Bupati Bener Meriah Menyambut dan Melepas Mahasiswa KKN-PPM UGP. - Wabup Tgk. H. Sarkawi : Pendamping Desa Harus Profesional - Pemkab Bener Meriah Gelar Penyusunan LAKIP - Pekik Merdeka dari Rimba Raya - ASN Naik Pangkat Luar Biasa, Ini Tahapannya - Belum Ada Skema Kenaikan Gaji PNS Tahun 2018 - Gubernur Aceh larang perayaan Valentine Day - Bupati dan Wabup Hadiri Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di Pasantren Nurul Huda - Pekan Kebudayaan Aceh 2018 Harus Tidak Biasa - Perjuangan Heriyan Tuah Miko, Penyandang Disabilitas dari Bener Meriah - Siswa Bener Meriah Tingkatkan Pengetahuan SBMPTN - Bupati Bener Meriah Ahmadi, SE, menghadiri undangan warga Kampung Syura - Bupati Bener Meriah Antar Imam Hafiz 30 Jus Ke Masjid Kecamatan - Wakil Bupati Antar Tugas dan Serah Terimakan Jabatan Camat Bukit - Bupati Ahmadi Ikut Musnahkan Barang Bukti Narkoba -

ASN Naik Pangkat Luar Biasa, Ini Tahapannya

14-02-2018 04:59:59

Jakarta – Humas BKN, Pada Selasa (13/02/2018), sejumlah  Aparatur Sipil Negara (ASN) dari instansi Pemerintah Pusat dan Daerah mempresentasikan inovasi kerja di bidangnya kepada Kepala BKN dan sejumlah jajaran pimpinan BKN sebagai tim penilai Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB).

Berbagai terobosan kerja disampaikan oleh 35 ASN calon penerima KPLB di Kantor Pusat BKN Jakarta. Sebelum presentasi masing-masing calon penerima KPLB, Kepala BKN Bima Haria Wibisana mengingatkan peserta bahwa ada 4 (empat) tahapan yang harus dilewati dalam proses usulan KPLB, yakni di antaranya:

  1. Tahapan seleksi administrasi;
  2. Tahapan penilaian usulan inovasi oleh tim penilai – BKN;
  3. Presentasi inovasi, sehingga transparan bagi ASN yang mengusulkan KPLB;
  4. Penetapan penerima KPLB.

Salah satu peserta presentasi, Dadang Suharto selaku Kepala Dinas Pendapatan Provinsi Jawa Barat mendeskripsikan terobosan yang telah dilakukan di bidang layanan publik, melalui inovasi e-samsat  yang memudahkan masyarakat Jabar khususnya pengendara sepeda motor dapat membayar pajak kendaraan bermotor via mobile banking.

“Sebelum adanya aplikasi ini pengendara motor yang akan membayar pajak kendaraannya harus ke kantor Samsat yang berlokasi di Jabar. Nah dengan e-samsat, pajak dapat dibayarkan di manapun (atm/e-banking) dengan mudah,” jelas Dadang. Terobosan ini lanjut Dadang dilatarbelakangi upaya untuk mempermudah sistem pembayaran pajak kendaraan bermotor, mengingat ini merupakan salah satu sumber pendapatan besar Pemprov Jabar.

Hasil-hasil presentasi tersebut akan didiskusikan oleh Tim Penilai sebagai pertimbangan untuk selanjutnya ditetapkan siapa saja yang akan menerima KPLB. des

(sumber : bkn.go.id)