Menjelang Lebaran Idul Fitri HPBM Kembali Serahkan Bantuan Paket Sembako Pada Masyarakat Bener Meriah - Sempat Lari Saat Dikarantina, Kini Sudah Kembali Pasien ODP di BLK - Sebanyak 16 Jiwa Warga Jumpo di Kampung Wonosari Mendapatkan BLT Dana Desa Tahap I - 22 Warga Bener Meriah Negatif Covid-19, Pasien Covid-19 Kedua Sembuh - Istri Mantan Bupati Bener Meriah Salurkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat - Sambut Hari Raya Danki Brimob Kompi 3 Batalyon B Bagikan Sembako - Update Laporan Harian Covid-19 Bener Meriah ODP 1 orang dan Positif 1 orang - 22 Orang Warga Bener Meriah Kembali Tes Swab di RSUD Muyang Kute - Polres Bener Meriah Gelar Indeks Tatakelola Online - Diduga Stres, OTG Sedang Isolasi di BLK Kabur - SURAT EDARAN TENTANG PELAKSANAAN IBADAH SHALAT IDUL FITRI 1 SYAWAL 1441 H - Pemkab Bener Meriah Mulai Salurkan Bantuan Langsung Tunai Rp600.000 - Hasil Rapid Test, Warga Bener Meriah Baru Pulang dari Banglades Reaktif Covid-19 - Shalat Ied di Dua Desa Bener Meriah Ditiadakan - Yonif Raider Khusus 114 SM Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir Bandang -

Diduga Stres, OTG Sedang Isolasi di BLK Kabur

20-05-2020 20:50:48
Redelong-  Salah seorang warga  Bener Meriah yang berinisal S ( 22 ) yang bersetatus Orang Tanpa Gejala (OTG) yang masih menjalani isolasi di Balai Latihan Kerja (BLK) Pante Raya melarikan diri. 

Wakil tim bidang publikasi gugus tugas Covid-19 Bener Meriah, Wahidi, saat dikonfirmasi Rabu (20/5/2020) membenarkan salah seorang warga Bener Meriah S yang merupakan warga Kecamatan Bukit yang berstatus OTG telah kabur dari BLK Pante Raya yang merupakan tempat isolasi bagi warga Bener Meriah yang memiliki riwayat perjalanan daerah terpapar Covid-19.

“ S kabur dari tempat isolasi pada Selasa ( 19/5/2020) sekira pukul 18.00 wib, kemungkinan pada saat itu petugas lagi sibuk merujuk salah satu masyarakat yang reaktif berdasarkan rapid test “ jelas Wahidi.

Dikatakan Wahidi, seharusnya masa karantinya S berakhir pada tangal 26 Mei 2020 karena masa inkubasi selama 14 hari untuk menginditifikasi gejala yang mengarah pada Covid-19. 

Lebih lanjut Wahidi memaparkan, diduga S merasa trauma sehingga berinisiatif untuk meningalkan posko 3 tanpa sepengetahuan petugas disana. Selanjutnya setelah mengetahui S kabur petugas yang berada di posko 3 BLK Pante Raya langsung melakukan pencarian diseputaran posko namun yang bersangkutan tidak ditemukan. 

“ Petugas juga telah menghubungi pihak keluarga S dan aparatur Kampung tempat S berdomisili namun lagi lagi yang bersangkutan tidak ditemukan “ ujar Wahidi.

Untuk itu, lanjut Wahidi, apabila dalam waktu 1 X 24 jam yang bersangkutan tidak ditemukan maka petugas posko 3 BLK berhak melaporkan kepada pihak berwajib. Terang Wahidi. (gn)