Demi Hindari Konflik Penyaluran BLT-DD, Ujung Gele Adakan Musyawarah Tingkat Desa - Salah Paham Soal Bantuan Pemerintah, Dua Kantor Reje Kampung di Kecamatan Bukit Dirusak Warga - Satu Unit Rumah Terbakar di Kecamatan Permata Bener Meriah - Dinamika Pengunduran Diri Bupati Bener Meriah Masih Mempertimbangkan Rekomendasi Medis - Bupati Pertimbangkan Nasihat Para Guru dan Senior Untuk Cuti Berobat - Terkait Wacana Bupati Mundur, Ketua Pemuda Pancasila Bener Meriah Imbau Semua Pihak Tidak Terprovokasi - Cuti Berobat, Rekomendasi Hasil Medis Jadi Pertimbangan Bupati Bener Meriah Mundur Atau Tidak - Batal Mundur, Bupati Segera Ambil Cuti - Forum Reje Kampung, Aktivis dan Tokoh Masyarakat Timang Gajah Tolak Pengunduran Diri Bupati - Para Tokoh yang Ada di Kabupaten Bener Meriah Tolak Pengunduran Bupati - Tgk.Husnul Ilmi Minta Bupati Sarkawi Tidak Mundur - Shabela Abubakar Bupati Bener Meriah Tidak Ada Kata Mundur, Saya Pun Diserang Tidak Mundur - Rencana Sarkawi Mundur dari Jabatan Bupati, Organisasi Agama Nyatakan Sikap Menolak - Bener Meriah Kini Tak Ada ODP, PDP, dan Pasien Covid-19 - Mantan Anggota BRA Tolak Abuya Sarakawi Mengundurkan Diri Sebagai Bupati -

Demi Hindari Konflik Penyaluran BLT-DD, Ujung Gele Adakan Musyawarah Tingkat Desa

01-06-2020 07:46:37
 

Redelong,- Penyaluran Bantuan Lansung Tunai Dana Desa (BLT-DD) beberapa kali menjadi pemicu konflik di tingkat desa sekabupaten Bener Meriah.

Mengantisipasi hal ini, Kampung Ujung Gele Kecamatan Bukit memilih melakukan musyawarah di tingkat desa sebelum menyalurkan bantuan tersebut. 

Reje Kampung Ujung Gele, Rahmandi yang di wawancarai media ini sabtu (30/05) usai menggelar musyawarah tersebut mengatakan, Pihaknya melakukan musyawarah sebelum melakukan penyaluran BLT-DD demi menghindari kesalahpahaman.

"Banyak dari kita yang tidak bisa membedakan antara BLT dan Bantuan ketahanan pangan yang bersumber dari Dana Desa. Demi menghindari konflik yang tidak perlu kami bersepakat melakukan musyawarah". Ungkapnya

Musyawarah tersebut dihadiri oleh Aparatur Kampung, Petue Kampung, beserta jajaranya, Imam kampung, Babinsa, Babinkamtibnas, Pendamping Desa dan perwakilan masyarakat Kampung Ujung Gele.

"Dalam musyawarah tersebut, disimpulkan beberapa hal termasuk jumlah masyarakat Ujung Gele yang akan mendapatkan BLT-DD. Hasil musyawarah ini akan kita konsultasikan kembali kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Bener Meriah juga pihak kecamatan agar tidak melanggar aturan apapun". Ungkapnya

"Penting bagi kita selaku aparatur kampung untuk memastikan masyarakat sepaham dan mengerti perbedaan antara BLT-DD dan Bantuan Ketahanan Pangan agar tidak menjadi polemik di tengah masyarakat kita". Tambahnya lagi

Saat ditanyai terkait Bantuan Ketahanan Pangan, Ia menjelaskan pihaknya menunggu pembaharuan juknis dari tingkat kabupaten.

"Untuk Ketahanan pangan, kita menunggu pembaharuan Juknis dari Kabupaten. Tidak perlu terburu-buru yang penting tepat sasaran dan sesuai aturan"tutupnya (gn)