Pansel Serahkan Berkas 15 Calon Anggota KIP Bener Meriah - TMMD Ke 103, Kodim 0106 Aceh Tengah Bener Meriah Buka Jalan Sepanjang 5.500 Meter - KORPRI Bener Meriah Gelar Porda ASN 2018 - Danrem dan Plt Bupati Bener Meriah Tinjau Lokasi TMMD 103 - Plt Bupati Bener Meriah Wisuda 1140 Santri - Pemuda Pancasila Bandar Serahkan Bantuan Tsunami Palu Donggala - Pemkab Bener Meriah Ikuti Sidang APBK Perubahan Dengan DPRK - Sebanyak 256 Orang Ikuti MTQ Ke-7 Bener Meriah - Sebanyak 11 Juta lebih Pemkab Kumpulkan Dana Korban Untuk Palu - Abuya Syarqawi Akan Buka MTQ Ke-7, Ini Jadwalnya - Peringatan Milad Dayah Terpadu Bustanil Arifin Ke 18 - Kemenag Bener Meriah Gelar Bimbingan Perkawinan Pra Nikah - Pemkab Bener Meriah Fasilitasi Roadshow KPK, Gerak Aceh Dan Gerak Gayo - Sistem Informasi Desa (SID) Penunjang Potensi Desa - Pelayanan Adminduk di Bener Meriah Kembali Normal -

MPU Bener Meriah Himbau Penyuntikan Vaksin Rubella Ditunda

08-08-2018 11:56:31

Rubernews.com | Majelis Permusyawaratan Ulama Kabupaten Bener Meriah menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat dan Dinas Kesehatan di Kabupaten itu untuk menunda penyuntikan vaksin Measles Rubella (MR) yang dicanangkan pemerintah, karena zat yang terkandung didalamnya masih diragukan kehalalan.

“Selama Majelis Ulama Indonesi (MUI) Pusat belum mengeluarkan fatwa tentang halal dan haramnya, vaksin Measles Rubella (MR) kami minta kampanye penyuntikan di Bener Meriah ditunda sementara waktu,”  ungkap Ketua MPU setempat Tgk Al-Muzani kepada Rubernews.com, Minggu (05/08/2018) di Redelong.

Ia menambahkan, untuk mengobati keresahan masyarakat mengenai halal dan haramnya vaksin Measles Rubella (MR), Pemerintah Daerah dalam hal ini Plt Bupati supaya dapat menyurati dinas terkait untuk dilakukan penundaan penyuntikan.

“Hingga saat ini MUI pusat belum mengeluarkan keputusan secara resmi, maka kami himbau kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bener Meriah dalam kampanye penyuntikan Vaksin Measles Rubella (MR) ditunda sementara, ini dilakukan supaya dapat mengobati keresahan ditengah-tengah masayarakat akan masalah halal dan haramnya,” terang Tgk Al-Muzani.

Hingga saat ini pihaknya belum melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Bener Meriah, “Sama pak Bupati kami telah menyarankan, kami bukan tidak setuju mengenai penyuntikan vaksin MR itu diilakukan, namun kami juga harus tunduk kepada fatwa MUI pusat,” timpal Tgk Al-Muzani

Ia mengaku, Sebelumnya dinas kesehatan telah menyuntik beberapa siswa yang ada di Kabupaten Bener Meriah itu dikarenakan secara faktor kedinasan, “mungkin faktor secara kedinasan mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah, ada sebahagian sudah ditunda dan ada sebahagian sedang berjalan,” jelasnya.

Faktor disegi hukum, latar belakang dari unsur  yang tidak dibenarkan dalam Syari’at, MPU Bener Meriah secara tegas menolak, jika vaksin Measles Rubella (MR) itu kandunganya sudah dilakukan penelitian lebih dalam oleh MUI pusat pihaknya akan merasa legowo.

“Surat MUI Nomor:B-904/DP-MUI/VII/2018, perihal Vaksin MR, yang ditujukan kepada Menteri Kesehatan RI, memang benar, namun apapun keputusan akhirnya nanti kami akan legowo,” tutup.

 

Sumber : http://benermeriahkab.go.id/index.php?page=detail&ei=T1RrNA==http://benermeriahkab.go.id/index.php?page=detail&ei=T1RrNA==