Produksi Jagung Meningkat, Sejumlah Kelompok Tani Minta Perluasan Lahan - Pokdarwis Tingkem Gelar Kegiatan "Satu Pohon, Sejuta Harapan" di Destinasi Wisata Bukit Origon - Bupati Bener Meriah Akan Keluarkan Qanun Larangan Berburu Burung - Renovasi Atap Ruang Server LPSE, Website LPSE Di Nonaktifkan Sementara - Camat Bandar Tandatangani Deklarasi Kampung Anti Narkoba Dan Bebas Asap Rokok - Bendungan Sumber Air Jelobok Resmi Memiliki Qanun Perlindungan - Tahun 2020, Kabupaten Bener Meriah Akan Gelar Dua Kali Even Pacuan Kuda - Sudah Rekaman, Namun 11 Ribuan Warga Bener Meriah Belum Miliki KTP Elektronik - Sejumlah Kelompok Ternak di Bener Meriah Terima Bantuan Sapi - DPMK Bener Meriah Gelar Rapat Koordinasi TIK Dan PID - SMK N 5 Bener Meriah Gandeng Pengusaha Kopi Dari Jakarta Kembangkan Pengolahan Kopi - Pemda Bener Meriah Serukan Beberapa Larangan Meriahkan Tahun Baru Masehi 2020 - Dinsos Aceh Salurkan Bantuan Logistik Sandang Dan Pangan Ke Pintu Rime Gayo - Polres Bener Meriah Bersama Pemda Bener Meriah Tandatangani MoU Seleksi Pembinan dan Pelatihan Seleksi Anggota Polri - BPBD Bener Meriah Serahkan Bantuan Logistik Pada Camat Pintu Rime Gayo -

Produksi Jagung Meningkat, Sejumlah Kelompok Tani Minta Perluasan Lahan

14-01-2020 17:54:00

Redelong- Produksi jagung di Kecamatan Syiah Utama, Kabupaten Bener Meriah semakin meningkat, sehingga sejumlah kelompok tani di Kampung Tembolon meminta perluasan lahan pada Pemerintah Kabupaten Bener Meriah.

Sejauh ini, di Kampung Tembolon hanya memiliki 75 hektar lahan kebun jagung  untuk yang dikelola baik secara kelompok maupun secara individu. Sementara prospek tanaman jagung untuk peningkatan perekonomian masyarakat Kampung Tembolon sangat baik.

"Untuk itu, kami meminta pada Pemda Bener Meriah untuk perluasan lahan tanaman jagung," kata Sekretaris Kampung Tembolon dalam acara panen perdana jagung jenis Pertiwi-5, Senin (13/1/2020) di Kampung Tembolon.

 Selain mengeluhkan kekurangan lahan, Sekretaris Kampung Tembolon itu  juga mengeluhkan maraknya  hama babi yang menyerang tanaman jagung di kawasan Kampung Tembolon. 

 Dalam kesempatan panen perdana jagung  jenis hibrida F1 Pertiwi-5 yang dikembangkan kelompok Tani  Termara 1, Termara 2 dan kelompok Legowo, yang dihadiri Bupati Bener Meriah di damping Wakil I DPRK Bener Meriah dan beberapa anggota DPRK lainya, Pabub, beberapa Kepala SKPK, Ketua TP-PKK Kabupaten Bener Meriah, Camat Syiah Utama dan masyarakat setempat. Sekretaris Kampung Tembolon menyampaikan kepada warga di sana pada Bupati untuk di perhatikan kedepannya.

 Sementara itu, menangapi permintaan perluasan lahan para petani jagung di Kampung Tembolon, Bupati Sarkawi menyampaikan, ada dua hal yang harus kita tempuh yakni memamfaatkan lahan-lahan nganggur (lahan tidur) yang selama ini tidak berfungsi dengan baik itu. Yang pertama kita lakukan kalau lahan itu sudah habis di manfatkan baru kita mengunakan opsi kedua minsalnya mengunakan lahan-lahan HPL yang bisa digunakan untuk pertanian.

Namun, lanjut Tgk Sarkawi kita mengharapkan para petani mengunakan lahan-lahan ngangur dulu karena kita juga perlu menjaga kelestarian hutan.

Sementara untuk pemasaran jagung sendiri, Bupati Bener Meriah itu menuturkan, untuk sementara ini harga di tingkat petani masih stabil yang berkisar dari Rp  4300 sampai 4500  dan ini cukup lemayan dan rata-rata ini di jual masih di sepuran Pondok Baru.

“Alhamdulilah sejauh ini petani tidak masalah pemasarannya di kampung tembolon ini, artinya setiap produksi itu dapat berjalan dengan baik," terang Abuya Sarkawi.* (gn/fa)