Plt Bupati Bener Meriah Hadiri Maulid Nabi Muhammad SAW Di Menasah KMAP - Puluhan Pejabat Adminstrator Dan Pengawas Dilingkungan Pemkab Bener Meriah Dilantik - Sekda Drs. Ismarissiska, MM Membesuk Korban Tertabrak Kuda Pacuan - Asisten Pemerintahan Dan Kesejahteraan Provinsi Aceh Tutup Lomba Pacuan Kuda Tradisional - Perwakilan Keluarga Besar Presiden Jokowi, Saksikan Final Pacu Kuda HUT Bener Meriah - Ribuan Pengunjung Padati Pacuan Kuda HUT Bener Meriah - Kementerian Agraria Target 2025 Tanah di Seluruh Indonesia Bersertifikat - Hari Kedua Bener Meriah Dominasi Kemenangan Pacuan Kuda - Pacuan Kuda Diharapkan Bebas dari Pelanggaran Syari’at Islam - Fun Bike, Fun Walk, Karnaval Dan Sunat Masal Meriahkan HUT Ke-15 Bener Meriah - Plt Bupati Bener Meriah Tgk. H. Sarkawi Anjangsana ke Lapas Kelas IIB - Plt Bupati Bener Meriah Buka Perlombaan Pacuan Kuda Tradisional - Menteri Agraria Republik Indonesia Inspektur HUT Ke 15 Kabupaten Bener Meriah - Menteri Agraria Dan Tata Ruang Republik Indonesia Apresiasi Kinerja Pemkab Bener Meriah - SIDANG PARIPURNA MENYAMBUT HUT KE-15 KABUPATEN BENER MERIAH TAHUN 2019 -

Pawai PKA ke 7, Puisi Titah Kerajaan Linge Akan Dibacakan Di Atas Gajah Putih

11-08-2018 13:31:18

Pawai PKA Ke-7, Puisi Titah Kerajaan Linge Akan Dibacakan Di Atas Gajah Putih

11-08-2018 10:57:57

BANDA ACEH-LintasGAYO.co : Kontingen Aceh Tengah pada Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-7 akan menghadirkan persembahan spesial dengan mengarak gajah putih dan lima ekor kuda pada pembukaan pawai yang diikuti sekitar 25.000 peserta pada Senin 6 Agustus 2018.

Gajah Putih memiliki sejarah bagi masyarakat Gayo. Ketika pertama kali dilakukan oleh Sangeda, putra Raja Linge XIII yang bermimpi bahwa dia bertemu dengan saudaranya yang telah meninggal yaitu Bener Meria. Dalam mimpinya, Bener Meria memberikan petunjuk kepada Sangeda untuk mendapatkan gajah putih agar dapat dipersembahkan kepada Sultan Aceh.

Menurut ketua panitia PKA Aceh Tengah, Uswatuddin segala persiapan untuk pawai yang akan dilaksanakan Senin (6/8/2018) sudah maksimal.

“Gajah putih dan penunggangnya serta 100 peserra akan mengenakan pakaian adat Gayo, sudah siap menyemarakkan PKA,” sebutnya.

Selain itu, Gajah Putih akan ditunggangi oleh Salman Yoga sambil membacakan puisi titah kerajaan Linge kepada sultan Aceh.

”Saya sudah latihan menaiki gajah. Alhamdulilah gajah yang saya tunggangi tahu bahwa dia akan ditunjukan ke publik sebagai gajah kebesaran Aceh, yang berasal dari Gayo,” kata Salman.

Kuda dan para joki cilik dengan pakaian kerawang, juga akan memegang bendera kerajaan Linge.

Demikian dengan penunggang kuda, tambah Dr. Joni, MN ketua seksi pawai budaya dan mobil hias.

“Lima penunggang kuda dengan pakaian kebesaran adat Gayo, sudah siap untuk ditampilkan. Khusus untuk mobil hias, Gayo Lut akan memunculkan ciri khasnya.”

Ciri khas yang dimaksud Joni, mobil itu akan dihias dengan rumah Gayo dengan supu serule yang merupakan daun khas berasal dari Gayo.

Amatan LintasGAYO.co, para peserta pawai juga telah melakukan gladi bersih di Taman Budaya Aceh pada Minggu 5 Agustus 2018. [SP/ZR]


 
 
 
 
Facebook Fans Page