Penaikan dan Penurunan Bendera berjalan baik, Ketua Purna Paskibraka Bener Meriah Beri Apresiasi - Dihari Kemerdekaan, 28 Napi Rutan Kelas B Bener Meriah Mendapat Remisi - Kapolres Bener Meriah Pimpin Inspektur Upacara HUT RI - Umah Pitu Ruang Bale Atu Start Karnaval Bener Meriah - Plh Bupati Bener Meriah Sidak RSUD Muyang Kute - SMP M Teritit Raih Juara I Lomba Baris-Berbaris - Plt Bupati Bener Meriah Promosikan Kopi Gayo di Tanah Suci Mekah - RRI Rimba Raya akan Mengudara Pada 11 September 2018 - Hiburan Tampil di Anjungan Bener Meriah Grup Didong ARITA Bawa Tema Sejarah Radio Rimba Raya - 11 Agustus Seniman Bener Meriah Tampil Didong - 432 Peserta Meriahkan Festival Pensil 2 Kabupaten - Foto-foto Anjungan Stand Bener Meriah Di Malam Hari - Peringati 17 Agustus 2018, Dinas Pendidikan Gelar Cerdas Cermat SMP Se-Kabupaten Bener Meriah. - Ismarissiska Jadi Plh Bupati Bener Meriah, Ada Apa? - Pelawak Gayo Dari Bener Meriah Raih Juara Tiga -

Menghilang 18 Tahun, Kerangka Warga Bener Meriah Ditemukan Di Kebun Kopi

11-08-2018 11:46:35

REDELONG-LintasGAYO.co : Warga Kampung Kenawat Redelong, Kecamatan Bukit, Bener Meriah dikagetkan dengan penemuan kerangka manusia yang diketahui berjenis kelamin laki-laki, Kamis 14 Maret 2018 sekira pukul 15.32 Wib di perkebunan milik warga setempat.

Kerangka tersebut awalnya ditemukan oleh Rupita (30) saat memetik kopi di kebun milik salah seorang warga Kenawat Redelong. Sontak penemuan kerangka manusia tersebut mengangetkan warga dan langsung menghubungi Reje setempat dan kemudian diteruskan kepada personil Bhabinkamtibmas Polsek Bukit, Brigadir Zamzam.

Demikian disampaikan Kapolres Bener Meriah, AKBP Fahmi Irwan Ramli,SH.,SiK.,M.Si melalui Kapolsek Bukit AKP Hartana, S.Sos saat dikonfirmasi Jum’at 15 Maret 2018.

“Awalnya Rupita melihat adanya sebuah pakaian yang terbungkus kerangka manusia. Ia kaget dan langsung memberitahu kepada petani yang juga ikut memetik kopi di kebun tersebut,” kata Kapolsek.

Kejadian itu, katanya lagi, sontak mengundang perhatian warga lainnya. Salah seorang warga Jumiar dengan seksama memperhatikan pakaian yang ditemukan itu.

“Setelah diperhatikan, Jumiar kaget ternyata ciri-ciri pakaian sama persis dengan yang dikenakan oleh suaminya yang menghilang 18 tahun lalu,” kata Hartana.

Setelah mengecek dengan seksama, dipastikan kerangka tersebut adalah kerangka Harun Alrasyid yang menghilang 18 tahun yang lalu teoatnya di tahun 2000.

“Jumiar bercerita bahwa saat hilang suaminya mengenakan baju abu-abu, celana pendek bergaris biru. Dan mita cocokkan ternyata sama persis. Suaminya hilang, saat meninggalkan rumah tahun 2000 silam dan tak pernah kembali,” jelas Hartana.

Dilanjitkan, kerangka Harun Alrasyid kemudian dikebumikan dengan layak di TPU Kenawat Redelong

[Darmawan Masri]