Pansel Serahkan Berkas 15 Calon Anggota KIP Bener Meriah - TMMD Ke 103, Kodim 0106 Aceh Tengah Bener Meriah Buka Jalan Sepanjang 5.500 Meter - KORPRI Bener Meriah Gelar Porda ASN 2018 - Danrem dan Plt Bupati Bener Meriah Tinjau Lokasi TMMD 103 - Plt Bupati Bener Meriah Wisuda 1140 Santri - Pemuda Pancasila Bandar Serahkan Bantuan Tsunami Palu Donggala - Pemkab Bener Meriah Ikuti Sidang APBK Perubahan Dengan DPRK - Sebanyak 256 Orang Ikuti MTQ Ke-7 Bener Meriah - Sebanyak 11 Juta lebih Pemkab Kumpulkan Dana Korban Untuk Palu - Abuya Syarqawi Akan Buka MTQ Ke-7, Ini Jadwalnya - Peringatan Milad Dayah Terpadu Bustanil Arifin Ke 18 - Kemenag Bener Meriah Gelar Bimbingan Perkawinan Pra Nikah - Pemkab Bener Meriah Fasilitasi Roadshow KPK, Gerak Aceh Dan Gerak Gayo - Sistem Informasi Desa (SID) Penunjang Potensi Desa - Pelayanan Adminduk di Bener Meriah Kembali Normal -

Pawai PKA ke 7, Puisi Titah Kerajaan Linge Akan Dibacakan Di Atas Gajah Putih

11-08-2018 13:31:18

Pawai PKA Ke-7, Puisi Titah Kerajaan Linge Akan Dibacakan Di Atas Gajah Putih

11-08-2018 10:57:57

BANDA ACEH-LintasGAYO.co : Kontingen Aceh Tengah pada Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-7 akan menghadirkan persembahan spesial dengan mengarak gajah putih dan lima ekor kuda pada pembukaan pawai yang diikuti sekitar 25.000 peserta pada Senin 6 Agustus 2018.

Gajah Putih memiliki sejarah bagi masyarakat Gayo. Ketika pertama kali dilakukan oleh Sangeda, putra Raja Linge XIII yang bermimpi bahwa dia bertemu dengan saudaranya yang telah meninggal yaitu Bener Meria. Dalam mimpinya, Bener Meria memberikan petunjuk kepada Sangeda untuk mendapatkan gajah putih agar dapat dipersembahkan kepada Sultan Aceh.

Menurut ketua panitia PKA Aceh Tengah, Uswatuddin segala persiapan untuk pawai yang akan dilaksanakan Senin (6/8/2018) sudah maksimal.

“Gajah putih dan penunggangnya serta 100 peserra akan mengenakan pakaian adat Gayo, sudah siap menyemarakkan PKA,” sebutnya.

Selain itu, Gajah Putih akan ditunggangi oleh Salman Yoga sambil membacakan puisi titah kerajaan Linge kepada sultan Aceh.

”Saya sudah latihan menaiki gajah. Alhamdulilah gajah yang saya tunggangi tahu bahwa dia akan ditunjukan ke publik sebagai gajah kebesaran Aceh, yang berasal dari Gayo,” kata Salman.

Kuda dan para joki cilik dengan pakaian kerawang, juga akan memegang bendera kerajaan Linge.

Demikian dengan penunggang kuda, tambah Dr. Joni, MN ketua seksi pawai budaya dan mobil hias.

“Lima penunggang kuda dengan pakaian kebesaran adat Gayo, sudah siap untuk ditampilkan. Khusus untuk mobil hias, Gayo Lut akan memunculkan ciri khasnya.”

Ciri khas yang dimaksud Joni, mobil itu akan dihias dengan rumah Gayo dengan supu serule yang merupakan daun khas berasal dari Gayo.

Amatan LintasGAYO.co, para peserta pawai juga telah melakukan gladi bersih di Taman Budaya Aceh pada Minggu 5 Agustus 2018. [SP/ZR]