Dalam Rangka Tali Asih, Bhayangkari Beri Bantuan Masker Dan Suplemen Untuk Anggota - Bagi Warga Baru Tiba di Wilayah Bener Meriah Diminta untuk Karantina Mandiri - Pasca Idul Fitri Puluhan Pekerja Luar Masuk Bener Meriah - Demi Hindari Konflik Penyaluran BLT-DD, Ujung Gele Adakan Musyawarah Tingkat Desa - Salah Paham Soal Bantuan Pemerintah, Dua Kantor Reje Kampung di Kecamatan Bukit Dirusak Warga - Satu Unit Rumah Terbakar di Kecamatan Permata Bener Meriah - Dinamika Pengunduran Diri Bupati Bener Meriah Masih Mempertimbangkan Rekomendasi Medis - Bupati Pertimbangkan Nasihat Para Guru dan Senior Untuk Cuti Berobat - Terkait Wacana Bupati Mundur, Ketua Pemuda Pancasila Bener Meriah Imbau Semua Pihak Tidak Terprovokasi - Cuti Berobat, Rekomendasi Hasil Medis Jadi Pertimbangan Bupati Bener Meriah Mundur Atau Tidak - Batal Mundur, Bupati Segera Ambil Cuti - Forum Reje Kampung, Aktivis dan Tokoh Masyarakat Timang Gajah Tolak Pengunduran Diri Bupati - Para Tokoh yang Ada di Kabupaten Bener Meriah Tolak Pengunduran Bupati - Tgk.Husnul Ilmi Minta Bupati Sarkawi Tidak Mundur - Shabela Abubakar Bupati Bener Meriah Tidak Ada Kata Mundur, Saya Pun Diserang Tidak Mundur -

Bagi Warga Baru Tiba di Wilayah Bener Meriah Diminta untuk Karantina Mandiri

02-06-2020 17:42:34

Redelong- Tim Gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 kabupaten Bener Meriah, untuk posko utama yang berlokasi di GORS simpang tiga redelong, kecamatan bukit, Bener meriah berharap kepada masyarakat yang baru tiba dari luar daerah agar melapor. Senin 01/06/2020.

Hal ini disampaikan oleh juru bicara gugus tugas Bener meriah, Riswandika Putra, S. STP, Map, dapat kami inpormasikan kepada aparat kampung di dalam wilayah kabupaten bener meriah agar terus memantau setiap pendatang yang baru tiba dari luar daerah.

Terutama terhadap kepala dusun setempat, kami sangat berharap untuk saling mengadakan koordinasi dengan semua unsur pemerintah kampung, seperti Kepala Desa, Babinsa, Babinkantimas yang ada di setiap desa. 

Menurutnya, masyarakat yang baru saja pulang dari luar daerah, atau pendatang terutama dari daerah Pulau Jawa, Sumatera dan tempat yang dianggap zona merah, agar segera melapor ke aparat desa setempat.

"Memang ada peningkatan jumlah warga yang datang dari dari luar. Untuk itu, kami himbau kepada masyarakat yang baru pulang mudik agar pro aktif melaporkan diri ke aparat desa masing-masing. Ini untuk dapat didata dalam pencegahan penyebaran virus Covid-19," kata Riswandika.

Pihaknya berharap kepada aparat kampung terus memantau para pendatang yang baru tiba.  "Kita belum tahu yang baru pulang itu membawa virus Covid-19 atau tidak. Maka dari itu, pendatang agar menjalani karantina secara mandiri selama 14 hari. 

"Disamping itu bagi warga yang baru saja datang, langsung kita arahkan untuk melakukan sterilisasi di room screening yang ada didesa. Kemudian, apabila aparat kampung dan warga tidak yakin diisolasi dirumah mereka, kita himbau agar dapat dikarantina ke BLK Pante Raya". jelasnya. 

Jika ada keluhan selama karantina seperti gejala batuk, pilek, demam atau sesak mafas, maka segera lapor ke petugas kesehatan, hal ini demi untuk menjaga penularan wabah virus yang mematikan ini.  

Seperti tadi malam pihak tim gugus menjemput 3 orang warga dari pasar simpang tiga, yang baru tiba dari Pekan Baru Riau, saat ini dikarantina di BLK Pante Raya, (SB 40) (AJ 42) tahun dan (IS 24) tahun, ini demi menjaga agar tetap waspada.tutupnya.(pm).