Penaikan dan Penurunan Bendera berjalan baik, Ketua Purna Paskibraka Bener Meriah Beri Apresiasi - Dihari Kemerdekaan, 28 Napi Rutan Kelas B Bener Meriah Mendapat Remisi - Kapolres Bener Meriah Pimpin Inspektur Upacara HUT RI - Umah Pitu Ruang Bale Atu Start Karnaval Bener Meriah - Plh Bupati Bener Meriah Sidak RSUD Muyang Kute - SMP M Teritit Raih Juara I Lomba Baris-Berbaris - Plt Bupati Bener Meriah Promosikan Kopi Gayo di Tanah Suci Mekah - RRI Rimba Raya akan Mengudara Pada 11 September 2018 - Hiburan Tampil di Anjungan Bener Meriah Grup Didong ARITA Bawa Tema Sejarah Radio Rimba Raya - 11 Agustus Seniman Bener Meriah Tampil Didong - 432 Peserta Meriahkan Festival Pensil 2 Kabupaten - Foto-foto Anjungan Stand Bener Meriah Di Malam Hari - Peringati 17 Agustus 2018, Dinas Pendidikan Gelar Cerdas Cermat SMP Se-Kabupaten Bener Meriah. - Ismarissiska Jadi Plh Bupati Bener Meriah, Ada Apa? - Pelawak Gayo Dari Bener Meriah Raih Juara Tiga -

Pawai PKA ke 7, Puisi Titah Kerajaan Linge Akan Dibacakan Di Atas Gajah Putih

11-08-2018 13:31:18

Pawai PKA Ke-7, Puisi Titah Kerajaan Linge Akan Dibacakan Di Atas Gajah Putih

11-08-2018 10:57:57

BANDA ACEH-LintasGAYO.co : Kontingen Aceh Tengah pada Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-7 akan menghadirkan persembahan spesial dengan mengarak gajah putih dan lima ekor kuda pada pembukaan pawai yang diikuti sekitar 25.000 peserta pada Senin 6 Agustus 2018.

Gajah Putih memiliki sejarah bagi masyarakat Gayo. Ketika pertama kali dilakukan oleh Sangeda, putra Raja Linge XIII yang bermimpi bahwa dia bertemu dengan saudaranya yang telah meninggal yaitu Bener Meria. Dalam mimpinya, Bener Meria memberikan petunjuk kepada Sangeda untuk mendapatkan gajah putih agar dapat dipersembahkan kepada Sultan Aceh.

Menurut ketua panitia PKA Aceh Tengah, Uswatuddin segala persiapan untuk pawai yang akan dilaksanakan Senin (6/8/2018) sudah maksimal.

“Gajah putih dan penunggangnya serta 100 peserra akan mengenakan pakaian adat Gayo, sudah siap menyemarakkan PKA,” sebutnya.

Selain itu, Gajah Putih akan ditunggangi oleh Salman Yoga sambil membacakan puisi titah kerajaan Linge kepada sultan Aceh.

”Saya sudah latihan menaiki gajah. Alhamdulilah gajah yang saya tunggangi tahu bahwa dia akan ditunjukan ke publik sebagai gajah kebesaran Aceh, yang berasal dari Gayo,” kata Salman.

Kuda dan para joki cilik dengan pakaian kerawang, juga akan memegang bendera kerajaan Linge.

Demikian dengan penunggang kuda, tambah Dr. Joni, MN ketua seksi pawai budaya dan mobil hias.

“Lima penunggang kuda dengan pakaian kebesaran adat Gayo, sudah siap untuk ditampilkan. Khusus untuk mobil hias, Gayo Lut akan memunculkan ciri khasnya.”

Ciri khas yang dimaksud Joni, mobil itu akan dihias dengan rumah Gayo dengan supu serule yang merupakan daun khas berasal dari Gayo.

Amatan LintasGAYO.co, para peserta pawai juga telah melakukan gladi bersih di Taman Budaya Aceh pada Minggu 5 Agustus 2018. [SP/ZR]