Kegiatan Pokdarwis Tingkem Satu Pohon, Sejuta Harapan Diapresiasi - Produksi Jagung Meningkat, Sejumlah Kelompok Tani Minta Perluasan Lahan - Pokdarwis Tingkem Gelar Kegiatan Satu Pohon, Sejuta Harapan di Destinasi Wisata Bukit Origon - Bupati Bener Meriah Akan Keluarkan Qanun Larangan Berburu Burung - Renovasi Atap Ruang Server LPSE, Website LPSE Di Nonaktifkan Sementara - Camat Bandar Tandatangani Deklarasi Kampung Anti Narkoba Dan Bebas Asap Rokok - Bendungan Sumber Air Jelobok Resmi Memiliki Qanun Perlindungan - Tahun 2020, Kabupaten Bener Meriah Akan Gelar Dua Kali Even Pacuan Kuda - Sudah Rekaman, Namun 11 Ribuan Warga Bener Meriah Belum Miliki KTP Elektronik - Sejumlah Kelompok Ternak di Bener Meriah Terima Bantuan Sapi - DPMK Bener Meriah Gelar Rapat Koordinasi TIK Dan PID - SMK N 5 Bener Meriah Gandeng Pengusaha Kopi Dari Jakarta Kembangkan Pengolahan Kopi - Pemda Bener Meriah Serukan Beberapa Larangan Meriahkan Tahun Baru Masehi 2020 - Dinsos Aceh Salurkan Bantuan Logistik Sandang Dan Pangan Ke Pintu Rime Gayo - Polres Bener Meriah Bersama Pemda Bener Meriah Tandatangani MoU Seleksi Pembinan dan Pelatihan Seleksi Anggota Polri -

Pokdarwis Tingkem Gelar Kegiatan Satu Pohon, Sejuta Harapan di Destinasi Wisata Bukit Origon

13-01-2020 18:58:37

Redelong- Pengembangan destinasi wisata acap kali berdampak dengan pencemaran dan kerusakan lingkungan. Seharusnya keindahan dan kekayaan lingkungan dapat dikelola menjadi daya tarik bagi wisatawan.

Hal tersebut melatarbelakangi semangat dari Pokdarwis Tingkem Kecamatan Bukit untuk mengelola dan mengembangkan destinasi wisata yang ramah lingkungan di Bukit Burni Origon.
 
"Sara Kayu Kin Sara Harapen (Satu pohon, Sejuta Harapan" merupakan tema yang diangkat Pokdarwis Tingkem dalam rangkaian kegiatan tersebut, seperti penanaman pohon, diskusi, ngopi bersama kabut Bukit Origon, dan kemping dan api unggun (11-12/1/2020) di Puncak Bukit Origon, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah.

Kegiatan tersebut guna mengenalkan Burni Origon sebagai salah satu destinasi wisata baru di Tanah Gayo, sekaligus memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga lingkungan, serta wisata yang berbasis lingkungan (ekowisata). 

Kegiatan tersebut didukung pemerhati lingkungan, seperti Pecinta Lingkungan Seluruh Indonesia, Pecinta Lingkungan Banda Aceh, Win Ruhdi Batin, donasi pohon lekap dari Kamal Lekap, serta donatur lainnya. 

Seperti yang kita ketahui, selain penebangan atau perambahan hutan secara ilegal, di seputaran Burni Origon masih menjadi surga bagi penembak burung, bahkan burung dilindungi atau hampir punah. Isu tersebut merupakan salah satu yang melatarbelakangi diadakannya acara diskusi alam pada malam sebelum acara penanaman pohon keesokan harinya. 

Pada acara diskusi (11/1/2020) di Puncak Origon menghadirkan tiga orang pemateri yang  berpengalaman dalam konsep wisata ramah lingkungan, yaitu Camat Syiah Utama Khalisudin, Sadikin Gembel, dan Abrar Syarif. Selain ketiga pemateri, acara diskusi tersebut juga diikuti oleh beberapa pegiat lingkungan senior, sebut saja Irwan Kayu Kul, Kamal Lekap, Arman Nainggolan, Juar, dan Suhaili Beke.

Selain diskusi alam, kegiatan diskusi tersebut diramaikan juga oleh pembacaan Puisi karya penyair muda Alhuda serta penampilan musikalisasi puisi oleh grup seni HMI dan Pokdarwis Tingkem. 

Esok harinya, (12/1/2020) dilanjutkan dengan acara ngopi bareng bersama kabut Origon dan acara puncak yaitu kegiatan penanaman Pohon yang dihadiri Bapak Bupati Syarkawi, Sekda Bener Meriah, Haili Yoga, Dandim, serta Kepala OPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bener Meriah. 

Kegiatan tersebut juga diramaikan oleh siswa/pramuka dari beberapa sekolah mulai jenjang SD sampai sekolah menengah, forum silaturahmi Gayo Bersatu, MAPALA, dan beberapa peserta dari luar daerah. 

"Ini adalah langkah awal kita Pokdarwis Tingkem dalam memajukan wisata di Gayo; wisata yang tentunya ramah dengan lingkungan atau ekowisata. Ke depannya kita sudah memiliki beberapa perencanaan yang akan kita realisasikan di Burni Origon. Dengan begitu, kami sangat mengharapkan dukungan agar cita- cita kami dapat terwujud dimasa yang akan datang," kata Novriyandi.* 
(andi/toni/fa).