Penaikan dan Penurunan Bendera berjalan baik, Ketua Purna Paskibraka Bener Meriah Beri Apresiasi - Dihari Kemerdekaan, 28 Napi Rutan Kelas B Bener Meriah Mendapat Remisi - Kapolres Bener Meriah Pimpin Inspektur Upacara HUT RI - Umah Pitu Ruang Bale Atu Start Karnaval Bener Meriah - Plh Bupati Bener Meriah Sidak RSUD Muyang Kute - SMP M Teritit Raih Juara I Lomba Baris-Berbaris - Plt Bupati Bener Meriah Promosikan Kopi Gayo di Tanah Suci Mekah - RRI Rimba Raya akan Mengudara Pada 11 September 2018 - Hiburan Tampil di Anjungan Bener Meriah Grup Didong ARITA Bawa Tema Sejarah Radio Rimba Raya - 11 Agustus Seniman Bener Meriah Tampil Didong - 432 Peserta Meriahkan Festival Pensil 2 Kabupaten - Foto-foto Anjungan Stand Bener Meriah Di Malam Hari - Peringati 17 Agustus 2018, Dinas Pendidikan Gelar Cerdas Cermat SMP Se-Kabupaten Bener Meriah. - Ismarissiska Jadi Plh Bupati Bener Meriah, Ada Apa? - Pelawak Gayo Dari Bener Meriah Raih Juara Tiga -

PKA Ke-7, Gayo Tunjukkan Eksistensinya Dengan Menampilkan Gajah Putih Dan Bendera Reje Linge

11-08-2018 10:52:38

Tampilan pembacaan puisi di atas Gajah Putih menyedot perhatian penonton pawai PKA ke-7 di lapangan Blang Padang Banda Aceh pada Senin 6 Agustus 2018.

            Salah seorang seniman berasal dari Gayo, Salman Yoga S tampil memukau membacakan puisi Titah Kerajaan Linge menggunakan pakaian adat, kerawang Gayo yang juga diiringi tari guel, tampilan joki cilik menunggangi kuda dan membawa bendera kerajaan Linge.

Tampilan puisi di atas gajah putih dengan menggunakan kerawang Gayo menurut Salman adalah salah satu cara menunjukkan eksistensi Gayo juga merupakan bagian dari refleksi untuk mengingatkan sejarah kerajaan pertama Aceh Darussalam.

            “Tentu, ini merupakan refleksi dari kerajaan Linge yang mempersembahkan hadiah berupa hewan atau gajah putih kepada kerajaan pertama Aceh Darussalam, Sultan Alaidin Johansyah,” kata dosen Fakultas Dakwah UIN Ar-Raniry Banda Aceh  ini.

            Karena ini adalah pawai Budaya, kata Salman lagi, tentu sejarah adalah bagian dari kebudayaan dan mengingatkan masyarakat bahwa pendiri kerajaan Aceh adalah Putra Reje Linge.

            “Keberadaan gajah putih adalah untuk mengingatkan kembali sejarah reje Linge kepada kesultanan Aceh yang juga menjadi cikal bakal lahirnya penamaan Bener Meriah,” pungkas Pendiri teater Reje Linge ini.