Penaikan dan Penurunan Bendera berjalan baik, Ketua Purna Paskibraka Bener Meriah Beri Apresiasi - Dihari Kemerdekaan, 28 Napi Rutan Kelas B Bener Meriah Mendapat Remisi - Kapolres Bener Meriah Pimpin Inspektur Upacara HUT RI - Umah Pitu Ruang Bale Atu Start Karnaval Bener Meriah - Plh Bupati Bener Meriah Sidak RSUD Muyang Kute - SMP M Teritit Raih Juara I Lomba Baris-Berbaris - Plt Bupati Bener Meriah Promosikan Kopi Gayo di Tanah Suci Mekah - RRI Rimba Raya akan Mengudara Pada 11 September 2018 - Hiburan Tampil di Anjungan Bener Meriah Grup Didong ARITA Bawa Tema Sejarah Radio Rimba Raya - 11 Agustus Seniman Bener Meriah Tampil Didong - 432 Peserta Meriahkan Festival Pensil 2 Kabupaten - Foto-foto Anjungan Stand Bener Meriah Di Malam Hari - Peringati 17 Agustus 2018, Dinas Pendidikan Gelar Cerdas Cermat SMP Se-Kabupaten Bener Meriah. - Ismarissiska Jadi Plh Bupati Bener Meriah, Ada Apa? - Pelawak Gayo Dari Bener Meriah Raih Juara Tiga -

Hiburan Tampil di Anjungan Bener Meriah Grup Didong ARITA Bawa Tema Sejarah Radio Rimba Raya

10-08-2018 10:39:03

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Klub didong yang dipadukan dengan teaterikal dibawah binaan seniman gayo M Isa Arita menjadi pusat perhatian pengujung saat tampil di PKA ke 7 di Anjungan Bener Meriah, Kamis (9/8/2018) malam.

Grup didong dan teatrikal, yang beranggotakan 15 orang tersebut berkisah tentang sejarah Radio Rimba Raya yang didirikan di hutan rimba serta memiliki peran penting dalam sejarah kemerdekaan Republik Indonesia.

M Isa Arita, selaku ketua mengatakan mereka memainkan lagu-lagu kemerdekaan dan perjuangan dalam mengenang cikal bakal RRI itu.

Itu diambil dari kisah nyata dan disusun menjadi sebuah lagu didong yang dipadukan dengan teatrikal pada masa pimpinan Sukarno ditahan sehingga tidak memiliki peran.

Ia manambahakan, pada saat itu Pemerintah Darurat terus didirikan dan Syafrudin  selaku perwira negara wilayah Aceh yang tergolong aman perlu diadakan siaran berita.

“Divisi 10 mengatur puasi melawan kompeni dan segala cara Kolonel Husin Yusuf gagah berani memasang RRI di Hutan Rimba,” katanya.

Disebutkanya, dalam lirik lagu tersebut juga disampaikan Radio Rimba Raya mengumandangkan negara kesatuan masih ada dan berdaulat pada pada tangal 10 Maret 1949.

Adapun tujuan tampil di Ajungang, katanya, Radio Rimba Raya adalah aset negara, milik semua dan bukan hanya milik kabupaten sehingga ia menilai perlu menceritakan dalam PKA ini agar sejarah itu didengar oleh orang banyak dan tidak hilang serta semakin dikenal secara luas.

“Kita juga berharap, kedepanya radio rimba raya bukan hanya sekadar sejarah biasa namun harus adanya legitimasi atau pengakuan negara serta mamasukan RRI dalam kurikulum di sekolah,” harapnya. (*)

 

Sumber : acehsatu.com