Pansel Serahkan Berkas 15 Calon Anggota KIP Bener Meriah - TMMD Ke 103, Kodim 0106 Aceh Tengah Bener Meriah Buka Jalan Sepanjang 5.500 Meter - KORPRI Bener Meriah Gelar Porda ASN 2018 - Danrem dan Plt Bupati Bener Meriah Tinjau Lokasi TMMD 103 - Plt Bupati Bener Meriah Wisuda 1140 Santri - Pemuda Pancasila Bandar Serahkan Bantuan Tsunami Palu Donggala - Pemkab Bener Meriah Ikuti Sidang APBK Perubahan Dengan DPRK - Sebanyak 256 Orang Ikuti MTQ Ke-7 Bener Meriah - Sebanyak 11 Juta lebih Pemkab Kumpulkan Dana Korban Untuk Palu - Abuya Syarqawi Akan Buka MTQ Ke-7, Ini Jadwalnya - Peringatan Milad Dayah Terpadu Bustanil Arifin Ke 18 - Kemenag Bener Meriah Gelar Bimbingan Perkawinan Pra Nikah - Pemkab Bener Meriah Fasilitasi Roadshow KPK, Gerak Aceh Dan Gerak Gayo - Sistem Informasi Desa (SID) Penunjang Potensi Desa - Pelayanan Adminduk di Bener Meriah Kembali Normal -

PKA Ke-7, Gayo Tunjukkan Eksistensinya Dengan Menampilkan Gajah Putih Dan Bendera Reje Linge

08-08-2018 11:48:47

BANDA ACEH-LintasGAYO.co : Tampilan pembacaan puisi di atas Gajah Putih menyedot perhatian penonton pawai PKA ke-7 di lapangan Blang Padang Banda Aceh pada Senin 6 Agustus 2018.

Salah seorang seniman berasal dari Gayo, Salman Yoga S tampil memukau membacakan puisi Titah Kerajaan Linge menggunakan pakaian adat, kerawang Gayo yang juga diiringi tari guel, tampilan joki cilik menunggangi kuda dan membawa bendera kerajaan Linge.

Tampilan puisi di atas gajah putih dengan menggunakan kerawang Gayo menurut Salman adalah salah satu cara menunjukkan eksistensi Gayo juga merupakan bagian dari refleksi untuk mengingatkan sejarah kerajaan pertama Aceh Darussalam.

“Tentu, ini merupakan refleksi dari kerajaan Linge yang mempersembahkan hadiah berupa hewan atau gajah putih kepada kerajaan pertama Aceh Darussalam, Sultan Alaidin Johansyah,” kata dosen Fakultas Dakwah UIN Ar-Raniry Banda Aceh  ini.

Karena ini adalah pawai Budaya, kata Salman lagi, tentu sejarah adalah bagian dari kebudayaan dan mengingatkan masyarakat bahwa pendiri kerajaan Aceh adalah Putra Reje Linge.

“Keberadaan gajah putih adalah untuk mengingatkan kembali sejarah reje Linge kepada kesultanan Aceh yang juga menjadi cikal bakal lahirnya penamaan Bener Meriah,” pungkas Pendiri teater Reje Linge ini. [Junaidi/ZR]


Sumber: http://lintasgayo.co