Plt Bupati Bener Meriah Hadiri Maulid Nabi Muhammad SAW Di Menasah KMAP - Puluhan Pejabat Adminstrator Dan Pengawas Dilingkungan Pemkab Bener Meriah Dilantik - Sekda Drs. Ismarissiska, MM Membesuk Korban Tertabrak Kuda Pacuan - Asisten Pemerintahan Dan Kesejahteraan Provinsi Aceh Tutup Lomba Pacuan Kuda Tradisional - Perwakilan Keluarga Besar Presiden Jokowi, Saksikan Final Pacu Kuda HUT Bener Meriah - Ribuan Pengunjung Padati Pacuan Kuda HUT Bener Meriah - Kementerian Agraria Target 2025 Tanah di Seluruh Indonesia Bersertifikat - Hari Kedua Bener Meriah Dominasi Kemenangan Pacuan Kuda - Pacuan Kuda Diharapkan Bebas dari Pelanggaran Syari’at Islam - Fun Bike, Fun Walk, Karnaval Dan Sunat Masal Meriahkan HUT Ke-15 Bener Meriah - Plt Bupati Bener Meriah Tgk. H. Sarkawi Anjangsana ke Lapas Kelas IIB - Plt Bupati Bener Meriah Buka Perlombaan Pacuan Kuda Tradisional - Menteri Agraria Republik Indonesia Inspektur HUT Ke 15 Kabupaten Bener Meriah - Menteri Agraria Dan Tata Ruang Republik Indonesia Apresiasi Kinerja Pemkab Bener Meriah - SIDANG PARIPURNA MENYAMBUT HUT KE-15 KABUPATEN BENER MERIAH TAHUN 2019 -

MPU Bener Meriah Himbau Penyuntikan Vaksin Rubella Ditunda

08-08-2018 11:56:31

Rubernews.com | Majelis Permusyawaratan Ulama Kabupaten Bener Meriah menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat dan Dinas Kesehatan di Kabupaten itu untuk menunda penyuntikan vaksin Measles Rubella (MR) yang dicanangkan pemerintah, karena zat yang terkandung didalamnya masih diragukan kehalalan.

“Selama Majelis Ulama Indonesi (MUI) Pusat belum mengeluarkan fatwa tentang halal dan haramnya, vaksin Measles Rubella (MR) kami minta kampanye penyuntikan di Bener Meriah ditunda sementara waktu,”  ungkap Ketua MPU setempat Tgk Al-Muzani kepada Rubernews.com, Minggu (05/08/2018) di Redelong.

Ia menambahkan, untuk mengobati keresahan masyarakat mengenai halal dan haramnya vaksin Measles Rubella (MR), Pemerintah Daerah dalam hal ini Plt Bupati supaya dapat menyurati dinas terkait untuk dilakukan penundaan penyuntikan.

“Hingga saat ini MUI pusat belum mengeluarkan keputusan secara resmi, maka kami himbau kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bener Meriah dalam kampanye penyuntikan Vaksin Measles Rubella (MR) ditunda sementara, ini dilakukan supaya dapat mengobati keresahan ditengah-tengah masayarakat akan masalah halal dan haramnya,” terang Tgk Al-Muzani.

Hingga saat ini pihaknya belum melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Bener Meriah, “Sama pak Bupati kami telah menyarankan, kami bukan tidak setuju mengenai penyuntikan vaksin MR itu diilakukan, namun kami juga harus tunduk kepada fatwa MUI pusat,” timpal Tgk Al-Muzani

Ia mengaku, Sebelumnya dinas kesehatan telah menyuntik beberapa siswa yang ada di Kabupaten Bener Meriah itu dikarenakan secara faktor kedinasan, “mungkin faktor secara kedinasan mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah, ada sebahagian sudah ditunda dan ada sebahagian sedang berjalan,” jelasnya.

Faktor disegi hukum, latar belakang dari unsur  yang tidak dibenarkan dalam Syari’at, MPU Bener Meriah secara tegas menolak, jika vaksin Measles Rubella (MR) itu kandunganya sudah dilakukan penelitian lebih dalam oleh MUI pusat pihaknya akan merasa legowo.

“Surat MUI Nomor:B-904/DP-MUI/VII/2018, perihal Vaksin MR, yang ditujukan kepada Menteri Kesehatan RI, memang benar, namun apapun keputusan akhirnya nanti kami akan legowo,” tutup.

 

Sumber : http://benermeriahkab.go.id/index.php?page=detail&ei=T1RrNA==http://benermeriahkab.go.id/index.php?page=detail&ei=T1RrNA==



 
 
 
 
Facebook Fans Page