Plt Bupati Bener Meriah Hadiri Maulid Nabi Muhammad SAW Di Menasah KMAP - Puluhan Pejabat Adminstrator Dan Pengawas Dilingkungan Pemkab Bener Meriah Dilantik - Sekda Drs. Ismarissiska, MM Membesuk Korban Tertabrak Kuda Pacuan - Asisten Pemerintahan Dan Kesejahteraan Provinsi Aceh Tutup Lomba Pacuan Kuda Tradisional - Perwakilan Keluarga Besar Presiden Jokowi, Saksikan Final Pacu Kuda HUT Bener Meriah - Ribuan Pengunjung Padati Pacuan Kuda HUT Bener Meriah - Kementerian Agraria Target 2025 Tanah di Seluruh Indonesia Bersertifikat - Hari Kedua Bener Meriah Dominasi Kemenangan Pacuan Kuda - Pacuan Kuda Diharapkan Bebas dari Pelanggaran Syari’at Islam - Fun Bike, Fun Walk, Karnaval Dan Sunat Masal Meriahkan HUT Ke-15 Bener Meriah - Plt Bupati Bener Meriah Tgk. H. Sarkawi Anjangsana ke Lapas Kelas IIB - Plt Bupati Bener Meriah Buka Perlombaan Pacuan Kuda Tradisional - Menteri Agraria Republik Indonesia Inspektur HUT Ke 15 Kabupaten Bener Meriah - Menteri Agraria Dan Tata Ruang Republik Indonesia Apresiasi Kinerja Pemkab Bener Meriah - SIDANG PARIPURNA MENYAMBUT HUT KE-15 KABUPATEN BENER MERIAH TAHUN 2019 -

Hiburan Tampil di Anjungan Bener Meriah Grup Didong ARITA Bawa Tema Sejarah Radio Rimba Raya

10-08-2018 10:39:03

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Klub didong yang dipadukan dengan teaterikal dibawah binaan seniman gayo M Isa Arita menjadi pusat perhatian pengujung saat tampil di PKA ke 7 di Anjungan Bener Meriah, Kamis (9/8/2018) malam.

Grup didong dan teatrikal, yang beranggotakan 15 orang tersebut berkisah tentang sejarah Radio Rimba Raya yang didirikan di hutan rimba serta memiliki peran penting dalam sejarah kemerdekaan Republik Indonesia.

M Isa Arita, selaku ketua mengatakan mereka memainkan lagu-lagu kemerdekaan dan perjuangan dalam mengenang cikal bakal RRI itu.

Itu diambil dari kisah nyata dan disusun menjadi sebuah lagu didong yang dipadukan dengan teatrikal pada masa pimpinan Sukarno ditahan sehingga tidak memiliki peran.

Ia manambahakan, pada saat itu Pemerintah Darurat terus didirikan dan Syafrudin  selaku perwira negara wilayah Aceh yang tergolong aman perlu diadakan siaran berita.

“Divisi 10 mengatur puasi melawan kompeni dan segala cara Kolonel Husin Yusuf gagah berani memasang RRI di Hutan Rimba,” katanya.

Disebutkanya, dalam lirik lagu tersebut juga disampaikan Radio Rimba Raya mengumandangkan negara kesatuan masih ada dan berdaulat pada pada tangal 10 Maret 1949.

Adapun tujuan tampil di Ajungang, katanya, Radio Rimba Raya adalah aset negara, milik semua dan bukan hanya milik kabupaten sehingga ia menilai perlu menceritakan dalam PKA ini agar sejarah itu didengar oleh orang banyak dan tidak hilang serta semakin dikenal secara luas.

“Kita juga berharap, kedepanya radio rimba raya bukan hanya sekadar sejarah biasa namun harus adanya legitimasi atau pengakuan negara serta mamasukan RRI dalam kurikulum di sekolah,” harapnya. (*)

 

Sumber : acehsatu.com

 


 
 
 
 
Facebook Fans Page