Pelajar SMA I Bukit Ikuti Bimbingan Perkawinan Pra Nikah - Cegah Pernikahan Dini DP3AKB Gelar Penyuluhan Generasi Berencana Terhadap Santri - Apel Gelar Pasukan Dalam Rangka Operasi Patuh Seulawah Tahun 2020 Polres Bener Meriah. - Legislatif dan Eksekutif Bener Meriah Gelar Sidang Paripurna Pertangung Jawaban APBD Tahun Anggran 2019 - Satu Pasien Probable Covid-19 Dirujuk Ke RSU Zainal Abidin Banda Aceh - Bupati Bener Meriah Berikan Penghargaan Umroh Gratis kepada Relawan Covid-19 Asal Tanah Gayo Terima - Gempa berkekuatan 4.2 SR Guncang Aceh Tengah dan Bener Meriah - Camat Bukit Pimpin Tim Gabungan Tertipkan Pedagang Yang Berjualan di Badan Jalan - MPD Lakukan Monitoring Protokol Kesehatan Sekolah Minggu Kedua Berlangsung - Penyerahan Bantuan Ketahanan Pangan di Siner Jaya Paya Ringkel - Mhd Saleh, Program Diperuntukkan untuk Masyarakat Dipergunakan Secara Maksimal - Sekda Bener Meriah Hadiri Rapat Banggar Pertanggung Jawaban Pelaksanaan APBD 2019 - Dukungan untuk Kemenangan Radio Rimba Raya dalam Penghargaan API Terus Mengalir - Operasi Patuh Rencong 2020 Akan Digelar Juli dan Agustus di Bener Meriah - Relawan Medis Covid-19 Asal Tanah Gayo Pulang Ke Bener Meriah -

Cegah Pernikahan Dini DP3AKB Gelar Penyuluhan Generasi Berencana Terhadap Santri

23-07-2020 18:15:47

 



REDELONG - Dalam rangka mencegah terjadinya pernikahan dini, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan anak dan keluarga Berencana (DP3AKB) Bener Meriah melaksankana penyuluhan Genarisi berencana kepada santri di 10 pesantren yang ada di wilayah Kabupaten Bener Meriah Kamis (23/7).  



Kepala Dinas DP3AKB Bener Meriah dr Aliyin  menyampaikan selain Sosialisasi Generasi berencana pihaknya juga melakukan sosialisasi terkait dengan situasi dan kondisi Covid 19 saat ini agar para remaja tetap waspada.

" Meskipun transisi lokal di tempat kita belum mengkhawatitrkan kita harus siap untuk mengahdapinya dan kita berikan pencerahan agar para semua santri mengikuti SOP kesehatan serta siap dengan kondisi yang tidak kita inginkan," ungkapnya.



Melaui kegitan penyuluhan generasi berencana tersebut, ia berharap, para remaja siap menjadi genari penerus dalam merencanakan semua hal termasuk kesiapan secara pisik dan mental untuk berkeluarga kedepanya.

" Topik yang kita sampaikan termasuk topik reproduksi bagimana dan agar  para remaja tidak melakukan hal-hal seperti mengunakan narkoba dan Sekbebas.  Kita juga memotifasi mereka untuk melakukan kegitan-kegitan  seperti diskusi yang positif,"ujarnya.



Menurutnya, hal itu juga merupakan salah satu upaya untuk mencegah terjadinya pernikaan dini . " Melihat kondisi dan data perceraian serta stanting saat ini salah satu pemicunya adalah pernikahan dini dan  sek bebas,"jelas Aliyin



Untuk itu kedepan Aliyin berharap, para remaja yang ada di Bener Meriah menjadi generasi berencana baik terkait dengan perkawinan, dan mengatur jumlah keluarga sesuai dengan kondisi ekonominya.



Sementara Kabid Keluarga Berencana dan keluarga sejahtera DP3AKB Bener Meria Yulita Anggraini menambahkan, pihaknya juga melakukan penyuluhan terhadap kelompok-kelompok kegitan yang ada di desa.  



Yuli menjelaskan, ada beberpa kelompok kegitan yang nerupakan tribina seperti halnya kegitan khusu untuk kelompok lansian, remaja dan kluarga balita  yang di buat dengan rencana yang digagasi oleh kepala dinas DP3AKB Bener Meriah.

" Saat ini sudah banyak poktan  yang terbentuk dan kita rencan akan membentuk kelompok unggyulan   yang menjadi percontohan di kabupaten Bener Meriah dan saat ini kita terus turun kelapangan untuk mencari kelompok yang bisa kita unggulkan," ungkapnya.  



sementara untuk kegitan Genari Berencana pihaknya mengaku  akan melakukan penyeluhan genari berencana terhadap santri SMA ke 10 pesantren yang ada di wilayah Kabupaten Bener Meriah dan sudah mulai dilaksankan sejak hari Senin (20/7) kemarin.



Menurtnya, santri dan pimpinan dayah yang sudah dikunjungi sangan menyambut antusia kegitan tersebut bahkan, pimpinan para dayah berharap kegitan ini dapat dilakukan secara terus menerus dan rutin.  

Ia menambahkan, para remaja saat ini membutuhkan pengetuhuan baru tentang kesehatan repruduksi dan lain sebagainya. "  setelah kita turun mereka menyampaikan yang menjadi permaslahan utama di kabupaten Bener Meriah  adalah tingginya pernikahan dini, serta pengunaan hand phond yang berlebihan, " ungkapnya.



Ia juga berharap dengan adanya kegitan pernikahan dini di Kabupaten Bener Meriah tidak lagi terjadi dan para remaja saat ini menjadi genari yang berencana.  (ri)