Penaikan dan Penurunan Bendera berjalan baik, Ketua Purna Paskibraka Bener Meriah Beri Apresiasi - Dihari Kemerdekaan, 28 Napi Rutan Kelas B Bener Meriah Mendapat Remisi - Kapolres Bener Meriah Pimpin Inspektur Upacara HUT RI - Umah Pitu Ruang Bale Atu Start Karnaval Bener Meriah - Plh Bupati Bener Meriah Sidak RSUD Muyang Kute - SMP M Teritit Raih Juara I Lomba Baris-Berbaris - Plt Bupati Bener Meriah Promosikan Kopi Gayo di Tanah Suci Mekah - RRI Rimba Raya akan Mengudara Pada 11 September 2018 - Hiburan Tampil di Anjungan Bener Meriah Grup Didong ARITA Bawa Tema Sejarah Radio Rimba Raya - 11 Agustus Seniman Bener Meriah Tampil Didong - 432 Peserta Meriahkan Festival Pensil 2 Kabupaten - Foto-foto Anjungan Stand Bener Meriah Di Malam Hari - Peringati 17 Agustus 2018, Dinas Pendidikan Gelar Cerdas Cermat SMP Se-Kabupaten Bener Meriah. - Ismarissiska Jadi Plh Bupati Bener Meriah, Ada Apa? - Pelawak Gayo Dari Bener Meriah Raih Juara Tiga -

ASN Naik Pangkat Luar Biasa, Ini Tahapannya

14-02-2018 04:59:59

Jakarta – Humas BKN, Pada Selasa (13/02/2018), sejumlah  Aparatur Sipil Negara (ASN) dari instansi Pemerintah Pusat dan Daerah mempresentasikan inovasi kerja di bidangnya kepada Kepala BKN dan sejumlah jajaran pimpinan BKN sebagai tim penilai Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB).

Berbagai terobosan kerja disampaikan oleh 35 ASN calon penerima KPLB di Kantor Pusat BKN Jakarta. Sebelum presentasi masing-masing calon penerima KPLB, Kepala BKN Bima Haria Wibisana mengingatkan peserta bahwa ada 4 (empat) tahapan yang harus dilewati dalam proses usulan KPLB, yakni di antaranya:

  1. Tahapan seleksi administrasi;
  2. Tahapan penilaian usulan inovasi oleh tim penilai – BKN;
  3. Presentasi inovasi, sehingga transparan bagi ASN yang mengusulkan KPLB;
  4. Penetapan penerima KPLB.

Salah satu peserta presentasi, Dadang Suharto selaku Kepala Dinas Pendapatan Provinsi Jawa Barat mendeskripsikan terobosan yang telah dilakukan di bidang layanan publik, melalui inovasi e-samsat  yang memudahkan masyarakat Jabar khususnya pengendara sepeda motor dapat membayar pajak kendaraan bermotor via mobile banking.

“Sebelum adanya aplikasi ini pengendara motor yang akan membayar pajak kendaraannya harus ke kantor Samsat yang berlokasi di Jabar. Nah dengan e-samsat, pajak dapat dibayarkan di manapun (atm/e-banking) dengan mudah,” jelas Dadang. Terobosan ini lanjut Dadang dilatarbelakangi upaya untuk mempermudah sistem pembayaran pajak kendaraan bermotor, mengingat ini merupakan salah satu sumber pendapatan besar Pemprov Jabar.

Hasil-hasil presentasi tersebut akan didiskusikan oleh Tim Penilai sebagai pertimbangan untuk selanjutnya ditetapkan siapa saja yang akan menerima KPLB. des

(sumber : bkn.go.id)