Bupati Bener Meriah Menyambut dan Melepas Mahasiswa KKN-PPM UGP. - Wabup Tgk. H. Sarkawi : Pendamping Desa Harus Profesional - Pemkab Bener Meriah Gelar Penyusunan LAKIP - Pekik Merdeka dari Rimba Raya - ASN Naik Pangkat Luar Biasa, Ini Tahapannya - Belum Ada Skema Kenaikan Gaji PNS Tahun 2018 - Gubernur Aceh larang perayaan Valentine Day - Bupati dan Wabup Hadiri Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di Pasantren Nurul Huda - Pekan Kebudayaan Aceh 2018 Harus Tidak Biasa - Perjuangan Heriyan Tuah Miko, Penyandang Disabilitas dari Bener Meriah - Siswa Bener Meriah Tingkatkan Pengetahuan SBMPTN - Bupati Bener Meriah Ahmadi, SE, menghadiri undangan warga Kampung Syura - Bupati Bener Meriah Antar Imam Hafiz 30 Jus Ke Masjid Kecamatan - Wakil Bupati Antar Tugas dan Serah Terimakan Jabatan Camat Bukit - Bupati Ahmadi Ikut Musnahkan Barang Bukti Narkoba -

Gubernur Aceh larang perayaan Valentine Day

14-02-2018 04:04:25

Banda Aceh (Antaranews Aceh) - Gubernur Aceh Irwandi Yusuf menyatakan dirinya melarang perayaan Valentine`s Day di Aceh karena tidak sesuai dengan budaya dan bertentangan dengan syariat Islam.

"Valentine`s Day merupakan budaya yang tidak sesuai dengan Aceh dan Syariat Islam," kata Gubernur Aceh dalam siaran pers di terima Antara di Banda Aceh, Selasa.

Pernyataan itu disampaikannya menanggapi adanya pemberitaan yang seakan-akan dirinya membolehkan perayaan Valentine`s Day di Aceh saat dirinya diwawancarai wartawan di depan istana Wakil Presiden di Jakarta.

Menurut Irwandi saat itu dia sedang menjawab beberapa pertanyaan termasuk soal investasi, agenda bertemu Wapres, pelarangan waria dan larangan perayaan tahun baru. 

"Saya berpikir pertanyaan tersebut bukan soal Valentine`s Day, karena ramainya wartawan, pertanyaan kurang jelas terdengar," jelasnya.

Ia mengatakan kalau ia mengetahui pertanyaan saat itu tentang Valentine`s day pasti jawabannya akan dengan tegas melarang perayaan tersebut, sedangkan penjelasan dalam wawancara tersebut Gubernur Aceh Larang Perayaan Valentine`s Day.

Ia menambahkan kalau dia mengetahui pertanyaan saat itu tentang Valentine pasti jawabannya akan dengan tegas melarang perayaan tersebut, sedangkan penjelasan dalam wawancara tersebut dirinya berbicara secara normatif saja.

Juru bicara Pemerintah Aceh Wiratmadinata menambahkan dari hasil koordinasi dengan sejumlah pejabat yang ikut mendampingi Gubernur Aceh, Wira mengatakan Gubernur tidak menjawab secara spesifik terhadap pertanyaan tersebut karena banyak wartawan yang bertanya saat itu.

"Gubernur tidak menyebutkan demikian, logika seorang Gubernur Aceh yang merupakan provinsi menerapkan syariat Islam tidak masuk diakal akan memberikan valentine`s day," katanya. 

(sumber : aceh.antaranews.com)