleh 35 ASN calon penerima KPLB di Kantor Pusat BKN Jakarta. Sebelum presentasi masing-masing calon penerima KPLB, Kepala BKN Bima Haria Wibisana mengingatkan peserta bahwa ada 4 (empat) tahapan yang harus dilewati dalam proses usulan KPLB, yakni di antaranya:

  1. Tahapan seleksi administrasi;
  2. Tahapan penilaian usulan inovasi oleh tim penilai – BKN;
  3. Presentasi inovasi, sehingga transparan bagi ASN yang mengusulkan KPLB;
  4. Penetapan penerima KPLB.

Salah satu peserta presentasi, Dadang Suharto selaku Kepala Dinas Pendapatan Provinsi Jawa Barat mendeskripsikan terobosan yang telah dilakukan di bidang layanan publik, melalui inovasi e-samsat  yang memudahkan masyarakat Jabar khususnya pengendara sepeda motor dapat membayar pajak kendaraan bermotor via mobile banking.

“Sebelum adanya aplikasi ini pengendara motor yang akan membayar pajak kendaraannya harus ke kantor Samsat yang berlokasi di Jabar. Nah dengan e-samsat, pajak dapat dibayarkan di manapun (atm/e-banking) dengan mudah,” jelas Dadang. Terobosan ini lanjut Dadang dilatarbelakangi upaya untuk mempermudah sistem pembayaran pajak kendaraan bermotor, mengingat ini merupakan salah satu sumber pendapatan besar Pemprov Jabar.

Hasil-hasil presentasi tersebut akan didiskusikan oleh Tim Penilai sebagai pertimbangan untuk selanjutnya ditetapkan siapa saja yang akan menerima KPLB. des

(sumber : bkn.go.id)


 
 
 
 
Facebook Fans Page