8885 Petani Bener Meriah Terima Bantuan Program RKR - Mhd Saleh Resmi Jadi Ketua DPRK Bener Meriah Periode 2019-2024 - Cepat Tanggap BPBD Bener Meriah, Jalan Eks KKA Sempat Lumpuh Total Kembali Normal - Bupati Bener Meriah Launcing Kampung Damaran Baru Sebagai Eco Village - Istri Plt. Gubernur Aceh Ikut Memeriahkan Fiesta Lomba Panen Kopi di Bener Meriah - Puluhan Mobil Hias Ikuti Karnaval Feista Panen Kopi Gamifest 2019 di Bener Meriah - Piala Juara 1 API Awards untuk Air Terjun Tansaran Bidin Diserahkan Kepada Bupati Bener Meriah - Bupati Bener Meriah Buka Secara Resmi Festival Guel Gamifest 2019 - TP-PKK Kecamatan Dihimbau Berperan Aktif Dampingi Program-Program Pemerintah - 21 Sanggar Se-Aceh Ikut Festival Tari Guel di Bener Meriah - Konflik Gajah Dengan Manusia Tak Kunjung Selesai, Bupati Minta BKSDA Cari Solusi - Kesbangpol Aceh Gelar Forum Dialog Terakit Perkembangan Politik di Bener Meriah - BPBD Bener Meriah Ikuti Jambore Penanggulangan Bencana - Pemkab Dan Kejari Bener Meriah Jalin Kerjasama Bantuan Hukum Perdata dan TUN - Syech Muhammad Nasir Pimpin Zikir Akbar Peringati Maulid Nabi Muhamad -

8885 Petani Bener Meriah Terima Bantuan Program RKR

28-11-2019 15:19:06

Redelong- Pemerintah Kabupaten Bener Meriah melalui Dinas Pertanian dan Pangan kembali menyalurkan bantuan program Rehabilitasi Kebun Rakyat (RKR) kepada 443 kelompok tani (poktan).

Hal itu disampaikan Surip Marsikin SP, Kabid Penyuluhan dan Pangan pada Dinas Pertanian Kabupaten Bener Meriah saat menyampaikan laporannya dalam kegiatan Pertemuan Koordinasi Tim Pembina Pengendali, Tim pengawasan dan Pendampingan Kecamatan Kegiatan Rehabilitasi Kebun Rakyat, Rabu, (27/11/2019) di Gedung Empu Beru, Bener Meriah.

Sebanyak 443 kelompok terdiri 8885 petani
yang tersebar di 10 kecamatan di wilayah Bener Meriah. Para petani akan menerima bantuan berupa Pupuk NPK Phoska,  hansprayer otomatis, mulsa, bibit kopi, bibit durian, bibit hortikultura dan insektisida.

Bupati Bener Meriah Tgk Sarkawi dalam sambutannya mengatakan, program ini adalah program pertanian rakyat yang dilatarbelakangi oleh sebuah keyakinan.

Secara tidak langsung Bener Meriah adalah zona pertanian dan perkebunan, seperti kopi dan hortikultura. Namun belum ada insentif langsung yang diterima petani.

"Oleh sebab itu, Pemerintah membuat program yang langsung menyentuh pada petani dengan jumlah besar. Untuk saat ini masih terbatas, namun barangkali untuk tahun depan bisa ditingkatkan lagi," kata Bupati.

Sarkawi meminta para pendamping dan penyuluh pertanian, untuk mengawasi jangan sampai petani penerima menjual apa yang diberikan jika itu ketahuan Pemerintah akan mencabut hak penerima dari oknum petani tersebut. 

Sementara itu, Wakil II DPRK Bener Meriah Anwar mengharapkan bantuan yang diberikan tersebut diberikan pada masyarakat yang berhak menerimanya.

Anwar mengharapkan, perlu regulasi yang jelas dan tidak bertentangan dengan hukum. Untuk itu, pihaknya siap melaksanakan dan mendukung apapun program Bupati Bener Meriah asalkan tidak bertentangan dengan hukum.

Anwar juga menyarankan tentang jenis bantuan yang diberikan bahwa jenis bantuan perlu disesuaikan dengan apa yang diusulkan petani.

"Melihat bantuan setiap tahun, petani di kabupaten Bener Meriah memiliki alat semprot (hansprayer) terbanyak. Bahkan satu rumah warga bisa mencapai 10 unit," katanya.

Karenanya, Anwar mengusulkan perlu melakukan evaluasi terhadap kebutuhan petani pada setiap kelompoknya.*(gn/fa).