Pemangkasan Kopi Guna Meningkatkan Produksi Buah Kopi - Disperindag Aceh Gelar Pasar Murah Di Bener Meriah - 8885 Petani Bener Meriah Terima Bantuan Program RKR - Mhd Saleh Resmi Jadi Ketua DPRK Bener Meriah Periode 2019-2024 - Cepat Tanggap BPBD Bener Meriah, Jalan Eks KKA Sempat Lumpuh Total Kembali Normal - Bupati Bener Meriah Launcing Kampung Damaran Baru Sebagai Eco Village - Istri Plt. Gubernur Aceh Ikut Memeriahkan Fiesta Lomba Panen Kopi di Bener Meriah - Puluhan Mobil Hias Ikuti Karnaval Feista Panen Kopi Gamifest 2019 di Bener Meriah - Piala Juara 1 API Awards untuk Air Terjun Tansaran Bidin Diserahkan Kepada Bupati Bener Meriah - Bupati Bener Meriah Buka Secara Resmi Festival Guel Gamifest 2019 - TP-PKK Kecamatan Dihimbau Berperan Aktif Dampingi Program-Program Pemerintah - 21 Sanggar Se-Aceh Ikut Festival Tari Guel di Bener Meriah - Konflik Gajah Dengan Manusia Tak Kunjung Selesai, Bupati Minta BKSDA Cari Solusi - Kesbangpol Aceh Gelar Forum Dialog Terakit Perkembangan Politik di Bener Meriah - BPBD Bener Meriah Ikuti Jambore Penanggulangan Bencana -

Pemangkasan Kopi Guna Meningkatkan Produksi Buah Kopi

29-11-2019 14:33:31

Redelong- Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi Aceh, bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bener Meriah selenggarakan Gerakan massal (germas) pemangkasan kebun kopi arabika gayo di Kampung Waq Pondok Sayur, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, Kamis (28/11/2019).

Kepala Distanbun Aceh yang diwakili Kepala Bidang Pembenihan, Produksi dan Perlindungan Perkebunan, Ir Cut Huzaimah, MP mengatakan banyak tanaman kopi masyarakat banyak berumur tua, jadi perlu rehabilitasi. 

Selama ini Dinas juga sudah memberikan bantuan pada petani, bantuan untuk melakukan pemangkasan dengan memberikan gunting pangkas dan  gergaji pangkas.

Namun karena ketidakmengertian petani, hal itu tidak begitu efektif karena masyarakat tidak melakukan pemangkasan terhadap kopi mereka.

Lanjut Cut Huzainah program gerakan massal ini bersama-sama melakukan pemangkasan untuk menunjukkan pentingnya pemangkasan tanaman kopi. Hari ini seluas 30 hektar di Bener Meriah kita lakukan pemangkasan secara massal dan dibantu oleh masyarakat.

"Beda dengan peremajaan, dimana peremajaan itu untuk menumbuhkan kembali tanaman  baru. Namun pemangkasan ini untuk tanaman yang sudah ada agar potensi produksinya tinggi. Jika tidak dilakukan pemangkasan, dibiarkan tumbuh cabang-cabang yang tidak dibutuhkan, maka menyebabkan buahnya tidak maksimal," terang Cut Huzainah.

Ia memperbandingkan, rata-rata kebun yang dipangkas menghasilkan 2 ton perhektar. Namun kebun yang tidak dipangkas hanya menghasilkan 500 kilo perhektar. Jadi sangat jauh hasilnya kebun yang dipangkas dan tidak dipangkas. 

Kata Cut Muzainah, pihaknya akan melakukan kegiatan itu secara terus menerus sampai masyarakat petani kopi punya kesadaran untuk melakukan pemangkasan. Kendatipun tidak secara memberikan bantuan tapi setidaknya kita memberikan motivasi.

"Jadi kita akan bergerak ke daerah lainnya untuk jadikan sebagai contoh pada petani lainnya," sebutnya.

Kegiatan germas pemangkasan kopi melibatkan 8 kelompok dengan tujuan memberikan pemahaman agar tidak salah melakukan pemangkasan. Untuk itu disiapkan 8 fasilitator untuk melakukan pendampingan.

Sebelumnya Bupati Bener Meriah Tgk Sarkawi mengatakan kegiatan gerakan massal pemangkasan kopi arabika untuk mendorong para petani melakukan pemangkasan rutin terhadap tanaman kopi.

"Dengan dilakukan pemangkasan secara rutin dan reguler, produksi kopi arabika akan meningkat. Hal ini jelas nyata bisa dilihat pada hasil kopi yang dipangkas," kata Bupati Bener Meriah sembari menunjukan pokok kopi yang berbuah lebat.* (gn/fa).