Buka Bersama, Bupati Bener Meriah Undang OKP dan ORMAS Se-Bener Meriah - Pesan Menpar Arief Yahya Untuk Aceh Gaet Wisatawan Saat Launching CoE 2018 - Pemerintah Aceh Akan Rilis Calendar Of Event 2018 - Ramadhan 1439 H, Pemkab Bener Meriah Santuni Seluruh Anak Yatim - Di Bener Meriah Harga Sembako Naik, Harga Daging Rp 160.000 Perkilo - Bupati Ahmadi Serahkan SK Pengembangan Pemukiman Penduduk dan Lahan Pertanian - Bupati Bener Meriah Telusuri Sungai Samar Kilang - Asisten II Pemkab, Buka Launching Balkondes di Kecamatan Bandar - Antisipasi Berita Hoax, Kepala MPU Bener Meriah Himbau Untuk Teliti - PPK Bener Meriah Gelar Sosialisasi Parenting - Bulan Ramadhan, Bupati Arahkan ASN Tetap Berikan Pelayanan Tebaik Bagi Masyarakat - Wabup Bener Meriah Buka Rakor Survei Penyusunan Disagregasi PMTB Tahun 2018 - Wabup Bener Meriah Buka Acara Sosialisasi Pembuatan Akta Masal - Tingkatkan Pendidikan TK, Ini Yang Disampaikan Ny Hasanah Ahmadi - Guru Berprestasi Akan Di Umrahkan Secara Gratis -

Gubernur Aceh larang perayaan Valentine Day

14-02-2018 04:04:25

Banda Aceh (Antaranews Aceh) - Gubernur Aceh Irwandi Yusuf menyatakan dirinya melarang perayaan Valentine`s Day di Aceh karena tidak sesuai dengan budaya dan bertentangan dengan syariat Islam.

"Valentine`s Day merupakan budaya yang tidak sesuai dengan Aceh dan Syariat Islam," kata Gubernur Aceh dalam siaran pers di terima Antara di Banda Aceh, Selasa.

Pernyataan itu disampaikannya menanggapi adanya pemberitaan yang seakan-akan dirinya membolehkan perayaan Valentine`s Day di Aceh saat dirinya diwawancarai wartawan di depan istana Wakil Presiden di Jakarta.

Menurut Irwandi saat itu dia sedang menjawab beberapa pertanyaan termasuk soal investasi, agenda bertemu Wapres, pelarangan waria dan larangan perayaan tahun baru. 

"Saya berpikir pertanyaan tersebut bukan soal Valentine`s Day, karena ramainya wartawan, pertanyaan kurang jelas terdengar," jelasnya.

Ia mengatakan kalau ia mengetahui pertanyaan saat itu tentang Valentine`s day pasti jawabannya akan dengan tegas melarang perayaan tersebut, sedangkan penjelasan dalam wawancara tersebut Gubernur Aceh Larang Perayaan Valentine`s Day.

Ia menambahkan kalau dia mengetahui pertanyaan saat itu tentang Valentine pasti jawabannya akan dengan tegas melarang perayaan tersebut, sedangkan penjelasan dalam wawancara tersebut dirinya berbicara secara normatif saja.

Juru bicara Pemerintah Aceh Wiratmadinata menambahkan dari hasil koordinasi dengan sejumlah pejabat yang ikut mendampingi Gubernur Aceh, Wira mengatakan Gubernur tidak menjawab secara spesifik terhadap pertanyaan tersebut karena banyak wartawan yang bertanya saat itu.

"Gubernur tidak menyebutkan demikian, logika seorang Gubernur Aceh yang merupakan provinsi menerapkan syariat Islam tidak masuk diakal akan memberikan valentine`s day," katanya. 

(sumber : aceh.antaranews.com)


 
 
 
 
Facebook Fans Page