Plt Bupati Bener Meriah Dampingi Plt Gubernur Aceh di Palu - Upacara Hari Senin Kesadaran Nasional - Bener Meriah Genjot Pariwisata - Ibu Angkat Presiden Jokowi di Bener Meriah, Aceh Tutup Usia - Ini Jadwal Sidang Paripurna Istimewa Pemberhentian Ahmadi - Komunitas Fauzul Abadi (Faul) Jabodetabek Temui Plt Bupati Bener Meriah - Plt Bupati Bener Meriah Temui PT Citilink Indonesia - Minat Petani Milenial Meningkat Tajam Menjadi 1.237 % - Pemerintah Kabupaten Bener Meriah Jajaki Kerjasama Dengan Investor India - Plt Bupati Bener Meriah Hadiri Pelantikan Pengurus DPC Ika Boga - Abuya Sarkawi Koordinasi dengan KPU RI Terkait SK KIP Bener Meriah - Pemkab Bener Meriah Serahkan Pengelolaan Objek Wisata Air Terjun Peteri Pintu - Plt Bupati Bener Meriah Hadiri Maulid Nabi Muhammad SAW Di Menasah KMAP - Puluhan Pejabat Adminstrator Dan Pengawas Dilingkungan Pemkab Bener Meriah Dilantik - Sekda Drs. Ismarissiska, MM Membesuk Korban Tertabrak Kuda Pacuan -

Minat Petani Milenial Meningkat Tajam Menjadi 1.237 %

08-02-2019 14:58:59

JAKARTA: Minat petani milenial yang mendaftar di Politeknik Pembangunan Pertanian (POBANGTAN) meningkat tajam 12 kali lipat atau 1.237 %. Sejak 2013, pendaftar milenial berjumlah 980 di Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP --kini bertransformasi menjadi  POBANGTAN) terus meningkat tajam menjadi 13.111 pada tahun 2018.

Data ini seperti disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian (Kementan), Momon Rusmono, pada konferensi pers yang digelar di Kantor Pusat Kementan, Senin (26/11) dan juga tertuang dalam laporan tertulis Kementan RI "Kinerja Pembangunan Pertanian 2015-2018".

Disampaikan juga, kelulusan petani milenial meningkat tajam 107 % dari 977 lulusan sejak tahun 2011-2014 menjadi 2.026 lulusan pada tahun 2015--2018.

POLBANGTAN mempunyai misi untuk mencetak milenial tani profesional yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru dan memiliki sertifikasi internasional. Ke depan, Momon, menambahkan Kementan terus mencetak SDM Pertanian yang mandiri, profesional dan berdaya saing. Kementan terus meningkatkan pembangunan sektor pertanian guna tercapainya Indonesia menjadi Lumbung Pangan Dunia 2045.*( fa).

referensi: pertanian.go.id dan jpnn.com