Penaikan dan Penurunan Bendera berjalan baik, Ketua Purna Paskibraka Bener Meriah Beri Apresiasi - Dihari Kemerdekaan, 28 Napi Rutan Kelas B Bener Meriah Mendapat Remisi - Kapolres Bener Meriah Pimpin Inspektur Upacara HUT RI - Umah Pitu Ruang Bale Atu Start Karnaval Bener Meriah - Plh Bupati Bener Meriah Sidak RSUD Muyang Kute - SMP M Teritit Raih Juara I Lomba Baris-Berbaris - Plt Bupati Bener Meriah Promosikan Kopi Gayo di Tanah Suci Mekah - RRI Rimba Raya akan Mengudara Pada 11 September 2018 - Hiburan Tampil di Anjungan Bener Meriah Grup Didong ARITA Bawa Tema Sejarah Radio Rimba Raya - 11 Agustus Seniman Bener Meriah Tampil Didong - 432 Peserta Meriahkan Festival Pensil 2 Kabupaten - Foto-foto Anjungan Stand Bener Meriah Di Malam Hari - Peringati 17 Agustus 2018, Dinas Pendidikan Gelar Cerdas Cermat SMP Se-Kabupaten Bener Meriah. - Ismarissiska Jadi Plh Bupati Bener Meriah, Ada Apa? - Pelawak Gayo Dari Bener Meriah Raih Juara Tiga -

Pekan Kebudayaan Aceh 2018 Harus Tidak Biasa

13-02-2018 07:56:30

Banda Aceh – Pekan Kebudayaan Aceh ke-7 tahun 2018 harus menjadi acara yang tidak biasa dan berbeda dari PKA sebelumnya. Oleh karena itu, semua pihak terkait dihimbau agar turut ambil bagian untuk mensukseskan kegiatan empat tahunan ini.
Himbauan tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT, saat memimpin rapat persiapan PKA 7, dengan Tim Komite Persiapan PKA 7 dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, di Ruang Rapat Disbudpar Aceh, Rabu (20/12/2017).
“Sesuai dengan semangat Bapak Gubernur kita yang anti mainstream, maka PKA 7 harus dibuat sebaik mungkin dan tidak biasa. Kita akan bersama mempersiapkan ini,” ujar Wagub.
Dalam kesempatan tersebut, Wagub juga menghimbau agar tema yang telah dirumuskan oleh Komite Persiapan PKA 7 karena sesuai dengan salah satu program Pemerintahan Irwandi-Nova, yaitu Aceh Meuadab. Oleh karena itu Nova menghimbau agar tema ini dapat segera disosialisasikan agar dapat diterapkan ke semua aspek kehidupan masyarakat Aceh secara menyeluruh.

 
“Saya sepakat temanya, ‘Revitaliasi Budaya Aceh yang Islami’ tapi harus masuk ke semua aspek. Bagaimana menghadirkan etos kerja yang islami, kebersihan, kedisiplinan dan lain sebagainya,” imbuh Nova.

 
Selain itu, sambung Nova, sesuai dengan semangat Pemerintah Aceh untuk menekan angka kemiskinan dan membuka lapangan kerja, maka setiap acara yang diselenggarakan di Aceh diharapkan mampu memberi efek ekonomi bagi masyarakat.

 
“Potensi ekonomi dari kegiatan ini harus diperhatikan dengan baik. Oleh karena itu harus ada satu unit kerja yang nantinya bertugas untuk menghitung berbagai kegiatan ekonomi yang terjadi selama PKA 7 berlangsung. Masyarakat sekitar harus mendapatkan manfaat ekonomi dari kegiatan yang akan berlangsung selama 10 hari ini,” tegas Wagub.

 
Untuk diketahui bersama, PKA 7 akan berbeda dengan penyelenggaraan PKA sebelumnya yang di pusatkan di Taman Sri Ratu Syafiatuddin, Lampriet. Pada perhelalatan tahun depan, upacara pembukaan PKA akan dilakukan di Stadion Harapan Bangsa, Lhoong Raya, dan direncanakan dibuka oleh Presiden RI, Ir Joko Widodo.

 
Selain Stadion Lhoong Raya, pusat kegiatan tetap difokuskan di Taman Sri Ratu Syafiatuddin dan beberapa lokasi lain, yaitu Taman Budaya, taman Sari, Lapangan Blang Padang, Meuseum Aceh, Museum Tsunami, Taman Putroe Phang, Gedung Chik Di Tiro dan AAC Dayan Dawood.

 
PKA 7 akan berlangsung sejak tanggal 5 hingga 15 Agustus 2018. Berbagai atraksi budaya pun akan mengisi acara tersebut diantaranya, pertujukan seni tari tradisi dan aneka lomba, pemberian anugerah budaya kepada individu, kelompo maupun lembaga yang melestarikan dan budaya Aceh. Selain itu juga akan ada pameran budaya, bisnis kepariwisataan, pasar seni niaga dan suwa Aceh.

(Sumber : acehinfo.com)