Pansel Serahkan Berkas 15 Calon Anggota KIP Bener Meriah - TMMD Ke 103, Kodim 0106 Aceh Tengah Bener Meriah Buka Jalan Sepanjang 5.500 Meter - KORPRI Bener Meriah Gelar Porda ASN 2018 - Danrem dan Plt Bupati Bener Meriah Tinjau Lokasi TMMD 103 - Plt Bupati Bener Meriah Wisuda 1140 Santri - Pemuda Pancasila Bandar Serahkan Bantuan Tsunami Palu Donggala - Pemkab Bener Meriah Ikuti Sidang APBK Perubahan Dengan DPRK - Sebanyak 256 Orang Ikuti MTQ Ke-7 Bener Meriah - Sebanyak 11 Juta lebih Pemkab Kumpulkan Dana Korban Untuk Palu - Abuya Syarqawi Akan Buka MTQ Ke-7, Ini Jadwalnya - Peringatan Milad Dayah Terpadu Bustanil Arifin Ke 18 - Kemenag Bener Meriah Gelar Bimbingan Perkawinan Pra Nikah - Pemkab Bener Meriah Fasilitasi Roadshow KPK, Gerak Aceh Dan Gerak Gayo - Sistem Informasi Desa (SID) Penunjang Potensi Desa - Pelayanan Adminduk di Bener Meriah Kembali Normal -

11 Agustus Seniman Bener Meriah Tampil Didong

10-08-2018 09:24:41

BANDA ACEH : Dijadwalkan, para Seniman Gayo Bener Meriah  akan tampil Didong di panggung utama pada PKA Ke-7 di Taman Ratu Safiatuddin,11 Agustus 2018 mendatang.

Berkaitan dengan penampilan tersebut, Ketua Himpunan Seni Gayo (HSG) Bener Meriah Sudirman SR mengharapkan agar dapat meramaikan panggung utama itu khususnya bagi masyarakat Gayo yang ada di Banda Aceh.

"Kami berharap, mari kita semarakkan kesenian ini, khususnya bagi seluruh masyarakat Gayo yang ada di Banda Aceh," kata Sudirman SR, saat ditemui wartawan di wisma Jeulingke pada Kamis, 9 Agustus 2018.

Tidak hanya penampilan Didong saja, namun dibalik Didong itu akan ada penampilan teaterikal dibawah binaan seniman Gayo M Isa Arita terkait peran radio Rimba Raya yang telah mengabarkan kepada dunia bahwa Indonesia masih ada.

M Isa Arita yang didampingi oleh ceh Arita Bujang, Baharuddin menerangkan bahwa, dalam penampilannya itu nantiya akan membawakan beberapa karangan syair mengenai radio Rimba Raya.

"Juga lagu berikutnya kita akan membawakan dan menunjukkan kesenian tradisional didong dari tanah Gayo, seperti menerangkan duduk melingkar dalam Didong, seperti rantai yang menunjukkan persatuan dan kesatuan masyarakat Gayo dalam kehidupan," tandas Arita.

Ia menambahkan, sengaja ia bersama Ceh lainnya mengambil tema radio Rimba Raya ini, dikarenakan begitu pentingnya peran radio Rimba Raya tersebut yang telah menyiarkan Indonesia masih ada dan berdaulat saat agresi militer Belanda tahun 1948-1948. []